Chapter 10

694 97 0
                                        

Saat semuanya sampai di sekolah, pagar depan udah dipenuhi temsn-temsn lain yang nungguin. Mereka berteriak meriah, bertepuk tangan, dan mengelilingi tim yang bawa piala. Piala itu bercahaya banget di bawah sinar matahari sore, jadi semua orang pengin nyentuh atau foto bareng.

Bang Chan masih nempel pada Eunbi, sambil memegang gagang piala bareng. Eunbi terkadang ngeliat ke arah Suga, yang lagi diselimuti Seoyeon dan beberapa temen lain. Dia ngelirik sedikit, mata terlihat sedikit bingung, tapi langsung balik ke suasana riang yang ada.

"Yuk, kita foto bareng semua di halaman depan sekolah!" teriak salah satu guru yang ikut ke turnamen. Semua orang berjejer, piala diletakkan di tengah-tengah. Di pegang oleh Bang Chan dan Suga.

Setelah foto selesai, kepala sekolah muncul dan memberi sambutan pendek, memuji kerja keras tim. "Besok kita akan ada pesta kecil di aula ya, untuk merayakan kemenangan ini!"  Merekapun bersorak lebih kencang.

Saat orang-orang mulai berhamburan pulang, Seoyeon pegang lengan Suga. "Laper gak? Makan dulu yuk" ujarnya dengan senyum cerah. Suga cuma ngangguk, tapi di hatinya dia masih teringat saat Bang Chan memeluk Eunbi tadi. Setelah menuruti keinginan Seoyon merekapun kembali ke rumah.

Dirumah suga...

Suga seperti biasa duduk santai di teras depan kolam renang. Angin sore membelai rambutnya, dan dia cuma diam melihat air kolam yang beriak.

Seoyeon pun menghampiri Suga lalu duduk di sofa yang sama tepat di sebelah Suga. Dia bawa dua gelas jus jeruk, kasih satu ke Suga.

"suga! apa kamu punya perasaan pada Eunbi?"

Pertanyaan itu langsung bikin Suga kaget, dia melihat ke arah Seoyeon dengan mata yang sedikit bingung. Lalu dia menghela nafas panjang, menganggukan kepala sedikit.

"Ya..." jawabnya pelan, "udah lama banget, mungkin semenjak SMPq"

Dia mengangkat gelas jusnya, minum sedikit.

Seoyeon mendengar dengan serius, tidak menggangguk. Dia melihat Suga dengan pandangan yang hangat. "Oh, gitu.." ujarnya perlahan.

Seoyeon pun semakin mendekat pada Suga, memainkan jemarinya di dada Suga yang masih sedikit naik turun karena napasnya. Bibirnya melengkung ke atas dengan senyum yang menggoda.

"apa aku tidak lebih cantik dari eunbi?"

Suga langsung kaget, tubuhnya sedikit kaku. Matanya menyipit dan melirik sedikit, tidak tahu harus melihat ke mana—entah ke mata Seoyeon yang memikat, atau ke arah kolam renang di depan. Muka dia juga mulai memerah perlahan.

"A-apa yang lo omongin..." jawabnya dengan suara yang tersengal-sengal, "lo cantik kok, tapi itu bukan masalahnya." Dia menghela napas pendek.

Seoyeon tidak mundur, malah lebih dekat lagi sampai udara nafasnya menyentuh pipi Suga dan berbisik "Tapi gimana kalau aku bisa bikin kamu lupa sama dia?" ujarnya dengan nada yang lembut tapi penuh tantangan.

"gak mungkin!!!"

Sugapun ingin bangkit namun di tahan oleh Seoyeon, ia dengan cepat berpindah duduk di pangkuan suga, membuat tubuh Suga terkunci.

Dia meletakkan tangannya di bahu Suga, mata nya tetap menatap langsung ke mata Suga. "Gak mungkin ya?" katanya dengan senyum menggoda yang makin lebar, "Yakin banget? Coba deh lihat aku lagi... apa aku benar-benar gak bisa bikin kamu sedikit pun tergoda?"

Dia sedikit mendekatkan wajahnya, sampe jarak antara mereka cuma sedikit. Angin sore masih bertiup, tapi sekarang Suga cuma bisa merasakan detak jantungnya yang kencang dan kehadiran Seoyeon yang makin dekat.

Suga bingung, detak jantungnya makin kencang seperti mau meledak. Dia coba menoleh ke samping tapi Seoyeon langsung tangkap dagunya agar mata mereka tetap bertemu.

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang