Chapter 7

956 60 0
                                        


"Gue udah kelar nih" ujar Bang Chan.

"Anjir, lu makan gak di kunyah ya" umpat Hyunjin sambil masih mengunyah mie nya. Suga pun hanya tersenyum kecil, tanpa mengucapkan apa-apa.

dddrrrttt... drrrrtttt....

Tiba-tiba ponsel Bang Chan bergetar di meja. Dia membuka sejenak, melihat notifikasi lalu meletakkannya lagi tanpa mengunci, lalu pergi mencuci piring di sink.

Mata Suga secara tidak sengaja tertuju pada wallpaper ponsel Bang Chan. Dia langsung terdiam—wallpaper itu adalah foto Eunbi dan Bang chan yang tersenyum manis dengan pose bang chan mencubit pipi Eunbi, Wajahnya langsung jadi dingin, jari-jari dia menggenggam sendoknya.

Hyunjin melihat ini dan langsung sedikit panik. Dia tahu selama ini Bang Chan menyembunyikan perasaan sama Eunbi karena takut menyakiti Suga, dan Hyunjin adalah satu-satunya yang tahu rahasia itu. Dia sejenak tertegun, lalu dengan cepat menggapai ponsel dan menekan tombol kunci, tangan nya sedikit gemetar.

Tiba-tiba Bang Chan kembali dari dapur. "Kenapa pada diem-dieman  gitu?!"

Hyunjin langsung bangkit dari kursinya dengan alibi yang cepet. "Ah! Iya kan! Gue lupa, hp gue habis batre! Mau numpang charger di kamar lu dong Chan!" dia langsung menghabiskan mie nya dan berlari sambil membawa segelas air ke kamar Bang Chan tanpa menunggu jawaban, biar tidak ada yang nanya lagi.

Suga masih diam di meja, mata dia masih menatap tempat ponsel Bang Chan tadi. Dia tahu apa yang dia lihat—dan rasa yang dia coba sembunyikan seharian ini tiba-tiba muncul lagi.

Bang Chan mengangkat alis, bingung melihat Hyunjin yang buru-buru.

"Aduhhh si Tolol iniii" gemas Hyunjin sambil berlari ke kamar Bang Chan, menutup pintu dengan cepat. Dia bersandar di dinding, nafasnya kencang karena panik. Kenapa sih Chan lupa kunci hpnya? Udah jelas Suga lihat wallpaper-nya! pikirnya bingung.

Di ruang tamu, setelah makan dan mencuci piring Suga pun duduk diam di sofa. "Jadi, gini ya? Jadi selama ini mereka ada hubungan? Gue jadi ngerasa kaya orang bego" batinnya terisak. Dia memandang lantai dengan wajah datar, tapi hatinya terasa sakit—semua harapan dia sama Eunbi seolah hancur dalam sekejap.

Bang Chan mendekat ke ke sofa, melihat wajah Suga yang tidak biasa. "Lo kenapa Suga? Kenapa diam-diam gitu? HyuJin juga aneh banget."

Suga mengangkat kepala, mata dia kosong. "Gak apa-apa. Cuma lelah."

"Tapi lo kayak ada yang pikirkan banget," ucap Bang Chan pelan. Dia mau nanya lebih lanjut, tapi melihat wajah Suga yang jelas tidak mau bicara, dia menghentikan diri. "Yaudah, kalo lo lelah, bisa tidur di kamar gue ya. Hyunjin kan lagi ada disana"

Padahal sebenarnya, Bang Chan dan Eunbi hanya teman biasa—wallpaper itu cuma foto yang diambil pas mereka ketemu di taman seminggu lalu, dan Bang Chan cuma suka dengan senyum Eunbi yang manis. Dia tidak pernah berpikir akan membuat Suga salah paham.

Di kamar, Hyunjin mendengar percakapan mereka dari balik pintu. Dia merasa bersalah, tapi mau gimana tanggal apes gak ada di kalender.

Dari kamar Bang Chan, Hyunjin cepat-cepat ngetik pesan di hp: "Wallpaper lu... begooo! tadi suga liat" lalu kirim langsung.

Di ruang tamu, Bang Chan melihat notifikasi dan membaca pesannya. Dia sejenak terkejut, tapi langsung kembali tenang—dia hanya diam seolah tak terjadi apa-apa, tidak mau Suga melihat dia kaget.

Tanpa berkata apa-apa, Bang Chan duduk di sofa sebelah Suga dan buka topik baru. "Lo tau gak? Bulan depan ada turnamen basket antar sekolah. Tim kita udah daftar loh."

Suga mengangkat alis sedikit, masih dengan wajah datar. "Oh. Yaudah."

"Gue pikir lo harus ikut deh," lanjut Bang Chan sembari tersenyum. "Lo main basket bagus banget, kita butuh lo buat menang."

LET GO!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang