Chapter 22

466 37 0
                                        

"Ini punya siapa?" Suga menunjuk ke arah bando dan jepit rambut yang tertata rapih di meja komputer, matanya tetap menatap objek tersebut dengan ekspresi yang sulit ditebak.

"Ah, itu aksesoris waktu gue foto box kemarin," jawab Bang Chan dengan cepat, mencoba memberikan alibi yang bisa diterima. Padahal dia tahu betul bahwa semua itu milik Eunbi.

Suga hanya terdiam dan mengangguk perlahan, memendam perasaan yang mulai mengganjal di dadanya. Dia tahu pasti itu milik Eunbi—bando itu bahkan pernah dia lihat dikenakan oleh gadis yang dicintainya beberapa kali di sekolah.

Untuk mengalihkan pikiran, Suga segera membicarakan soal pertandingan basket yang akan datang beberapa minggu lagi. Dia tahu bahwa jika terus bertanya lebih jauh, hatinya hanya akan semakin sakit. Sejak kehadiran Seoyeon dan semua masalah yang terjadi, dia bisa melihat betapa dekatnya Eunbi dengan Bang Chan sekarang.

Malam pun tiba. Di kamar Bang Chan, Eunbi terbangun dari tidur lelapnya. Jendela kamar menunjukkan bahwa langit sudah gelap, namun lampu kamar belum dinyalakan. Ia perlahan bangun dan menyalakan lampu dengan menekan stop kontak di dekat pintu, lalu mulai berjalan keluar sambil memanggil dengan suara lembut yang sedikit serak: "Sayaaangggg...."

Tak mendapatkan jawaban, ia memanggil lagi: "Sayang kamu dimanaa?"

Di ruangan gabut milik bang chan, Bang Chan mendengar suara panggilan Eunbi yang samar namun jelas. Ia segera berpamitan pada Suga, "Suga bentar yaa!" lalu langsung berlari secepat kilat keluar ruangan itu.

"Kenapa pula..." gumam Suga dengan sedikit bingung, melihat teman nya yang tiba-tiba pergi dengan tergesa-gesa.

Saat keluar, Bang Chan langsung mendekap Eunbi dan menutup mulutnya dengan tangannya dengan cepat. "Sssttttt, ada Suga di dalam," bisiknya dengan suara pelan, lalu mengajaknya kembali ke arah kamar. "Kenapa kenapa? Kamu laper ya?" tanya dia sedikit panik, takut suara Eunbi terdengar oleh Suga.

"Aduh, terus gimana? Aku mau pulang, sudah malam nih," ujar Eunbi dengan sedikit kesal karena harus diam-diam seperti ini.

"Ya udah, tunggu bentar yaa. Kamu pake mobil ku  yaa," kata Bang Chan dengan cepat, lalu mengambil kunci mobil Rubicon kesayangannya dari laci meja belajar. Ia memberikan kunci tersebut pada Eunbi.

"Iya," jawab Eunbi dengan mengangguk, segera mengambil tasnya yang berada di sudut kamar. Mereka berjalan bersama menuju pintu kamar, namun sebelum Eunbi keluar, Bang Chan menariknya dengan lembut.

"Sayang..." panggilnya dengan suara rendah, lalu segera memeluk erat tubuh Eunbi dan mencium bibirnya dengan penuh gairah. Sentuhan itu membuat suhu tubuh mereka berdua naik kembali, dan hasrat yang sudah mulai mereda tiba-tiba muncul lagi dengan kuat...

 
Setelah beberapa saat, Bang Chan sedikit menjauh dari ciuman itu, matanya penuh dengan kekhawatiran namun juga kerinduan. Ia menggeleng perlahan dan mengangguk pada Eunbi. "Sayang kamu hati-hati yaa, kabarin aku kalau udah sampe, yuk! Pelan-pelan yaa jangan sampai Suga tahu kamu ada di sini."

Eunbi mengangguk dengan mengerti,  "Oke, aku akan berhati-hati, nanti aku kabarin kalau udah sampe rumah." ujarnya dengan suara pelan.

Bang Chan membimbing Eunbi berjalan dengan sangat hati-hati melalui lorong yang sedikit gelap, menghindari ruangan di mana Suga sedang berada. Mereka berhenti sebentar di dekat pintu belakang rumah.

"Hati-hati sayang!!" bisik Bang Chan dengan cepat, membukakan pintu mobil Rubicon nya untuk Eunbi. "Jangan lupa kirim pesan kalau sudah sampai rumah ya sayang."

"Iya sayang," balas Eunbi dengan lembut, lalu memberikan ciuman cepat pada bibir Bang Chan sebelum segera menutup pintu mobil dan pegi.

Setelah melihat Eunbi benar-benar pergi dan mobilnya mulai melaju menjauh, Bang Chan menarik napas panjang dan kembali masuk ke dalam rumah dengan wajah yang berusaha tetap tenang.

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang