👑Queen's Crown👑

97 14 0
                                        

Ice Shapphire

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ice Shapphire

"Aku ada ide" ujar Shapphire. Ia lalu meminta teman temannya untuk mengulang kejadian di sel tadi.

"Apa kita harus menangis lagi?"

"Em, kurasa tidak, Citrine. Menurutku kita bisa bergabung apabila kita memikirkan hal yang sama" balas Hematite.

"Oke. Ayo fokuskan pikiran"

Kelima orang itu bergandeng tangan dam menutup mata, sementara Dust memperhatikan.

2 menit.

3 menit.

6 menit.

7 menit...

"Tidak terjadi apa apa!" Rutuk Emerald. "Kita hanya membuang buang waktu. Bisa bisa para penjaga menemukan kita"

"Maaf, tadi aku malah memikirkan kue bolu Pisang" kata Ruby, mengaku.

Semua melotot padanya.

"Apa? Salahkah kalau aku lapar?" Sungut Ruby kemudian.

"Tidak, tapi kau harus fokus atau kita semua malah akan berubah menjadi bolu pisang!" Kata Citrine.

"Ayo, kita coba lagi. Ingat, fokus"

Kelima orang itu bergandengan tangan lagi. Tak lama kemudian, cahaya kembali menyelimuti mereka dan bersatu menjadi Bismuth lagi.

Duet berlari lalu melompat ke pundak Bismuth.

Bismuth mendobrak pintu aula, mengagetkan Raja dan beberapa prajurit di sana.

"Siapa kau! Beraninya kau masuk kemari! Tangkap dia!"

Para prajurit muncul dari berbagai arah, berusaha menangkap dan menyerang Bismuth. Namun Bismuth dengan sigap melompat mundur, lalu menarik pedang di dinding.

"Yang mulia! Para tahanan kabur! Sebaiknya anda segera berlindung!" Lapor salah seorang prajurit, sambil menuntun Raja Faust menjauh dari situ sementara Aberlem dan pasukannya sibuk menangkis serangan Bismuth.

Setelah beberapa saat, suara ayunan pedang berhenti, dan Bismuth berseri diantara para prajurit yang cedera.

"Bagaimana mereka bisa lepas?! Apa yang kau-"

Teriakan raja terhenti ketika ia melihat lima permata di tubuh Bismuth.

Merah, kuning, hijau, biru dan hitam.

"Mereka bergabung!" Geram sang Raja lagi. "Mejijikkan! Lemah! Aku akan memisahkan mereka!"

Raja Faust meraih pedangnya, lalu berlari ke arah Bismuth.

"Kelian bergabung, hm? Bergabung itu hanya untuk orang orang lemah!"

Sang Raja bertatap mata dengan Bismuth. Keduanya menggenggam pedang yang tajam dan panjang di tangan mereka masing masing.

"Kau tidak akan bisa mengalahkanku" Bismuth menyeringai, pupil matanya membesar.
"Karena kami lebih kuat dari mu!"

Bismuth berteriak.
Ia mengayunkan pedangnya ke arah leher Sang Raja, tapi serangan itu meleset.

Raja Faust tak mau menyerah. Ia balik mengayunkan pedangnya, dan memotong separuh rambut Bismuth.

Bismuth mendecih, lalu secepat kilat mendorong lawannya ke tembok, menimbulkan retakan besar di sana. Tapi ternyata Sang Raja baik baik saja.

Perisai Aberlem terlihat sedikit penyok. Rupanya ia berdiri tepat dihadapan raja dan melindungi beliau dari serangan tadi.

Termenung, tubuh bismuth secara ajaib mulai menguap. Ia ambruk seolah tak memiliki kekuatan lagi, lalu terpecah menjadi lima orang.

"Apa yang-" Ruby menatap Shapphire dan yang lainnya.

"Kurasa penggabungan itu ada batas waktunya"

"APA?!"

Kini sang Raja meraih pedangnya. Citrine dan yang lain berusaha melawan. Tapi tubuh mereka seakan mati rasa.

"Aberlem, bunuh si merah itu! Aku akan urus sisanya"

Aberlem mengangguk.
Ruby, yang sialnya berada di dekat situ, tak bisa melakukan apa apa. Kekuatan sihirnya telah habis terkuras akibat serangan dan penggabungan tadi. Selain itu, tubuhnya tak terbiasa.

"Oke, little red, mari kita akhiri ini"

Sang panglima mengayunkan perangnya ke leher Ruby.

"TIDAK ! "

lalu, terdengar suara yang mengerikan.

.
.
.
.
.
.
.
.
.

ELECTUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang