The Big Bad Dog [Part 3]

152 22 2
                                    

"TIDAAAAAK!"

Tiba tiba Cerberus mundur, mengamuk dan berlari membabi buta. Disalah satu matanya tertancap sebuah tombak kehijauan.
Ruby dan Citrine melongo.

"Cepatlah! Itu tak akan menahannya lebih lama!"
Emerald muncul dan memotong akar yang meliliti kaki Citrine.

Ruby berlari—dengan sigap ia melompat, berusaha memanjat ke atas kepala tengah Cerberus. Ia lalu berusaha memotong kepala itu, tetapi karena Cerberus bergerak kesana kemari, hal itu terasa semakin sulit dilakukan.

"Incar matanya!" 
Teriak Ruby kemudian. Gadis itu bergelantungan di leher Cerberus, dan hampir saja terjatuh.

Panik, Citrine dengan cepat membidik mata anjing itu. Itu tidak mudah, karena masih ada lima mata yang tersisa.
Namun, sebelum Citrine sempat melepaskan anak panah dari busurnya, kaki depan Cerberus menghantam gadis itu dan menghempaskannya ke pohon.

"Citrine!" Teriak Ruby dan Emerald.

Citrine bangkit dengan sempoyongan. Gadis itu menarik dalam-dalam, berusaha tetap fokus.
Ia melepaskan anak panahnya—tepat sasaran.
Saat ini, salah satu dari tiga kepala Cerberus benar-benar buta.

"Giliranku!"
Ruby memanjat naik, lalu melompat tinggi. Dengan satu tebasan panjang, ia berhasil membunuh anjing raksasa itu dan mendarat dengan selamat.

"Apa aku berlebihan?"
Ia merasa tidak enak melihat bangkai raksasa du hadapannya.

"Mungkin. Tapi itu lebih baik daripada kita dimakan dan berakhir menjadi..." Emerald tertawa lega.

"Kurasa kita tak bisa tidur malam ini" keluh citrine, yang bersyukur lehernya tidak patah atau menghilang dari tempatnya.

"Kenapa anjing itu bisa ada di sini?" Keluh Ruby. Napasnya naik turun.

"Pasti dari istana Hades di balik gunung" jawab Citrine. "Mungkin pantainya lepas atau semacamnya"

"Atau mungkin mereka memang sengaja melepasnya" sungut Ruby.

"kuda kuda kita hilang" sela Emerald, yang tak mau masalah itu berlanjut.

"Butuh seminggu untuk sampai ke pulau terapung dengan berjalan kaki" ia mendengus kesal.

Kepala Dust menyembul keluar dari tas Ruby, seolah olah ia sedang memperhatikan pembicaraan ketiga orang itu.

"Apa yang sedang kau pikirkan, Ruby?"

Citrine bingung melihat Ruby tersenyum; pertanda kalau ia sedang merencanakan sesuatu.

"Tenang saja. Aku bisa mengatasinya"

Dust si rubah kecil berlari agak jauh dari mereka. Beberapa saat kemudian tubuhnya mulai bersinar.

"Apa yang—"

Citrine membuka matanya, takjub melihat Dust yang kini berubah menjadi lima puluh kali lebih besar dari ukurannya semula.

"Perlu kau ketahui, Dust bukanlah rubah biasa"
tutur Ruby sambil memanjat naik dan duduk dengan nyaman di kepala Dust yang lembut.Dust mengangguk setuju.
Rubah itu lalu berbaring sebentar, membantu  Citrine dan Emerald  untuk naik. Ketiga orang itu agak terkejut ketika Duet mulai berlari dan melompati sungai, diiringi capung-capung perak dan burung kolibri.

"Ngomong-ngomong" kata Ruby kemudian, "kalian tahu soal minotaur?"

Emerald menggeleng, diikuti oleh Citrine.
Ruby menarik napas, bersiap untuk bercerita.

"Minotaur itu manusia berkepala banteng dan suka memakan daging. Mereka tinggal di puncak gunung yang akan kita naiki"

Mereka menelan ludah.

"Maksudmu, ada manusia berkepala banteng yang menunggu kita disana?"
Ruby mengangguk.
Emerald menarik rambutnya dengan kesal.

"Setelah semua ini berakhir, aku akan menetap di rumah tanpa diganggu  siapapun, atau apapun yang ingin memakanku"  ujar Emerald.

Citrine terkekeh.

"Kau terdengar seperti orang tua yang akan pensiun" tawanya meledak.

"Terserah" rajuk Emerald, menatap gunung yang semakin dekat.

Akhirnya chapter the big bad dog  selesai.

Nah, kita lanjut ke chapter baru;

The Minotaur's Head.

Gambar Shapphire nya di tunda dulu yah, lagi sibuk nih.
Saya akan update ASAP.

Ngomong ngomong, saya suka typo karena app kamus di keyboard -_-

See you soon!

ELECTUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang