"Eunbi" ujar Lee jihoon pada eunbi yang berlari menuju pintu utama rumah nya.
"Ya, Ayah kenapa? Aku udah telat nih" Eunbi.
"Biar Ayah antar hari ini" dengan senyum Lee jihoon mengambil kunci mobil nya dan merengkul eunbi masuk ke dalam mobil.
"Apa gak apa-apa ayah? Nanti Ayah telat gimana?"
"Ayah mau antar anak ayah sampai ke sekolah" tegas nya masih dengan senyum
"A.. Baiklaaahhh" eunbi, sepanjang perjalanan Lee jihoon tak henti nya menggoda eunbi, soal hubungan nya dengan Bang chan, eunbi pun tersipu malu namun ia tak bisa menyembunyikan apapun dari Ayah nya. Jihoon hanya berharap Anak nya selalu mendapatkan apa yang ia ingin kan.
"Sudah sampai" ujar Jihoon, iapun turun dari mobil untuk memberi semangat pada anak perempuan sematawayang nya.
Eunbi merasa sangat beruntung memiliki ayah seperti lee jihoon, ia selalu bisa menjadi apapun yang eunbi mau, jadi Ayah, jadi sahabat, jadi tempat dimana eunbi bisa menuangkan semua perasaan nya, jihoon pun selalu bisa menempatkan diri.
"Selamat belajar anak Ayah yang cantik" jihoon seraya memegang kedua pipi eunbi.
"Selamat bekerja jugaa Ayah ku yang Tampan" eunbi dengan senyum ceria nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
>>>>>
Setelah memastikan anak nya masuk dengan selamat ke dalam Area sekolah jihoon pun bergegas melajukan mobil nya menuju kantor milik nya.
Hari itu di sekolah, Suga datang bersama Bang Chan. mereka berdua masih membawa bekas luka dari perkelahian beberapa hari lalu—luka di dahi Suga yang baru mulai mengering, dan memar di pipi kanan Bang Chan yang masih sedikit memerah. Keduanya terlihat sedikit lesu setelah melalui serangkaian pemeriksaan ulang di rumah sakit beberapa hari sebelumnya.
Eunbi melihat mereka dari kejauhan saat memasuki kelas. Hatinya terasa sesak dan penuh khawatir, tapi ia tetap menghampiri mereka dengan wajah yang hangat.
"Kalian gimana? Sudah merasa lebih baik kan? Luka nya gak sakit lagi kan?" tanyanya dengan suara lembut, menyapa keduanya seperti biasa
"Sudah jauh lebih baik, Eunbi" jawab Suga dengan senyum lemah. Bang Chan hanya mengangguk dan memberikan senyum hangat padanya. Jam pelajaran pertama pun di mulai, mereka duduk di kursi masing-masing dan belajar dengan baik.
"Suga, aku minta maaf" ujar Seoyeon lirih pada suga.
"Ya" singkat suga masih tak mau menatap Seoyeon, rasanya hatinya masih menyimpan amarah meski tak banyak.
Ketika bel istirahat berbunyi, Eunbi segera mengirim pesan singkat ke Bang Chan: "Chan, bisa gak kamu datang ke Rooftop sekarang? Aku mau ngomong sama kamu" ia menunggu dengan tenang sambil menikmati angin lembut yang membelai surai-surai rambut nya.