This End is The Beginning

109 10 0
                                    

Sambil membaca tolong dengarkan lagunya yaa^^

#untukpengalamanmembacayang
lebihbaik

Sardonyx melompat tinggi tinggi, melewati kepala Emerald yang masih tercengang.

"Oi! Berhenti! Kau—"

Geram, Emerald meraih tombak, lalu ikut berlari secepat mungkin untuk menyusul nya.

"Minggir, kau pengganggu!"

Sardonyx berlari lebih cepat. Ia kini bahkan menembakkan beberapa cahaya solar dari tangannya untuk menghalangi jalan Emerald.

"Sial!"
Teriak pemuda itu, mengusap matanya yang tak kuat menerima cahaya silau itu.

Sardonyx tersenyum penuh kemenangan. Namun ia melihat Hematite di depannya, sedang menyerang sang raja.

"Kau juga minggirlah!"

Sardonyx menginjak bahu Hematite,
Melewati pemuda itu dengan mudah.

"Hematite! Kau harus hentikan gadis sialan itu!" Teriak Emerald.
ia masih berusaha menangkap Sardonyx.

"Biarkan saja dia, Emerald! Ia mungkin menyebalkan tapi kita bisa mengandalkannya" Shapphire menahan Emerald.
"lagipula akan jadi sangat bodoh apabila kita membuang peluang emas ini"

Emerald hanya mematung.

"Mati!" Teriak Sardonyx ketika ia melepaskan anak panahnya ke arah Raja.

"Apa apaan terikannya itu?!" Hematite terkesiap. "Mati?"

"Bodoh, serangan konyol seperti ini tidak akan mempengaruhiku!"

Raja Faust dengan mudahnya mencabut anak panah Sardonyx dari tubuhnya.

Sardonyx menyeringai.

"Justru kaulah yang bodoh" ia tersenyum licik.

"Apa?"
Raja Faust menatap anak panah di genggaman tangannya, lalu terkejut luar biasa ketika ia melihat sebuah chip di ujungnya.

"Benda apa ini?" Geramnya.

"Itu bom, dungu" jawab Sardonyx.

"APAAAAAAA?!"  Mereka berteriak histeris.

"Sardonyx, apa kau gila?! Kau mau meledakkan bom diruangan ini dan membunuh kita semua?!" Pekik Emerald.

Dia benar benar gila!

"Maaf, Emerald sayang" Sardonyx masih tersenyum jahat. Ia lalu memperbaiki letak kacamatanya.
"Tapi kalaupun kita mati, dia juga akan mati bersama kita!"

"APA APAAN! AKU TIDAK MAU MATI!"
Balsa Emerald yang semakin panik.

"Lihat, hanya tinggal beberapa detik lagi sebelum meledak..." Sardonyx mengangkat tangannya tinggi tinggi.

"Dia benar benar aneh" Shapphire terkesima.

"Lihatlah, semuanya! Inilah pengorbanan untuk menjadi seorang pahlawan! Kita membunuh ratusan untuk menyelamatkan jutaan!  Kita bahkan membunuh diri kita sendiri!"

"Sial! Bomnya menempel padaku!" Teriak Raja Faust, berusaha melepaskan bom tadi dai tangannya. Nihil.

"Lima.. empat..." Sardonyx terus tertawa sambil menghitung.

"Sial! Ayo berlindung!" Teriak Emerald.

"Bagaimana dengan dia?" Shapphire menunjuk Sardonyx di depan mereka.

"Nanti dia akan sembunyi sendiri"

Tanpa pikir panjang, Emerald menarik Shapphire dan Hematite ke balik tumpukan puing reruntuhan.

ELECTUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang