Part 18

72 13 0
                                        

Chaeyeon, Eun Bi, dan Dongchan sampai di sebuah air terjun bernama air terjun Cheonjeyeon. Chaeyeon sangat senang karena dapat mengunjungi tempat ini lagi. Orang tua Chaeyeon pernah bercerita kepadanya jika namanya diambil dari nama tempat ini karena orang tuanya pertama kali bertemu di sini. Jadi nama Chaeyeon sangat mirip dengan nama air terjun ini. Chaeyeon pertama kali mengunjungi tempat ini saat dia masih berumur tiga tahun, dan ini adalah kali kedua baginya mengunjungi air terjun ini.

"Wah, Eun Bi! Kau membawaku ke tempat yang tepat! Aku sangat senang. Terima kasih!" Ujar Chaeyeon bersemangat dan memeluk sahabatnya itu. Eun Bi juga merasa senang melihat Chaeyeon senang. Dongchan yang melihat Chaeyeon dan Eun Bi juga menyunggingkan seulas senyum tipis.

"Chaeyeon, ayo kita berfoto," ajak Eun Bi mengeluarkan kameranya. Chaeyeonpun mengangguk.

"Dongchan! Ikutlah berfoto bersama kami," ujar Eun Bi kepada Dongchan yang sedang melihat indahnya air terjun itu di musim dingin.

"Ah, tidak Eun Bi. Aku tidak terlalu suka berfoto, silahkan kalian nikmati saja." Dongchan tersenyum dan memutuskan untuk duduk di batu besar di tepi air terjun. Sorot matanya melihat dua wanita cantik yang sedang berfoto ria, yaitu Chaeyeon dan Eun Bi.

Entah kenapa hati Dongchan merasa sangat tenang saat ini, terbebas dari latihan vocal dan konser yang membebani pikirannya. Sudah lama dia tidak berlibur, apalagi dengan dua wanita cantik itu.
"Donghyuk, betapa beruntungnya kau bisa mendapatkan wanita secantik dan sebaik Chaeyeon," gumam Dongchan menyunggingkan seulas senyum saat memandang Chaeyeon yang tampak bahagia.

Chaeyeon melihat ada pohon yang sedikit berbunga di samping air terjun. Dia ingin berfoto dengan background pohon itu, tetapi ada Dongchan yang duduk dan menghalangi pohon itu. Chaeyeon ingin mengusirnya tetapi dia tidak mau berbicara dengan Donchan. Jadi, dia menunggu Dongchan untuk pindah dan dia berfoto di tempat lain.

"Chaeyeon, bagaimana kalo kita foto di batu itu?" ajak Eun Bi menunnjuk ke sebuah batu besar di dekat air terjun.

"Jangan! Bagaimana jika kita jatuh? Kau kan tidak bisa berenang," tolak Chaeyeon.

"Tidak, aku tidak akan dekat-dekat ke air terjun. Kalau kau tidak mau ya sudah aku saja yang foto. Ini, pegang kameranya, kau yang ambil fotonya." Eun Bi berjalan ke arah batu besar tersebut dan manaikinya. Beruntung dia menggunakan sepatu kets.

"Hati-hati! Kalau tidak kau akan jatuh!" teriak Chaeyeon dan Eun Bi tidak menghiraukannya.

"Baiklah, 1, 2, 3!" Chaeyeon memotret Eun Bi. Eun Bi pun berpose dengan baik, tetapi Eun Bi semakin lama semakin berjalan mendekati tepi batu tanpa sepengetahuannya.

"Eun Bi menyingkirlah, kau sudah berada di tepi!" Chaeyeon berlari mendekati sahabatnya itu hendak mengingatkan. Tetapi tidak lama kemudian Eun Bi terpelaset dan tercebur ke sungai.

"Tolong!" teriak Eun Bi. Chaeyeon sangat panik, dia ingin menolong tetapi dia juga tidak bisa berenang. Tiba-tiba ada seseorang yang menolong Eun Bi. Setelah Eun Bi diselamatkan, Chaeyeon segera menyelimuti badan Eun Bi dengan salah satu pakaian yang dia bawa.

"Kau tidak apa-apa? Maafkan aku karena tidak menolongmu. Aku ingin menolong, tapi aku juga tidak bisa berenang. Sekali lagi maafkan aku Eun Bi." Chaeyeon mulai menangis karena tidak bisa menolong Eun Bi.

"Aku tidak apa-apa Chaeyeon. Kau tidak salah, aku yang salah karena tidak mendengar perkataanmu. Dan terima kasih Dongchan karena sudah menyelamatkanku," ucap Eun Bi pelan. Dongchan yang telah menyelamatkan Eun Bi pun mengangguk dan tersenyum.

"Lebih baik kita pergi ke penginapan dekat sini, aku tahu sebuah penginapan di sekitar sini." Dongchan segera menggendong Eun Bi dan Chaeyeon terpaksa menurut demi kaselamatan sahabatnya itu. Setelah itu mereka pergi ke sebuah penginapan di dekat air terjun untuk beristirahat sejenak dan siapa tahu di sana ada makanan yang dapat mereka beli.

....

Setelah berjalan beberapa menit, tibalah mereka di sebuah penginapan yang cukup bagus dan terlihat nyaman. Di sebelah penginapan terdapat sebuah restoran BBQ yang cukup ramai.

"Kalian tunggu di sini sebentar, aku akan menemui seseorang yang aku kenal," ucap Dongchan. Chaeyeon dan Eun Bi mengangguk dan menunggu di depan gerbang. Setelah menunggu sedikit lama, terlihat Dongchan datang dengan seorang pria seumurannya mengenakan kemeja putih rapi dan sangat tampan. Ya, kira-kira itulah yang ada di pikiran Chaeyeon, mungkin juga yang dipikirkan Eun Bi saat melihat pria itu.

"Teman-teman, perkenalkan, ini Woohyun, teman dekatku sekaligus pemilik penginapan ini," ujar Dongchan memperkenalkan pria yang sedang bersamanya itu.

"Perkenalkan, namaku Nam Woohyun, kalian bisa panggil Woohyun," ucap Woohyun tersenyum manis membuat Chaeyeon maupun Eun Bi tidak berkedip sedetikpun.

"Halo, Wooyhun. Namaku Jung Chaeyeon, dan ini sahabatku Hwang Eun Bi." Chaeyeon memperkenalkan dirinya sekaligus Eun Bi.

"Chaeyeon, kau tidak boleh terpesona olehnya. Ingat, di hatimu hanya ada Donghyuk. Kim Donghyuk. Tidak ada yang lain," batin Chaeyeon.

~~~~

Hai para readersku yang mungkin lelah menunggu kelanjutan cerita ini dan akhirnya melupakan cerita ini😂

Author balik lagi dengan part baru. Sebelumnya author minta maaf karena part kali ini pendek dan tidak sesuai harapan kalian🙏
Dan sekali lagi author minta maaf yang sebesar-besarnya karena jarang up date🙏😔
Semoga kalian nggak kabur karena lelah menunggu kelanjutannya😭
Author akhir-akhir ini kena writer's block dan lagi pusing mikirin tugas😥
Jadi inilah yang bisa author tulis di part ini.
Sekali lagi author minta maaf🙏

Terima kasih buat yang masih setia nungguin cerita ini sampai tamat🙏

Jangan lupa keep vomment walaupun part ini gaje;)

ApologyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang