Chapter 13

542 52 0
                                        

Malam hari di rumah Suga

Waktu menunjukan pukul 7 malam, Ayahnya pulang dari kantor dan mendapati Seoyeon yang tengah duduk di ruang tengah sambil memainkan ponsel nya. Iapun seperti biasa duduk di sofa single milik nya sebelum masuk kedalam kamar.

"malam om, gimana kerjaan nya hari ini?" tanya Seoyeon riang, langsung mengubah posisi berbaring nya di sofa jadi duduk, mencoba menyembunyikan luka di lututnya tapi tidak berhasil.

"kaki mu kenapa? keningmu juga kenapa? apa terjadi sesuatu?" tanya nya khawatir, langsung berdiri dan lekas menghampiri Seoyeon untuk memeriksa luka nya. Dia menyentuh bagian kening Seoyeon yang masih sedikit memerah dengan lembut, lalu melihat ke arah lutut yang sudah dibalut.

"Sudah diperiksakan sama dokter belum? Daripada kamu duduk sini, lebih baik istirahat aja di kamar," ujarnya dengan suara penuh perhatian. Seoyeon hanya tersenyum pelan dan mengangguk.

"Aku sudah diperiksakan di ruang sakit sekolah om, tidak apa-apa kok. Cuma sedikit terluka aja karena jatuh dari tangga," jelas Seoyeon dengan nada yang dibuat-buat lemah. "Suga juga sudah bantuin aku tadi."

Ayah Suga menghela napas lega tapi tetap khawatir. "Kalau begitu hati-hati ya nanti. Aku akan bilang sama Suga agar lebih memperhatikan kamu ya, karena kamu tinggal sama kita sekarang kan?"

Setelah itu ayah Suga pun meninggalkan Seoyeon dan mencari Suga di kamarnya. Dia mengetuk pintu dengan keras beberapa kali sebelum membukanya sendiri.

"suga!" tegas ayahnya dengan nada marah, wajahnya memerah karena kemarahan.

Suga yang sedang duduk di meja komputer nya, melihat beberapa foto bersama Eunbi di layar, pun menoleh dan berdiri dengan cepat.
"ada apa ayah?" jawabnya pelan, ekspresi wajahnya menjadi serius.

"apa yang terjadi pada seoyeon? apa saja yang kau lakukan, hah? Sampai-sampai seoyeon terluka parah begitu?" ujar ayahnya sambil berjalan mendekat ke arah Suga. "Sudah ayah bilang, jaga seoyeon dengan baik karena orang tuanya sedang bekerja jauh! Kenapa sekarang bisa begitu? apa kau terlalu sibuk dengan Team Basket? atau gadis yang bernama Eunbi itu?"

Suga menunduk, tangannya mengepal erat. "Ayah, itu bukan salah ku, Seoyeon jatuh sendiri dari tangga saat kami mau pergi ke kantin," jelasnya dengan suara tetap tenang tapi penuh penyesalan. "Aku sudah membantunya dan antar ke Ruang kesehatan sekolah."

"Ayah tidak mau tahu alasanmu!" seru ayahnya lagi. Tanpa diduga, dia mengangkat tangan dan menampar keras pipi Suga, membuat wajahnya terpental ke satu sisi. "Kamu berani membantah ayah?! Kamu harus bertanggung jawab!"

Ayahnya menggeram, mata penuh kemarahan. "Mulai sekarang, aku akan menonaktifkan semua fasilitas kamu—komputer, hp, dan uang saku kamu akan kutahan! Lebih dari itu, kalau kamu tidak bisa menjaga Seoyeon dengan baik dan masih berpikir pada hal lain, aku akan MELARANG kamu bermain basket lagi selamanya!"

Tanpa menunggu jawaban Suga, ayahnya pun berbalik dan keluar dari kamar, menutup pintu dengan sangat keras hingga membuat dinding sedikit bergetar. Suga hanya bisa menatap pintu yang tertutup, tangannya menyentuh pipinya yang sudah mulai memerah. Rasanya bingung antara perasaan yang dia miliki untuk Eunbi, tanggung jawab yang diberikan ayahnya, dan rasa sakit karena kehilangan hal yang paling dia cintai—basket...

Setelah kejadian itu, sugapun memutuskan untuk menginap saja di rumah Bang chan, iapun mengubungi bangg chan untuk meminta izin, meski bang chan merasa agak kesal namun ia tetap mengizinkam Suga untuk datang dan menginap di rumah nya.

Iapun segera mengemas beberapa baju nya lalu pergi tanpa pamit menuju rumah bang chan, belum berapa lama di perjalanan tiba-tiba hujan turin sangat deras, iapun menepikan motor nya lalu berteduh di sebuah mini market.

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang