Bagaimana rasanya jatuh cinta?
SEHARI sebelum menyambut kedatangan Winona di No. 46, Aries memastikan setiap tahap dalam rencananya matang. Dimulai dari menilai cara Winona menilai makanan dan tempat usahanya. Lalu, menentukan momen untuk memberitahu masalah pada ulasan La Belle Luna yang diunggah di YummyFood.
Kemudian, saat dua langkah tadi sukses diekeskusi, Aries bakal mengontak reviewer lain untuk menurunkan tulisan mereka tentang restoran tersebut. Kalau mau tega, dia bisa saja mengekspos Lucio dan semua kebohongan yang telah dia publikasikan.
Namun, Aries tak pernah menduga bila bertemu Winona menjadi kesalahan yang kelak disyukuri di kemudian hari.
*
"Selamat siang, saya Winona dari YummyFood."
"Aries, owner dan executive chef No.46."
Perkenalan singkat tersebut tak memberikan kesan mendalam bagi Aries. Fokusnya terpusat pada hidangan-hidangan yang disajikan kepada Winona. Sesekali, dia mengawasi ekspresi gadis itu kala menyantap kreasinya.
Tak dipungkiri, Aries puas kala mendapati Winona menggumam takjub.
Sayanganya, review yang Winona tinggalkan untuk No. 46 terlalu... kaku. Alurnya berbeda dari tulisan-tulisan yang dia buat untuk tempat makan lain. Sebenarnya, Aries dapat menebak faktor utamanya: tak ada musik latar yang bisa gadis itu nilai. Meski begitu, dia mengharapkan improvisasi, karena baginya Winona bukan penulis yang buruk.
Fokus, Aries, dirinya mengingatkan diri. Ingat tujuan utamamu. Mengungkapkan kebenaran kepada para reviewer terkait La Belle Luna.
Maka, saat kali kedua bersua dengan Winona di acara tujuh bulan kehamilan Ghina, Aries segera memanfaatkan kesempatan. Mengonfrontasi gadis itu perihal review-nya yang kurang memuaskan. Alih-alih menerima permintaan maaf, Winona malah mendebatnya.
Kejadian yang lantas mengantarkan mereka pada pertemuan ketiga di pasar.
Kemudian, Aries mengundangnya sarapan di No. 46. Menyimak celotehnya perihal musik latar sebagai salah satu aspek terpenting untuk membangun suasana tempat makan.
Setelah itu, muncul pertemuan-pertemuan tak terduga.
Sekonyong-konyong, Aries menawarkan kamar kosong di lantai dua No. 46 saat Winona memerlukan tempat tinggal baru.
Tak lama berselang, pria itu melupakan tujuan utamanya.
Hingga pada satu malam berhujan, Aries bertanya,
"Can I kiss you for once?"
*
Kehadiran Winona dalam hidup Aries berhasil merobohkan pertahanan yang dibangun selepas pengkhianatan Sarah. Terlambat pula bagi pria itu buat mundur kala menyadari perubahan yang terjadi dalam rencananya. Seketika saja dia bimbang meneruskan, bahkan sempat panik kala Winona berkata,
"Kalau itu pilihanmu, kita enggak usah saling mengenal lagi, Aries."
Tanpa bantuan Winona, Aries barangkali tak bakal menurunkan ego untuk bertatap muka lagi dengan Lucio. Keduanya mencari solusi terbaik buat menyelesaikan masalah, baik untuk La Belle Luna maupun hubungan mereka sebagai ayah dan anak.
Selepas momen itu pula, Winona tanpa basa-basi bertanya,
"What are we now, Aries? Apa kita akan tetap kasual atau... perlu melangkah ke tahap yang lebih serius?"
Perlu beberapa hari bagi Aries memproses pertanyaan itu. Wajar bila Winona menanyakan kejelasan status mereka. Keduanya bukan kekasih, tetapi saling berbagi rahasia sampai kontak fisik. Di sisi lain, pria itu merasa mereka perlu menuntaskan masing-masing masalah dari masa lalu yang masih menghantui.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nights with Aries
RomansaAries menyodorkan empat pak pembalut kepada kasir. "Buat istrinya, ya, Mas?" "Iya." Aries punya kehidupan normal dari pukul enam pagi sampai enam sore. Di luar jam itu, ada kisah-kisah tak terduga menantinya setiap malam. *** © 2016 Erlin Natawiria
