Kita bukan hidup di Surga
Perlu ada sedikit sentuhan ujian
Untuk membuat kita lebih tegar
********
"Lo kenapa?" tanya Selva.
Dayra menutup buku-buku pelajaran yang ada di depannya. "Gue tuh lagi pusing nih, Kevin nembak gue. Gue mana pernah pacaran, jadi gue bingung. Udah 3 hari gue mikir berulang-ulang buat nerima Kevin atau enggak. Kalau gue tolak, Kevin itu cakep, pinter juga. Masalahnya, gue kan sekolah buat belajar bukan pacaran"
"Haha.. jadi, lo galau berat nih?" ledek Selva.
"Ya, kalian kasih solusi gitu. April kan udah jadian tuh sama Leo dan lo Sel jadian sama-"
"Nggak, gue gak jadian sama siapa siapa. Raihan sama Rio itu cuman temen jir" Selva menyela.
"Slow, elah" jawab Dayra sambil melihat ponselnya. "Masih ada 11 hari lagi buat gue jawab, Kevin ngasih gue waktu 2 minggu"
Tiba-tiba ponsel Dayra berdering. Nama Vian, gamblang sekali di layar ponsel. "Ini orang ngapain sih, udah bolos 3 hari. Sekarang malah nelfon gue"
"Angkat aja Day, mungkin penting. Masalahnya dari kemarin Leo, Raihan, Rio gak dapet kabar tentang Vian" ujar April
Dayra menuruti perkataan sahabatnya. Mulai berbicara seperti biasanya "Iya, hallo. Kenapa lo? Ngapain nelfon? Mau ganggu gue?"
Tapi pertanyaan itu di jawab oleh suara cewek. "Hallo, ini dengan mba Dayra?"
Dayra memasang wajah bingung. "Iya, ini Dayra. Maaf ini siapa ya? "
"Saya dari pihak RS. Dharmais Jakarta. Tadi siang ada kecelakaan motor di dekat sini dan barusan ada yang mengantarkan ponsel dari tempat kejadian kecelakaan motor. Di ponsel ini hanya ada satu kontak dengan nama Dayra. Diharapkan mbak bisa datang ke sini"
"Kecelakaan motor? Kalau boleh tau yang kecelakaan motor ciri-ciri nya gimana ya?"
"Cowok, memakai motor ninja merah, tapi gak ada identitas yang ditemukan. Cuma ada warga yang ngasih ponsel ini ke pihak rumah sakit"
"Makasih infonya, kalau gitu tolong sms in alamat rumah sakit nya ya"
"Baik, sama-sama"
Dayra terlihat gemetaran dan cemas. "Besok tanggal merah kan? Sore ini kita harus ke Jakarta. Vian kecelakan, dari ciri-cirinya sih emang bener Vian"
"Seriusan lo? Yaudah gue kasih tau Leo, Raihan, Rio juga ya. Kita kesana bareng" ujar April
"Bawa mobil gue aja. Nanti jam 3 sore kita berangkat. Kalian siap-siap kalau udah, langsung ke rumah gue ya"
"Yaudah ayo! " ajak Selva.
***********
"Leo, gila kali lo. Jangan ngebut, bahaya" omel Selva.
"Lo mau nyampe Jakarta minggu depan Sel? Gue ngebut dari tadi aja gak nyampe-nyampe" jawab Leo.
"Duh, udah jangan ribut. Bentar lagi kita sampe kok. Tuh, di depan tinggal masuk parkiran" Dayra menenangkan suasana.
Sampai di Rumah Sakit, mereka langsung menghampiri pusat informasi. Pihak Rumah Sakit memberikan ponsel yang ditemukan serta menunjukan ruangan korban kecelakaan motor tadi siang. Kecemasan Dayra terus meningkat, jantungnya semakin berdebar kencang, digenggamnya ponsel milik Vian.
"Udah, lo jangan tegang gitu dong mukanya. Biasanya juga lo kesel banget sama Vian" ledek Selva.
"Nggak, gue gak tegang" jawab Dayra dengan jutek.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION #Wattys2017
Ficção Adolescente#840 in Teenfiction 09/09/17 #726 in Teenfiction 04/04/17 [REVISI SETELAH CERITA TAMAT] Apa kita akan kehilangan? Apa kita akan jatuh? Apa kita akan terpuruk atas ketidakpastian? -Kita tidak tahu- Kita hanya terus berimajinasi Kita pun tidak tahu sa...
