Chapter 12

582 57 0
                                        

Saat jam istirahat tiba, Suga dengan wajah penuh kebingungan melangkah menuruni tangga bersama Seoyeon menuju kantin. Pikirannya masih terjebak pada apa yang terjadi dengan Eunbi tadi pagi—dia merasa sangat menyesal dan tidak tahu harus bagaimana.

Seoyeon yang menyadari bahwa Suga tidak memperhatikannya sama sekali, merasa hati nya sakit dan cemburu. Tanpa berpikir panjang, dia sengaja menyandungkan kaki nya, membuat dirinya terjatuh dari beberapa anak tangga hingga terluka di bagian lutut dan pundak.

"Argh!" teriak Seoyeon dengan suara nyaring, membuat Suga yang sedang terpikir-pikir langsung terkejut dan berbalik arah.

"Seoyeon!" seru Suga dengan khawatir, segera mendekat dan membantunya berdiri. "Kamu apa nih? Kenapa jatuh begitu?"

Lutut Seoyeon sudah mulai berdarah, dan wajahnya tampak kesakitan. Dia memegang pundaknya dengan lembut, melihat ke arah Suga dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. "Aku... aku tidak sengaja. Kaki ku tersandung dan aku tidak bisa mengontrolnya..." ujarnya dengan suara lembut, berusaha menunjukkan bahwa dia benar-benar terluka.

Suga langsung mengangkat badan Seoyeon dengan hati-hati. "Kita harus segera ke ruang kesehatan sekolah! Jangan kuatir ya, aku akan antar kamu." Ujarnya dengan penuh perhatian, membuat Seoyeon sedikit tersenyum meskipun wajahnya masih menunjukkan rasa sakit.

Hyunjin, Jungkook, dan Taehyung yang sedang berjalan ke kantin tepat menyaksikan kejadian itu dari bawah tangga. Mereka saling bertukar pandangan dengan ekspresi yang sama—tidak terkejut sedikit pun.

"Seperti biasa" ujar Hyunjin dengan nada tidak heran, menggeleng-geleng kepala. "Segala cara dilakukan cuma buat dapetin perhatian Suga."

Jungkook mengangguk singkat, lalu melirik arah kantin. "Ya sudah, kita ke kantin kuy. Gue udah lapar banget nih."

Taehyung juga mengangguk setuju tanpa banyak bicara. "Kuy..."

Setelah sampai, mereka segera mengantri makanan dan mencari tempat duduk.

Dari kejauhan mereka melihat Minji duduk bersama Eunbi dan Bang Chan di sudut paling dalam kantin—tempat yang cukup sepi agar mereka bisa bicara dengan tenang.

Eunbi sudah tidak menangis lagi, wajahnya terlihat lebih tenang dan jelas sedang menceritakan apa yang terjadi. Dia bergerak sedikit saat berbicara, kadang menyentuh bibirnya atau mengusap lututnya dengan lembut.

"...Jadi saat itu dia tiba-tiba mencium aku, Chan," jelas Eunbi dengan suara pelan tapi jelas terdengar oleh Minji dan Chan. "Dan aku sadar tentang satu hal, perasaan ku berubah"

Minji mengangguk dengan penuh perhatian, menggenggam tangan Eunbi. "Gue ngerti banget, Eunbi. Kadang kita bingung sama perasaan kita sendiri."

Bang Chan yang duduk di sebelahnya hanya diam tapi tetap fokus mendengarkan, sesekali mengangguk atau memberikan sentuhan lembut di pundak Eunbi untuk menunjukkan dukungannya.

Hyunjin, Jungkook, dan Taehyung hanya melihat dari kejauhan lalu saling bertukar pandangan. Mereka tidak mengganggu dan memilih untuk tetap di tempat mereka sendiri, memberi ruang pada ketiga teman mereka.

Setelah Eunbi selesai bercerita, dia menunduk perlahan dengan ekspresi masih sedikit menyedihkan.

Bang chan pun mengusap kepala Eunbi dengan lembut, jari-jari nya menyentuh rambutnya yang rapi. "Sudah tidak apa-apa ? Yang penting kamu sekarang sudah tahu apa yang kamu rasakan," ujarnya dengan suara hangat, memberikan rasa nyaman pada Eunbi.

Sementara itu Minji mengenggam kedua tangan Eunbi erat-erat, matanya penuh empati. Dia tidak perlu banyak bicara—sentuhan tangannya saja sudah seolah ikut masuk dalam kesedihan Eunbi, menunjukkan bahwa dia selalu ada untuk sahabatnya.

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang