• Takluk kan dia. Buat dia tergila gila padamu ! Disaat kau telah berhasil membuat dirimu menjadi titik kelemahannya, hancurkan dia hingga ke jurang tanpa dasar ! •
My second story :)
NOTE : Beberapa part di private ya .. biar full ceritanya ayo fo...
Author kasih foto2 Visualisasi Dave ya .. banyak bertebaran nih biar bantu reader dalam berhayal :)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dave memandang wanita di depannya tanpa expresi. Kemarahan kekecewaan kebencian bercampur menjadi satu rasa.
"Ada apa denganmu sayang ?" Cassy terlihat bingung dengan perubahan sikap Dave. Sebenarnya ia sudah bisa menebak nebak bahwa Dave pasti sudah mengetahui semuanya. Semua kebohongannya. Suaminya, Thomas, pasti sudah membongkar semuanya. Yang dirasakannya saat ini hanyalah perasaan takut. Kecemasan yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Tangannya bahkan sudah dingin dan sulit rasanya untuk digerakan hanya sekedar untuk memikirkan apa yang harus ia perbuat. Keberanian yang sudah dikumpulkan seharian ini mendadak sirna, hilang entah kemana.
"Aku minta kau jelaskan semuanya Cassandra Alvaro!" Dave mengatakan secara tegas penuh penekanan saat menyebutkan namanya berikut nama belakang suaminya. Tak sedikitpun Dave memandang ke arah Cassy. Begitu pula dengan Cassy, ia hanya berani menatap kebawah. Nyalinya sudah ciut sejak tadi. Kedua tangannya saling meremas bermaksut untuk mengurangi rasa gugupnya.
Demi Tuhan sekalipun Dave belum pernah membentaknya dengan intonasi yang tajam seperti itu. Cassy mendadak merasa kakinya sudah tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Inilah konsekuensi nya ! Harapannya saat ini, ia hanya tidak ingin Dave membencinya. Disisi lain ia tidak mampu juga untuk memberikan penjelasan yang diinginkan oleh lelaki itu. Ia tidak bisa memberikan pembelaan karena ia sadar perbuatan yang dilakukannya adalah kesalahan besar dan fatal. Tentu saja tak termaafkan !
Cassy hanya mampu menangis tertahan. Ia masih diam.
"Kau tau aku sedang menunggu? Bisa kau jelaskan apa alasanmu melakukan ini huh ?" Tanya Dave sambil melakukan kebiasaannya yaitu memasukan tangan ke saku celananya sambil berbalik memunggungi Cassy. Ia berjalan mendekat ke perapian yang menyala.
"Maafkan aku Dave aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Yang aku tau aku memang bukan wanita yang baik, aku telah melakukan kesalahan padamu. Ku mohon maafkan aku. Aku tidak bermaksut seperti itu," Cassy mulai terisak. "Aku memiliki alasan yang kuat dan aku tidak memiliki pilihan lain ..." Cassy makin terisak dan tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
"Lanjutkan !" Dave memerintah.
"Awalnya aku memang merencanakan semua ini, membuatmu menyukaiku dan membuatmu mengalihkan aset kekayaanmu sesuai keinginan suamiku tanpa kau menyadarinya. Namun seiring berjalannya waktu, aku bahkan tidak mampu untuk melakukannya. Kebaikan ketulusanmu membuatku gagal. Kau pria yang baik. Dan aku merasa mulai menyukaim. .."
"Haruskah aku mempercayai ucapanmu hm ? Tidak usah mencari alasan seperti itu. Kau membuatku muak !" Dave dengan cepat memotong ucapan Cassy.