Part 6

56 5 0
                                    

Merasakan kehilangan kamu itu sama rasanya seperti hari-hari tanpa bernafas. Author

~~~~~~~~~

Glory POV

Sudah berkali-kali gue menelpon rock karena sampai saat ini dia tidak pernah mengunjungiku di rumah sakit. Bahkan rasa tubuhku sangatlah lemah, gue selalu berpikir kenapa gue selemah ini, bahkan gue hanya kena tabrak kecil saja, tapi rasanya tubuhku sangatlah lemah. Yang gue inginkan hanya rock sekarang. Gue rindu dia, dimanakah dia sekarang, apakah dia melupakanku. Begitu banyak pertanyaan yang menghantui pikiranku saat ini.

"Kakak kapan sembuhnya?" tanya si hans adek bungsuku

"Iya kan dek, rumah nampak sepi tanpa kakak" jawab gian

"Tau tuh si kakak lama sembuh sampe grandma panik loh ka, terus sampe-sampe grandma ingin pulang dari belanda" jawab si hans

"Aduh adik-adikku ini sayang banget ya sama kakak" cetusnya

"PD-an baget si kakak, sakit gini juga masih bisa ya becandanya" jawab gian

Perempuan paruh baya mendekatiku nampaknya baru selesai menangis, bahkan ayahku juga datang menjumpaiku dengan wajah sedih

"Mommy kenapa, baru selesai nangis ada apa, ada yang nyakiti mommy ya? maaf ya mommy , ory tak bisa jaga mommy karena ory sakit" jawabku

"Mommy hanya ingin ory cepat sembuh ya, mommy ingin ory canda tawa sama kita lagi"

"Papa juga kangen ory pulang ke rumah, ory cepat sembuh ya" sambung papa

"Papa dan mommy jangan sedih dong, ory udah sehat kok" ucapnya
"Yaudah ory tidur dulu ya" jawab papa

Saat ory ingin tidur pintu terbuka, dan wajar saja gue ngira itu rock, tapi dugaanku salah itu satria. Malah gue bingung kenapa bocah itu begitu perhatian denganku. Gue hanya mengira dia hanya berpura-pura baik.

"Ehhh aku ganggu ya tan, om?" tanyanya

"Enggak kok ka. Masuk sini" sahut hans sambil menarik tangannya supaya masuk

"Maaf om, tante, bukan maksud ganggu. Pengen jenguk ory, kirain gak ada orang" ucapnya

"Iya gapapa, itu ory disana dia juga belum tidur" ucap papa

Dia mendatangi ranjangku dan memotongi apel yang dibawanya hingga kecil-kecil, dan menyuapi gue.

"Sat udah napa, gue udah kenyang loh" jawabku

"Dikit lagi ory, biar lu sehat" ucapnya

"Satria, lu kok perhatian sih denganku, pacar lu gimana, gue gak mau ntar dia salah paham sama kita" ucapku

"Gue datang kesini pingin bilang sesuatu" jawabnya tak acuh

"Bilang apa?" tanyaku

Flashback on

Hari ini aku jemput venia kerumahnya rencana untuk ngantar dia dan nyerain hari mensiversary kami selama 1 minggu. Tapi yang kudapati dia mengusirkuAku berusaha menelpon dia agar membuka pintu tapi dia tidak mengangkat. Dan aku berusaha meng-sms dia.

AndorationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang