Untuk Zacchio

66.5K 6.2K 1.9K
                                        

Playlist #3

Gavin James - For You

Maybe I'll forget and maybe I won't
I'm stuck in the moment
And so far from home
Cause loving nobody
It's breaking my heart
But you'll never know this
Wherever you are

Well maybe I don't give up easily
But I know this is hard to see
But I wish time would slow down
So I could keep your heart around
If I can make you stay another day
I'll wait another day for you, and for you 

**

Deverra

Hal pertama yang gue rasakan ketika mata gue terbuka adalah semua pandangan gue berputar 360 derajat -kadang kembali seperti semula, kadang enggak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hal pertama yang gue rasakan ketika mata gue terbuka adalah semua pandangan gue berputar 360 derajat -kadang kembali seperti semula, kadang enggak. Mata gue seakn berat banget untuk terbuka dan ketika gue ingin mulai menggerakan tangan, justru gue merasa mati rasa dan gak bisa bergerak sama sekali.

Ruangannya sunyi.

Entahlah apa yang terjadi dengan gue tapi pikiran gue masih mampu mencerna dengan baik kalau kejadian terakhir yang terjadi sebelum kesadaran gue hilang jauh dari kata baik. Malah bisa dibilang buruk -banget.

Sunyinya ruangan ini seakan terisi dengan suara yang samar-samar terdengar oleh telinga gue. Suara seseorang yang bangkit dari duduknya dan berdiri untuk memegang tangan gue. Meskipun mata gue buram, sosok itu seakan terlihat jelas oleh ujung mata gue. Sosok yang seharusnya justru membuat gue bertanya untuk apa dia ada disini. Tapi sepertinya gue gak punya tenaga untuk sekedar menanyakan itu

Dia pakai seragam dokternya, rambutnya diikat satu dan matanya menatap lurus ke arah monitor sambil sesekali memegang bagian tubuh gue yang sepertinya tangan -meskipun gue gak merasakan apa-apa di tangan gue karena memang sekujur tubuh gue rasanya mati rasa.

Gak ada satupun suara yang keluar dari bibirnya.

Tapi matanya.

Matanya saat itu telak-telak menatap gue dalam.

Bukan tatapan mata kosong yang waktu itu gue lihat di taman Seminyak ketika Claire menikah dengan Ares. Bukan juga tatapan mata nyebelin yang selalu dia kasih ke gue wakttu kita gak sengaja ketemu.

Her eyes showed something more than that, yet I can't tell what it is.

Karina Maladivas Nota.

Itu nama yang gue baca di nametag seragam dokternya sebelum dia pergi meninggalkan gue di ruangan sendiri.

"Kai, lo bisa denger gue?" suara khas Nima membangunkan gue setelah gue sempat tidur beberapa menit. "Hm..," jawab gue dengan suara serak. Gue pikir gue cuma sehari dua hari ini disini, tapi ternyata tenggorokan gue yang kering ini seakan bilang kalau ternyata gue udah gak sadar berhari-hari.

SerangkaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang