Kondangan

22.3K 1.7K 59
                                        

Kapan menikah?

SATU hari di No. 46, Aries tak sengaja mencuri dengar sepotong percakapan dua perempuan—satu karyawan bank dan seorang lagi staf hotel. Salah satu di antara mereka sedang mempersiapkan daftar tamu undangan untuk pesta pernikahan. Di tengah obrolan, si staf hotel berujar,

"Bener kata orang-orang. Makin tua usia lo, makin kecil lingkaran pertemanannya. Nih, daftar tamu gue, yang diundang dari circle temen enggak sampai lima puluh orang."

"Wajar, Babe, udah pada mencar," sahut si karyawan bank. "Seenggaknya masih ada yang bisa lo undang."

Obrolan itu tak muncul lagi dalam ingatan Aries sampai Nindya mengirim undangan pernikahan padanya dan Winona seminggu lalu. Sang kekasih antusias datang, bahkan sempat membantu Nindya mempersiapkan bridal shower.

Sementara bagi Aries, undangan Nindya adalah yang kedua dia terima setelah pulang ke Bandung. Dari Leo-Ghina, Aries mendapat gambaran bila resepsi pernikahan di Indonesia cenderung meriah dan terpusat pada keluarga. Cukup kontras bila dibandingkan pesta pernikahan teman-temannya di California yang lebih intim dan sederhana, meski ada segelintir yang diselenggarakan besar-besaran.

Perbedaan lain yang Aries rasakan saat mendatangi kondangan di California dan Bandung adalah kehadiran pasangan. Dalam kasus ini, kekasih. Tak pernah tebersit dalam pikiran Aries bahwa satu hari nanti, atau lebih tepatnya malam ini, dia akan menghadiri pernikahan bersama seseorang yang dicintainya.

"Bawa jaketmu," pinta Winona saat keluar dari kamar tamu sambil merapikan lipitan gaun lengan pendeknya. "Kondangan malam-malam bikin aku masuk angin."

"Kardiganmu ke mana?" tanya Aries.

"Lagi masuk penatu. Ayo, ayo." Sang kekasih memastikan ikatan pada wedges-nya sudah kuat. "Kalau aku sampai enggak kelihatan, Nindya bakal kasih banyak tugas aneh begitu dia selesai bulan madu."

Sebelum keluar, Aries memeriksa penampilannya di cermin. Benarkah pria dalam setelan formal di pantulan cermin itu dirinya? Benarkah pria itu pada akhirnya membuka diri untuk komitmen serius?

*

Mulanya Aries hanya mengetahui Nindya dari keluhan pekerjaan yang sering Winona ceritakan. Kemudian, berkat pengiriman pai apel bekala ke YummyFood selama beberapa minggu, dia mulai mengenal kepribadiannya dan memahami alasan Winona menyegani sosok tersebut.

Sesampainya di salah satu hotel berbintang di kawasan Dago Pakar, Winona menyeret Aries ke area taman yang disulap menjadi tempat garden party. Mereka sengaja datang sekitar satu jam setelah acara dimulai demi menghindari antrean menuju pelaminan yang biasanya mengular.

"Duh, salah lagu," gerutu Winona saat mereka menapaki karpet merah yang mengantar tamu ke singgasana pasangan pengantin. "Apa Nindya enggak analisis lirik lagunya sebelum dimasukkan ke wedding playlist?"

Aries menajamkan pendengaran. Sepasang vokalis laki-laki dan perempuan berduet menyanyikan sebuah lagu; diiringi band yang berhasil membangun suasana romantis di tempat tersebut. Aries tidak mengenali lagu yang mereka dendangkan dan yang dia tangkap hanya marry you.

"Kamu enggak tahu ya ini lagu siapa?" bisik Winona. Tinggal lima pasangan lagi sebelum mereka bertemu Nindya dan suaminya. "Marry You, Bruno Mars. Penggalan lirik pembukanya menggangguku."

"Tahan dulu analisismu." Aries menepuk pundaknya begitu mereka berhadapan dengan kedua mempelai. Nindya, dalam balutan brokat peach dan hiasan bunga-bunga kecil pada kepangan rambutnya, menyambut dengan wajah berbinar. Aries dibuat terkejut, sebab kesan judes sosok itu seakan-akan melesap.

Nights with AriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang