[21+] Garter

11.7K 1K 97
                                        

Content warning: NSFW (make out)

Apakah tradisi dalam pernikahan perlu dipertahankan?

ARIES mengumpulkan sisa tenaga saat pintu lift terbuka. Perjalanan panjang dari Belluno ke Bandung selama belasan jam bukan cuma mengacaukan jam tidur, tetapi juga pikirannya. Pria itu menyeret langkah kala pintu apartemen terbuka, melepas ransel, lalu langsung merebahkan diri ke sofa.

Tubuhnya meminta istirahat total. Sebelum memejamkan mata, Aries mengirim pesan singkat kepada Winona agar sang kekasih tak khawatir.

[Aries] Sudah sampai apartemen.

[Aries] Besok saja ke sini kalau pengin mampir.

Detik berikutnya, Aries tenggelam dalam tidur panjang dengan mimpi berisi kilasan pernikahan sepupunya di Belluno.

*

Ketika terjaga keesokan siang, Aries menyiapkan menu andalan untuk mengurangi efek jet lag: secangkir teh kamomil dan oatmeal berhias potongan stroberi. Daftar notifikasi memenuhi layar dengan nama Winona mendominasi. Dari pesan terakhir yang dikirim, gadis itu akan datang ke apartemennya malam ini.

Aries membalas pesan-pesan penting sebelum membersihkan diri. Sebenarnya dia bisa mengambil tidur panjang lagi, tetapi hal itu akan membuat Winona cemas. Lagi pula, ada sesuatu yang ingin dia diskusikan selepas mengurus pesta pernikahan saudaranya.

Kantuk Aries seketika lesap. Matanya tertuju pada ransel.

Benda itu menunggu di sana.

Ditariknya napas panjang sebelum diembuskan perlahan. Tidak, tidak apa-apa. Aries akan menerima apa pun keputusan Winona pada tawaran yang dia ajukan malan nanti.

*

"Istirahat dulu." Winona menaruh empat bungkus roti di meja makan setibanya di apartemen. "Kamu kelihatan masih linglung."

"Perbedaan cuaca di Bandung dengan Belluno terlalu kontras. Badanku kaget."

"So, how was the wedding?"

"Seperti pernikahan tradisional Italia lainnya. Ada banyak makanan. Dansa-dansi. Sederet tradisi untuk calon pengantin. Aku sibuk di dapur, jadi kurang memperhatikan detail lain." Aries menyodorkan segelas cokelat panas pada Winona. "Keluargaku lumayan kaget lihat aku datang sendiri. The family wants to see you, terutama Nonna*."

Winona mengerjap. "Siapa?"

"Nonna—nenekku. Tetua di keluarga kami setelah Bisnonna** dan Nonno*** meninggal." Seandainya Winona bersua dengan sang nenek, Aries berani bertaruh keduanya akan cepat akrab. "Kami mengurus makanan pernikahan bersama saudara-saudara lain, tapi kekuatannya melebihi kerabat yang masih muda. Bisa dibilang Nonna juga yang berhasil bikin aku mau menyantap masakan Italia lagi."

"Kedengarannya seru. Sayang aku enggak bisa ikut gara-gara ada proyek."

"We can visit them next time," hibur Aries. Barangkali setelah mereka menikah. "Masih ada banyak cerita seru dari Belluno buat kamu."

"Spill it for me."

Pria itu terkekeh. "Bagaimana kalau kita pindah tempat dulu?"

*

Bertempat di bagian utara Italia, Belluno menyuguhkan pemandangan berbeda dari bayangan kebanyakan orang. Tidak seperti wilayah selatan yang terkenal akan panorama Laut Mediterania, kota itu yang tumbuh kawasan pegunungan. Salah satu lanskap populer yang dikenal dari lokasi tersebut adalah Tre Cime di Lavaredo.

Nights with AriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang