Pak Min-seok meraih kedua tangan Suga dengan erat, matanya masih berkaca-kaca tapi penuh tekad. "Aku berjanji tidak akan lagi menentang hubunganmu dan Eunbi, Nak. Asalkan kamu pulang ke rumah dan menyembuhkan dirimu dengan baik. Aku juga menyadari bahwa aku telah membuat kesalahan besar—memaksamu untuk menjaga Seoyeon terus-menerus, padahal itu bukan tanggung jawabmu semata. Eunbi pasti merasa tidak nyaman melihat kalian selalu bersama. Aku akan bicara dengan Seoyeon dan menjelaskan semuanya padanya dengan baik."
Suga menatap ayahnya dengan mata penuh keheranan dan sedikit harapan. "Apa itu banar?"
"Iya Ayah bersungguh - sungguh, Nak," jawab Pak Min-seok dengan suara tegas. "Aku sudah menyadari bahwa cinta dan kebahagiaanmu jauh lebih penting daripada segala sesuatu yang kuhitungkan selama ini. Dan aku juga akan meminta maaf pada Eunbi dan ayahnya karena sikapku yang salah selama ini."
Sementara itu, Bang Chan yang berdiri di sisi lain ranjang merasa seperti ada sesuatu yang menusuk hatinya. Ia tahu bahwa Eunbi pernah mencintai Suga, dan sekarang dengan dukungan ayah Suga, kemungkinan mereka akan kembali bersama. Namun ia hanya bisa terdiam, menahan perasaan sakit hati yang muncul.
Jihoon melihat ekspresi wajah Bang Chan yang tampak murung dan canggung pun perlahan mendekat dan menepuk punggung pemuda itu dengan lembut. ia berkata dengan nada yang hangat dan penuh pemahaman, "Aku ada di pihakmu, nak! Aku tau semuanya tentang kalian, kau dan anak ku" bisik nya pada bang chan
Bang Chan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Jihoon, yang memberikan senyum penghiburan padanya. Ia mengangguk perlahan sebagai bentuk terima kasih, meskipun hatinya masih terasa berat. Aku mencintai Eunbi dengan tulus, pikirnya. Aku akan membuktikan aku layak untuk nya.
Suga melihat ke arah Bang Chan dan merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan temannya. Ia ingin berkata, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Pak Min-seok juga menyadari bahwa kehadirannya mungkin telah membuat Bang Chan merasa tidak nyaman.
"Ayah akan memberi kamu waktu untuk beristirahat" ujar Pak Min-seok sambil berdiri. "Aku akan pulang dulu untuk mengurus beberapa hal, lalu akan kembali besok pagi dengan makanan kesukaanmu. Om Jihoon, bolehkah aku mengantar kamu pulang?"
Jihoon mengangguk dan menoleh ke Bang Chan. "Kamu ingin ikut bersama kami?"
"Biarkan aku tinggal saja, Om," jawab Bang Chan dengan senyum lembut. "Aku menginap disini untuk menjaga Suga."
Setelah Pak Min-seok dan Jihoon keluar dari kamar, kamar menjadi sunyi untuk beberapa saat. Akhirnya Suga membuka bicara, "Chan... sorry yaa soal tadi"
Bang Chan menggeleng perlahan dan duduk di kursi yang baru saja ditinggalkan Pak Min-seok. "Gak apa-apa?"
*
Di dalam mobil yang melaju pelan di jalan raya sore itu, suasana awalnya cukup sunyi sebelum Pak Min-seok membuka pembicaraan.
"Jihoon, aku minta maaf! Aku tahu tidak seharusnya aku begitu—menilai kamu hanya dari masa lalu tanpa pernah mencoba mengenalmu lebih baik," ucap Pak Min-seok dengan suara penuh rasa malu dan penghormatan. Ia melihat ke arah pria yang lebih muda darinya di sebelah kanan kursi pengemudi. "Usia kita memang terpaut jauh ya... aku sudah menikah lebih awal dan baru punya Suga ketika umurku sudah tidak muda lagi, sementara kamu lebih muda tapi sudah menjalani banyak hal dalam hidupmu."
Jihoon menghela napas dan tersenyum perlahan sambil tetap fokus mengemudi. "Sudahlah, tidak apa-apa, Pak. Min-seok. Aku mengerti kekhawatiranmu sebagai seorang ayah. Di masa muda ku memang benar-benar berandalan—suka bertengkar dan sering berada di tempat yang salah. Tapi aku bukan kriminal."
Ia sedikit menoleh ke arah Pak Min-seok sebelum kembali melihat jalan. "Aku adalah seorang mantan tentara Korea—angkatan udara, sebagai pilot pesawat tempur. Aku tahu batasan-batasan yang harus dijaga, dan juga arti dari tanggung jawab. Ketika istriku meninggal dan aku ditinggal sendirian dengan Eunbi, aku menyadari bahwa aku harus mengubah hidupku untuknya. Aku tidak ingin dia tumbuh dengan rasa malu karena ayahnya adalah orang yang tidak benar-benar punya tujuan dalam hidup."
KAMU SEDANG MEMBACA
LET GO!!
AcciónBang chan x Suga! Pertarungan Basket, dan sebuah kebebasan yang sulit mereka raih membuat mereka harus bertaruh nyawa.
