chapter 6

812 58 0
                                        

Dirumah suga malam itu suasana terasa hening, tidak ada anggota keluarga selain ayah suga yang selalu berada di ruang kerjanya, suga di kamar nya dan Seoyeon,  Asisten rumah tangga tidak di biarkan tinggal di rumah, hanya datang pagi dan pulang sore.

Dari kejauhan Seoyeon mondar-mandir di depan pintu kamar suga.

"Ketuk gak yaa?" Dengan bimbang seraya mengigit kuku nya.

Namun dari sisi lain suga berjalan menuju kamarnya melihat Seoyeon dengan tatapan kesal.

"Ngapain lo disitu?" Ujar suga.

"A.. aku mau minta maaf soal kejadian tempo hari" gugup Seoyeon.

"Minggir!" Tegas suga.

"Gak mau, maafin aku dulu" bicaranya agak canggung tapi masih bisa berjalan ke depan pintu seolah memblokir jalan suga untuk masuk ke kamar nya

"MINGGIR.." bicaranya keras, seraya  mendorong bahu Seoyeon lalu masuk kedalam kamar nya.

Seoyeon terkejut terhantam ke dinding samping pintu, dada terasa sesak. Dia melihat Suga langsung masuk kamar dan kunci pintu dari dalam—klik—bunyi itu terdengar jelas dan menyakitkan.

"Huh..." dia menghela nafas dengan kencang, tangan mengepal, Dia berdiri di depan pintu, coba ketuk lembut. "Suga... tolong dong, dengerin aku sebentar aja..."

Tidak ada suara dari dalam. Hanya sunyi.

Dia ketuk lagi, lebih keras sedikit. "Aku beneran minta maaf... aku tahu aku salah bikin keributan waktu itu"

Masih tidak ada jawaban. Seoyeon mulai merasa mata berkaca-kaca, tapi dia coba menahan. Dia berdiri di situ, sampai kaki nya mulai pegal.

"Ya udah deh..." gumamnya pelan, suara bergetar. Dia berjalan perlahan menuju tangga, pikirannya penuh dengan apa yang salah dari dirinya. Kenapa aku selalu cepet marah? Kenapa Suga gak mau maafin aku? Apakah dia udah gak mau peduli lagi?

Di kamar, Suga berdiri di balik pintu, mendengar langkah Seoyeon menjauh. Wajahnya tetap datar, tapi jari-jari dia menggenggam handle pintu sampai putih. Dia tidak mau bicara—dia mau Seoyeon benar-benar berpikir dan menyadari kesalahannya sendiri.

Keesokan paginya, suga bangun lebih pagi..

"Ayah nanti tolong antar Seoyeon ya, aku mau ada urusan dulu, jadi aku berangkat lebih pagi" ujarnya, sejujurnya Ia sangat muak dan tidak ingin berinteraksi dengan Seoyeon.

"Baiklah, sepagi ini ada apa?" Ayah suga, sugapun hanya tersenyum dan berlalu di balik pintu utama rumahnya.

pagi itu suga melajukan motor sport kesayangan nya menuju kediaman Bang chan.

tin..tin..

terlihat Bang chan yang juga sudah siap menutup gerbang rumah nya dan menaiki motor nya, telat 1 menit saja mungkin suga tidak akan bertemu dengan bang chan.

"suga!" seru nya

"bang chan, gue butuh lu, temenin gue bolos hari ini ya?"

Bang Chan menoleh ke arah Suga, wajahnya sedikit bingung tapi langsung mengangguk. "Bolos? Kenapa? Emang lu ada masalah apa?"

"Gak ada, cuma gak mau ke sekolah aja," jawab Suga datar, melaju motornya menyusul Bang Chan. "Gue muak lihat orang-orang sana, terutama..." dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "ya gitu aja."

Bang Chan memahami langsung. Dia tahu soal perkelahian Seoyeon  dan betapa marah Suga padanya. "Oke deh, gue temenin. Kita ke pantai aja yuk? Pagi-pagi masih sejuk."

Mereka melaju ke pantai yang jaraknya cuma 15 menit dari rumah Bang Chan. Sampai disana, mereka memarkirkan lalu turun dari motor dan duduk di tebing kecil yang menghadap laut. Udara pagi segar menyebar, mengusir sedikit kelelahan di dada Suga.

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang