PENCURI HATI

791 96 23
                                        

SAMBIL DIPUTAR VIDEONYA YA! 💕💕

Cinta bukan sekedar 5 huruf yang cukup diucapkan di mulut. Melainkan sebuah pembuktian nyata seseorang kepada sang pencuri hati. Cinta tercipta dari dua insan yang saling melengkapi, saling menghargai.

ALDAVIAN

Nama itu kembali dipanggil di speaker sekolah.

"Bukannya dia bolos ya?" ceplos Dayra.

"Sakit, bukan bolos"

"Saa-"

"Iya Day, sakit Day sakit! Tau definisi sakit gak sih?" sindir Selva.

Dayra merasakan ada perasaan bersalah atas semua kejadian yang lalu. Atas sebuah perjuangan yang tak ada balasnya.

"Tega banget ya Day. Parah lo!"

"Ada cowok bela-belain lari ke sekolah, hujan, eh malah ngeliat cowok lain nembak cewek itu."

"Yang berjuang dia, jadiannya sama cowok lain,"

Dayra mengabaikan ocehan temannya itu, diambilnya tas dan buku-bukunya yang berserakan di atas meja. "Gue balik dulu, udah ditunggu Kevin. Mau belajar bareng," Ia buru-buru keluar kelas, lalu menghampiri Kevin yang sedang asik mengobrol dengan teman-temannya di dekat lapangan basket, dan lontaran demi lontaran kata terdengar jelas di Telinga, "Asikk, Dayra jadian sama ketos" Dayra menunduk malu, seakan-akan namanya makin tenar. "Kirain pacarannya sama buku, ternyata sama Kevin."

"Jangan takut, ada gue kok." bisik Kevin sambil menggenggam jari jemari Dayra. "Sekarang gue itu cowok lo, jadi gue berhak, bahkan wajib ngelindungi lo apapun yang terjadi."

"Makasih, ini tangan lo. Gak enak, diliatin Vin. Lo juga ketos, nanti-"

"Kenapa? Udah, lo tenang aja. Apa perlu gue umumin di speaker sekolah kalo kita jadian? Pensi kemarin, disitu gue nyatain di depan semuanya lho, fine aja"

Lalu, mereka berjalan menuju parkiran. Dipakaikannya helm berwarna merah di kepala Dayra. Kevin mengendari motornya dengan pelan. "Kita udah pacaran lho, emang gak mau meluk pacarnya dari balakang? Ini ketos loh, jarang-jarang ketos ganteng kaya gini mau dipeluk"

"Yeh, maksa banget Vin. Malu ah, ntar diliatin orang. Pundak aja ya"

Wajar, Dayra memang tidak pernah pacaran. Setiap ada cowok yang mendekatinya pasti akan dihindari, lain lagi dengan sekarang. Umurnya sudah menginjak 17 tahun, yang mulai terbuai oleh yang namanya cinta masa SMA.

Perlahan-lahan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya, dengan menjalin suatu hubungan kita dituntut untuk selalu bersama. Disitulah moment yang akan menumbuhkan cinta. Begitu kata Dayra.

Salah satu moment yang bisa dimanfaatkan adalah belajar bersama. Kebetulan Dayra kurang paham pada materi fisika kemarin, untung saja punya pacar pintar uang bisa membantu setiap saat.

"Kita belajar dimana Day?"

"Di taman aja ya, ada gazebo gitu. Di rumah gue cuma ada pembantu, orang tua gue lagi keluar kota. Ya, kurang enak aja gitu kalau berdua di dalem."

"Oke, gapapa. Ngerti kok."

Kevin duduk di gazebo, sementara Dayra masuk ke rumah untuk mengambil minuman dan cemilan. Ponselnya yang ia simpan di saku, berdering.

"Halo? Ini siapa ya?"

"Bisa gak, lo ke rumah gue sekarang. Ini penting banget, tapi gak usah bawa temen ya. Sendiri aja."

"Ha? ini siapa sih?"

"Gue tunggu di Jalan. Cendana nomor. 32"

"Eh, mau nyulik kali lo? Siapa sih?"

IMAGINATION #Wattys2017Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang