Hyunjin menarik Bang Chan pergi ke sudut kelas yang lebih sepi, wajahnya masih penuh dengan kebingungan. "Ada apa si sebenernya" ujarnya dengan suara pelan.
"Maaf banget ya Hyunjin, gue terpaksa pakai nama lo buat alibi," jawab Bang Chan dengan penuh permintaan maaf.
Hyunjin menghela napas lalu mengangguk dengan mengerti. "Oke deh, tapi lain kali jangan begini, lo kan bisa chat gue dulu, biar gue siap dan punya jawaban yg masuk akal.
"Iya, sorry" ujar Bang Chan dengan wajah yang penuh kesusahan. "Yaudaj nanti kalau ada yang nanya lo, bilang ajah iya lo pinjem mobil gue ya"
"Oke " singkat Hyunjin.
Saat mereka sedang berbicara, mereka tidak menyadari kalau Suga sudah melihat mereka dari kejauhan. Ia melihat bagaimana Hyunjin dan Bang Chan berbisik-bisik dengan ekspresi yang serius, lalu melihat Eunbi yang sedang berbicara dengan Minji di sisi lain kelas.
Tanpa berpikir panjang, Suga berdiri dan mendekat ke arah Hyunjin dan Bang Chan. "Hyunjin, kemarin lo kerumah bang chan, kenapa gak masuk? Kan gue juga ada di sana, kita bisa sedikit ngobrol soal latihan, hmm btw bukan nya lo ada mobil? Kenapa pinjem mobil bang chan?" tanya dia dengan suara yang tenang namun penuh dengan tekanan.
Hyunjin langsung sedikit terkejut dan melihat ke arah Bang Chan yang juga terlihat kaget. "I.. iyaa, gue buru-buru, makanya gak mampir, dan iya kemarin gue pinjem buat jalan sama cewek," jawab Hyunjin dengan suara yang sedikit gemetar, berusaha tetap tenang.
"Oh, oke," singkat Suga dengan nada yang datar.
Di sisi lain, Eunbi masih terlihat memakai hodie pink miliknya, tidak menyadari bahwa banyak mata sudah melihatnya datang dengan mobil Bang Chan. Bang Chan segera berbisik pada Hyunjin dengan cepat, "Bawa tas gue ke Eunbi terus kasih baju seragamnya ke dia, cepet!"
Tanpa banyak kata, Hyunjin langsung mengambil tas Bang Chan dan berjalan diam-diam menuju Eunbi. Ia memberikan baju seragam dengan cepat dan memberi isyarat agar Eunbi menggantinya segera. Eunbi mengangguk dengan malu, langsung pergi ke kamar mandi sekolah untuk mengganti pakaian.
Sementara itu, Bang Chan membuat Suga sibuk dengan mengajukan berbagai pertanyaan tentang strategi pertandingan basket yang akan datang. Ia berusaha mengalihkan perhatian Suga agar tidak terlalu banyak berpikir tentang hal lain.
Setelah Hyunjin selesai dan memberi kode dengan mengangguk dari kejauhan, Bang Chan segera menyelesaikan obrolannya dengan Suga. "Oke deh Suga, makasih ya sudah menjelaskannya. Kalau ada yang kurang kita bisa bahas lagi nanti aja ya," ujarnya sebelum kembali ke mejanya.
*
Beberapa hari kemudian, kelima sahabat—Bang Chan, Suga, Hyunjin, Jungkook, dan Taehyung—berkumpul di cafe dekat rumah Bang Chan. Tempat itu bukanlah tempat yang asing bagi mereka, karena tepat di sekitar sini mereka pernah diserang oleh anak-anak tim basket lawan saat pulang malam.
Setelah selesai makan dan berbincang tentang rencana latihan, mereka memutuskan untuk pulang kerumah Bang chan dengan berjalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh. Namun tak disangka, ketika mereka memasuki gang yang sepi, beberapa anggota gank dengan tongkat baseball di tangan menghadang jalan mereka.
"Siapa Kapten basket Wolf?!" teriak salah satu pria yang tampak sebagai pemimpinnya, wajahnya penuh dengan kemarahan.
"Aku!" Bang Chan tanpa ragu berjalan maju ke depan, menghadapi mereka dengan wajah yang tegas.
"Yak, jangan bodoh!" gusar Hyunjin menarik lengan Bang Chan, mencoba menghalanginya. Suga pun terkejut kaget—karena sebenarnya diri nyalah yang menjadi kapten tim basket Wolf. Ia sangat paham mengapa Bang Chan melakukan itu: agar melindungi dirinya, tidak ingin kejadian yang membuatnya terluka berat terulang kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
LET GO!!
AcciónBang chan x Suga! Pertarungan Basket, dan sebuah kebebasan yang sulit mereka raih membuat mereka harus bertaruh nyawa.
