Zacchio, Kasih Tak Sampai

57.1K 5.6K 1.1K
                                        

00.00 A.M - Lagu Lama dan Divas.

Mencintai itu bukan hanya sekedar memberi.

Mencintai datangnya juga tidak selalu dari hati.

Kadang mencintai asalnya bukan dari dua sosok tanpa patri.

Seluas-luasnya cinta, sempitnya akan sampai pada orang di depan mata.

Seluas-luasnya cinta, hati akan turut datang dan ikut berbicara.

Beloved, Zacchio.

**
Zacchio.

"I would tell, if there was only one thing good I can take when I enter another horizon, it would be you, Maladivas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"I would tell, if there was only one thing good I can take when I enter another horizon, it would be you, Maladivas."

#NowPlaying Padi - Kasih Tak Sampai

Bagi gue, hujan adalah konspirasi menyedihkan antara masa lalu dan masa depan. Sama seperti malam ini, ketika hujan membuat suasana yang seharusnya ramai dengan suara gelak tawa seisi rumah, bunyi jatuhnya air ke atas tanah membuat telinga gue hanya menangkap suara gaduh yang hujan timbulkan ketika menjatuhan air dari atas sana.

Kadang gue iri dengan air yang jatuh ketika hujan turun. Karena sekalipun air dibawa tinggi dan pada akhirnya jatuh ke atas tanah, dia gak kesakitan dan membiarkan dirinya jatuh dalam diam. Gue iri dengan bagaimana air bisa menyesuaikan dirinya dengan berbagai macam tempat. Gue juga iri dengan bagaimana air bisa datang penuh ekspresi -ketika seneng, sedih, takut.

Karena gue gak bisa kayak gitu.

Gue takut ketika gue dibawa terlalu tinggi dan pada akhirnya harus jatuh, gue gak siap untuk menahan sakitnya.

Lucu.

Kadang orang yang paling ditakuti orang lain ternyata takut dengan dirinya sendiri.

Karena kadang mereka gak cuma menakutkan untuk orang lain aja, tapi juga menakutkan untuk diri mereka.

Hari ini, 20 Juni, tepat di hari ulang tahun gue yang ke-18, gue menghadiahi diri gue sendiri dengan tonjokan keras dari anak sekolah tetangga yang gak paham kenapa tiba-tiba datengin gue ke sekolah dengan bawa gerombolan gak pentingnya itu untuk keroyokin gue. Hebatnya saat itu gak ada satu orangpun yang biasa jadi temen ribut gue sama orang-orang tolol macam mereka -Biyan, Leon, Apollo. Dan lagi-lagi juga untuk kesekian kalinya, Papa dan Mama harus dateng ke sekolah, ketemu dengan wali kelas gue untuk tanda tangani surat permintaan maaf dan ganti kaca baru karena untuk ke-10 kalinya gue pecahin kaca jendela ruang guru.

"Zacchio..," panggil Pak Rahman, wali kelas yang selama 3 tahun ini rela untuk menjadi wali di kelas yang sama -kelas gue, karena gak ada satupun guru yang kuat buat ngeladenin kelakuan gue yang gak pernah sehari aja gak bikin ulah. Dan karena Pak Rahman satu-satunya guru yang akan gue dengar di sekolah ini, gue yang biasanya duduk sambil ngangkat kaki di depan meja guru dan ngitungin berapa kali kipas angin di langit-langit itu muter sekarang berdiri sambil sedikit nunduk dengan muka gue yang udah babak belur gak karuan.

SerangkaiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang