Chapter 15

530 52 0
                                        

"Chan! Suga!!" suara Hyunjin terdengar jelas di koridor ruang rawat inap. Ia masuk dengan tangan penuh membawa kantong plastik berisi makanan.

Chan langsung berdiri menyambutnya, sambil mengacungkan jari telunjuk nya ke bibir menandakan untuk berbicara pelan agar tidak mengganggu pasien lain. "Kok lo bisa tau kita di kamar ini?" tanya Chan sedikit terkejut.

"Punya mulut, nanya lah" ujarnya agak nyeleneh.

Hyunjin menghela napas dan mendekat ke ranjang Suga, melihat kondisi temannya tersebut dengan wajah khawatir. "Gue tau lo gak akan dateng ke rumah sakit sendirian! Padahal lo bilang cuma periksa" ucapnya sedikit kesal tapi jelas penuh perhatian. "Gue tanya ke petugas depan, baru tahu kalian berdua ada disini, gue fikir cuma perawatan biasa, ternyata enggak, suga bahkan di rawat inap, bukan cuma sekedar perawatan luka biasa yang di infus 1 jam terus balik"

Suga mengangguk perlahan sebagai sapaan, wajahnya sudah tidak sepenuhnya pucat lagi meskipun masih terlihat lemah. "Maaf ya... kita cuma gak mau lo khawatir" ujarnya dengan suara pelan.

Hyunjin meletakkan tasnya di kursi sebelah ranjang. "Gak usah minta maaf lah! Kalian kan temen gue, lain kali jangan begini lah, gue bawa makanan nih, gue tau kalian pasti belum makan kan?" Ia lalu melihat ke arah Chan. "Oke, ayo kita makan" ujar chan membuka kantong plastik beris8 makanan yanga Hyunjin bawa.

Chan tersenyum hangat melihat perhatian Hyunjin. "Makasih ya, udah repot-repot bawain makanan." Sambil menyantap makanan yang dibawa Hyunjin, ia ingat akan kartu asuransi yang diberikan Suga tadi. "Oh iya, tadi gue udah daftarin asuransi lo Suga, biaya perawatannya udah tercover. Kalau ada keperluan lain, bilang aja ya."

Hyunjin mengerutkan keningnya setelah mendengarnya. "Lho, kenapa lo gak bilang sama orang tuanya Suga? Padahal masalah ini bukan salah kalian kan? Mereka dari tim basket lawan yang cari masalah duluan!"

"Belum saat nya" singkat suga.

Saat sedang makan bang chan ingat sesuatu lalu bang chan pun menarik baju Hyunjin menjauh dari suga "lo gak bilang soal ini ke Eunbi kan?" bisik bang chan.

"yah, gue udah bilang lagi, lagian lu gak ngomong kalau jangan kasiih tau dia " bisik Hyunjin.

"haduhhh...."

Chan menghela napas panjang sambil menggelengkan kepala, ekspresinya penuh kekesalan tapi tidak bisa marah pada Hyunjin. "Gue khawatir Eunbi bakal  cemas," bisiknya lagi sambil seringai kesal.

Sementara itu, Suga masih menyantap makanan nya dengan lahap.

Tak lama setelah itu, terdengar suara ketukan lembut di pintu ruangan. Eunbi muncul dengan wajah merah karena berlari, tangannya masih memegang tas sekolahnya. "Bang channn..." ujar nya "Maaf ya kalau mengganggu... aku dapet kabar dari Hyunjin, jadi langsung mampir setelah pulang sekolah," ujarnya pelan sambil melihat ke arah Suga dan Chan dengan mata penuh kekhawatiran.

"Eunbi..." ucap Chan sedikit terkejut tapi langsung menaruh makanan yang ia pegang ke atas meja lalu menghampiri Eunbi yang ingin masuk. "Kenapa gak pulang dulu"

"Tidak apa-apa! Aku khawatir banget sama kalian berdua," jawab Eunbi sambil mendekat ke ranjang Suga. "Gimana kondisinya Suga? Sudah merasa lebih baik kan?"

Suga memberikan senyum tipis. "Udah lebih baik Eunbi, makasih ya sudah mampir."

Hyunjin yang berdiri di belakang hanya menggaruk-garuk kepala. "Maaf ya Chan... gue cuma merasa Eunbi juga berhak tahu aja," bisiknya dengan nada minta maaf.

Chan hanya menghela napas lagi dan mengangguk. "Gak apa-apa Jin... udah terjadi juga kan"

Sedetik kemudian eunbipun berjalan ke arah bang chan lalu mengajak nya untuk keluar kamar.

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang