Chapter 8

1K 58 0
                                        

Keesokan harinya, sepulang sekolah, tim cheerleader berkumpul di lapangan olahraga. Ada wajah baru yang bergabung—Seoyeon. Dia berdiri sedikit malu , sambil memegang spanduk tim.

"Eh, Seoyeon ikut cheerleader ya?" tanya salah satu anggota.

Seoyeon mengangguk dengan senyum lembut. "Iya... mau coba yang baru. Dan juga..." dia berjalan mendekati Minji, Eunbi, dan Bora, "aku mau minta maaf banget sama lo semua karena sikap aku yang kurang baik beberapa hari lalu. Aku beneran menyesal, terutama kalo udah bikin lo semua takut."

Minji melihatnya dengan wajah waspada. Dia masih inget bagaimana Seoyeon pernah tiba-tiba memyerang dan melukai Eunbi "Hmm... yaudah deh, tapi jangan sampe buat masalah lagi ya."

Bora juga mengangguk. "Iya, kita coba kasih kesempatan, tapi jangan sampe bikin kecewa lagi."

Eunbi yang selalu ramah, tersenyum ke arah Seoyeon. "Gapapa Semua orang pasti pernah salah kan? Yuk,kita latih bareng!"

Seoyeon lega banget. Dia mengangguk cepat. "Makasih ya!!"

Mereka mulai latihan gerakan cheerleader—melompat, berteriak, dan membentuk formasi. Seoyeon belajar dengan cepat, meskipun kadang salah langkah. Tapi teman-teman tim selalu membantu dia, tanpa memarahi.

Sedang itu, dari kejauhan, Suga, Bang Chan, dan Hyunjin baru tiba untuk latihan basket. Suga melihat Seoyeon yang sedang latih cheerleader. Dia mengangkat alis—dia tidak tahu Seoyeon ikut tim cheerleader. Wajahnya masih datar, tapi dia melihat Seoyeon yang lebih tenang dan baik hati sekarang, dan sedikit merasa lega.

Mereka mulai latihan gerakan bareng—Bora memimpin gerakan loncat sambil berteriak. Seoyeon berdiri di sebelah Eunbi, mencoba mengikuti langkahnya.

Tiba-tiba, ketika mereka mau melakukan gerakan bergantian, Seoyeon dengan sengaja menabrakan tubuhnya ke arah Eunbi.

Bruk!

Eunbi langsung terjatuh ke lantai, tangan kiri dia menempel ke tanah untuk menahan badannya—dan tepalak tangannya langsung terluka, berdarah sedikit terkena serpihan batu.

"Aduh! Eunbi!" seru Bora dengan khawatir, langsung mendekat.

Minji langsung marah. Dia menarik Seoyeon dengan kuat. "Lo apa sih?! Tadi baru minta maaf, sekarang malah sengaja nabrak Eunbi?!"

Seoyeon coba melepaskan diri. "Gak sengaja! Aku salah langkah!" tapi wajahnya sendu, seolah dia tidak sengaja melakukannya.

Eunbi duduk di lantai, menahan tangan yang terluka. "Gakpapa kok.. mungkin Seoyeon cuma salah langkah aja..." tapi matanya sudah berkaca-kaca.

Dari kejauhan, Suga melihat semua ini. Dia langsung marah—dia melihat jelas bahwa Seoyeon nabrak Eunbi dengan sengaja. Dia melemparkan bola basket yang dia pegang.

"Masih sama" guman Suga dari kejauhan.
 

"Aku ga sengaja kok, beneran deh!" kata Seoyeon dengan suara sedikit gemetar, tapi mata dia masih terlihat sinis.

Minji semakin marah. "Sengaja atau gak, lo udah bikin Eunbi terluka! Beneran lo gak berubah ya!"

Eunbi masih duduk di lantai, tangan yang terluka berdarah sedikit. Dia coba menyenangkan Minji yang masih marah. "Itu gak parah banget, Minji. Jangan marah..." dia lalu perlahan berdiri, meskipun tangan dia masih terasa sakit.

Eunbi menghadap Seoyeon dan tersenyum lembut. "Gapapa kok, lain kali hati-hati yaa."

Seoyeon melihatnya, mata dia sejenak terkejut—dia tidak berharap Eunbi akan begitu ramah padanya. Dia melunak sedikit, lalu mengusap lengan Eunbi perlahan. "Maaf yaa Eunbi..." suaranya juga lebih lembut sekarang, tidak lagi sinis.

Minji dan Bora saling menatap, masih waspada tapi sedikit lega melihat Eunbi tidak marah. "Yaudah aku ke Uks dulu yaa," ujar Eunbi sambil berjalan perlahan ke arah ruang perawat.

Dari kejauhan, Suga melihat semua ini. Dia melihat Eunbi yang baik hati meskipun terluka, dan Seoyeon yang seolah mulai merasa bersalah. Langkahnya yang ditahan Bang Chan dan Hyunjin juga mulai rileks.

