Di Ruang UKS.
"Minji, lo balik ajah ke kelas. Biar Eunbi sama gue di sini. Tenangin suga ya, jangan sampe guru tahu," ujar Bang Chan di ruang UKS, sambil melihat Eunbi yang duduk di bangku.
"Oke, Chan. Jangan lupa suruh dia istirahat ya," jawab Minji sebelum keluar dan balik ruang UKS.
Di ruang UKS, Chan mengambil plester luka dan mendekat ke Eunbi, "Eunbi, kamu gak apa-apa kan? Sakit gak?" Dia menyeka luka di pipinya dengan lembut, lalu menempelkan plester dengan hati-hati. Setelah itu, dia merapihkan rambut Eunbi yang agak berantakan karena tadi ditarik Seoyeon.
Eunbi mengangguk pelan mendengar kata-kata Chan. Air mata pun mulai menggenang di mata indah nya "Gimana ya Chan... aku cuma pengen temenan sama semua, tapi kenapa Seoyeon begitu kecewa sama aku?"
Chan mengusap kepala Eunbi dengan lembut, jari-jari dia melintasi rambutnya yang lembut. "Kamu gak salah apa-apa Bi. Kadang mencintai seseorang bikin orang jadi buta dan terlalu peka," ujarnya lirih, "kalau sebegitu menyakitikan mencintai seseorang, lepaskan sajah."
Di hatinya, Chan ingin banget mengungkapkan bahwa dia juga punya perasaan pada Eunbi—rasa sayang yang udah ada lama. Tapi dia takut, takut Eunbi akan menjauh kalau tahu.
Eunbi mengangkat kepala, mata dia bertemu dengan mata Chan. Ruang itu tiba-tiba jadi sunyi banget, cuma terdengar bunyi jam dinding. Chan melengkungkan senyum lembut, lalu dia perlahan mendekat—bibirnya hampir menyentuh dahi Eunbi, lalu ia menciumnya dengan lembut.
"Jangan sedih ya Bi," ujarnya pelan. Eunbi terkejut, wajahnya memerah sedikit. "Ah perasaan apa ini?" Batin eunbi
Sedangkan di kelas suasana semakin memanas.
Hyunjin yang menahan marahanya kini sudah tidak bisa ia tahan lagi ia melihat Seoyeon yang masih berdiri di sudut. Wajahnya langsung memerah karena marah—dia buat Eunbi terluka.
Dia langsung mendekat Seoyeon dengan langkah cepat, "Seoyeon, lo bener-bener keterlaluan!"
Seoyeon terkejut dan mundur sedikit, "Gue... gue cuma marah..."
"Marah apa? Dia gak ngapa-ngapain lo!" seru Hyunjin dengan suara yang kencang, bikin Minji dan Suga mendekat buat nahan dia.
Suga langsung tarik lengan Hyunjin, "Hyunjin, cukup, jangan tambah masalah lagi."
"Tapi dia keterlalua! Gue gak bisa diam!" jawab Hyunjin dengan nafas berat, mata dia masih menatap Seoyeon dengan kebencian. "Lo boleh cinta, tapi jangan Bego!" Tegas nya pada seoyeon
Seoyeon cuma diam, kepalanya terkurung lebih rendah—malu dan kesal bercampur, tapi dia gak punya kata-kata buat membenarkan apa yang dia lakukan. Minji pun ikut bicara, "Hyunjin, tenang aja. Eunbi udah di UKS sama Chan, dia gak apa-apa kok."
Seoyeon tiba-tiba mengangkat kepala, mata dia terbakar marah, "KENAPA SEMUA MEMBELA EUNBI?! KENAPA SEMUA SUKA EUNBI?! KENAPA EUNBI EUNBI EUNBI?! APA SPESIALNYA DIA BUAT KALIAN?!"
Teriakannya bikin semua orang di kelas kaget, Hyunjin mau ngomong lagi tapi Suga langsung menahan dia. Minji berdiri, mata dia kasar melihat Seoyeon, "Karena dia baik, Seoyeon! Dia gak pernah menyakitin orang, gak sombong, dia selalu mau ngebantu semua orang! Itu yang spesialnya dia!"
"BAIK? PUNYA APA MANFAATNYA BAIK?!" seru Seoyeon lagi, tangannya dia goncang-goncang meja di depan dia, "GUE JUGA BISA BAIK! TAPI KALIAN GA PERNAH PERHATIANIN GUE! SEMUA HANYA PERHATIANIN EUNBI SAJA!"
Suga mendekat dengan tatapan sedih, "Seoyeon, kamu salah, gak ada yang gak peduli sama kamu, semua peduli, cuma kamu terlalu sensitif, kamu cemburu sama eunbi? Sampai-sampai kamu bersikap begini."
KAMU SEDANG MEMBACA
LET GO!!
ActionBang chan x Suga! Pertarungan Basket, dan sebuah kebebasan yang sulit mereka raih membuat mereka harus bertaruh nyawa.