"Lo lihat? Eunbi aja gak marah, lo juga tenang ya Suga," ucap Hyunjin pelan.

Suga mengangguk, tapi masih melihat Seoyeon yang berdiri sendirian di lapangan. Suga masih tidak mau ngobrol sama dia, tapi rasanya tidak sepanas tadi lagi.

Bang Chan menyentuh pundak suga, "Yaudah, ayo kita latihan basket aja. Nanti kalo Eunbi pulang dari Uks, kita tanya keadaannya ya."

"Bahaya banget Seoyeon, cewek manipulatif kaya dia harus di kasih pelajaran sih, kalau di diemin makin jadi" ujar Taehyung sambil mendrible bola dengan cepat.

"Kasih pelajaran apa?" tanya Jungkook yang berdiri di depannya

"Apa gue lempar ajah ke laut ya" umpat Hyunjin sambil menangkap bola lemparan Bang Chan.

Bang Chan langsung ketawa. "Serius lu? Jangan dong, nanti di makan hiu!"

Suga yang sedang melempar bola ke arah ring hanya diam, tapi dia setuju dengan apa yang Taehyung katakan. Seoyeon memang sering berbuat hal yang tidak jelas—kadang baik, kadang sengaja menyakitkan orang.

"Ya tapi lo lihat tadi? Dia sengaja nabrak Eunbi, tapi abis itu malah minta maaf kayak orang benera," ujar Bora yang tiba di pinggir lapangan  "Aku bingung deh, dia beneran berubah atau cuma pura-pura?"

"Pasti pura-pura!" ucap Minji yang ikut datang. "Dia selalu begitu—sama sekali tidak bisa dipercaya!"

Tiba-tiba, Eunbi muncul dari arah Uks, tangan dia sudah dibalut perban. "Hai semuanya!?" dia tersenyum seolah tidak ada yang terjadi.

Hyunjin langsung mendekat. "Eunbi, tangan lo gak parah kan? Kalo sakit, pulang aja deh!" Sambil memegang tanta eunbi yang terluka

"Gak parah kok! Bisa ikut nonton kalian semua latihan," jawab Eunbi senang. Dia melihat Suga yang berdiri di kejauhan dan senyum padanya—Suga juga senyum balik sedikit, ini hal jarang dia lakukan.

Saat mereka lagi asyik latihan basket dan ngobrol, tiba-tiba ada suara manis yang terdengar dari belakang. "Hai semuanya! Kalian keren banget loh, tim kita pasti menang?"

Mereka semua berbalik ke arah suara itu—ternyata Seoyeon yang muncul, dengan wajah yang sok-sok manis dan tersenyum lebar. Dia berjalan mendekati mereka dengan langkah pelan, sambil membenarkan rambutnya.

Minji langsung menggeleng. "Ngapain si?" bisiknya ke Bora.

Seoyeon mendekati Eunbi yang berada dekat Hyunjin  "Eunbi, tangan lo udah baikan kan? Maaf ya tadi, beneran aku salah langkah," ujarnya dengan suara lembut banget.

Eunbi hanya tersenyum. "Gapapa kok, udah baik."

Seoyeon lalu melihat ke arah Suga, yang sedang berdiri jauh. Dia tersenyum lebih lebar. "Suga, Semangat yaa"

Suga hanya mengangkat alis, tidak menjawab. Dia berjalan ke arah pinggir lapangan, menghindari pandangan Seoyeon.

Hyunjin yang melihat ini langsung mendekat. "Hei, lo mau ngapain sih disini? Tim cheerleadernya udah selesai latihan kan?" suaranya sedikit cuek.

Seoyeon cemberut. "Aduh, Hyunjin, jangan begitu dong. Aku cuma mau nonton kalian semua latihan aja. Bisa kan?" dia melihat semua orang dengan wajah sok kesepian.

Bang Chan yang selalu baik hati akhirnya ngomong. "Ya udah, silakan. Tapi jangan ganggu latihan ya."

Seoyeon langsung tersenyum senang. "Iya! Makasih Chan! Aku cuma duduk di situ aja kok!" dia langsung duduk di pinggir lapangan, terus menatap Suga yang sedang latihan.

 
***

Waktu terus berlalu Seoyeon pun mulai bisa mengembalikan kepercayaa  suga, bahwa ia sudah jadi sosok yang lebih baik. Sikap suga pun kembali membaik seperti sebelum nya, namun tetap saja Seoyeon selalu menempel kemanapun Suga pergi, di lekas, saat latihan basket, saat keluar bersama teman-temannya. Yang jelas membuat suga merasa risih, iapun benar-benar menantikan saat Seoyeon pulang ke rumah nya sendiri di jeju.

Dont forget votemen 😘💕😉

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang