Chapter 8

3.6K 479 75
                                        

.

Happy reading~

***

"Silahkan masuk.."

Sehun menepikan dirinya, dan mempersilahkan Yoona untuk masuk lebih dulu. Sementara Yoona hanya tersenyum kecut lalu melangkah masuk ke dalam apartemen Sehun.

Yoona menatap ke sekeliling apartemen ini, tampak mewah dan elegan ditambah nuansa yang putih dan cerah. Nyaman dan sejuk itulah yang ada dalam pikiran Yoona saat menilai betapa bagusnya apartemen milik Sehun.

Seberapa kaya lelaki ini,Sampai memiliki apartemen semewah ini?? Pikir Yoona.

"Bagaimana menurutmu??" tanya Sehun saat dirinya sudah berada dibelakang Yoona, yang berhasil mengejutkannya karena Sehun berada tepat sejengkal di belakangnya. Hampir berbisik di daun telinga Yoona.

Yoona jelas menjauh dari Sehun, menaikkan satu alisnya seraya berkata,"Lumayan" sambil mengetukkan tangannya ke dagunya menilai.

Sehun malah tersenyum bangga, ia tahu Yoona berbohong dan membatin bahwa apartemennya bukan sekedar lumayan tapi melebihi dari kata 'bagus' mungkin dia hanya gengsi mengucapkannya.

"Oke, aku harap kau betah tinggal disini.. Selamat bersenang-senang, aku pergi dulu terlalu banyak yang harus kuurus" ucap Sehun seraya melangkah pergi, sebelum menghilang di balik pintu ia menengok ke belakang dan mengedipkan satu matanya ke arah Yoona yang justru memeletkan lidahnya.

"Cih.. Apa-apaan lelaki itu, dasar aneh" ucapnya sambil geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan sikap lelaki itu, iapun melangkah menelusuri sekitaran apartemen mewah milik Sehun.

***

"Hai bocah kecil yang tampan" sapa Sehun saat tak sengaja bertemu dengan anak Yoona yang berada di gendongan Jiyeon.

Sementara Yien yang disapa hanya menatapnya sekilas lalu kembali fokus menjilati permen yang ia beli di kedai terdekat tadi.

Baginya permennya lebih penting daripada sapaan ahjussi itu.

Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal namun ia kembali memamerkan senyumnya yang memikat, namun bukan Yien yang menatapnya melainkan Jiyeon babysister Yoona justru menatapnya berbinar.

Sehun mendengus, ia kesal karena merasa di abaikan oleh anak kecil itu, namun ia tidak putus asa.

Pertama-tama ia akan mendekati anaknya dulu lalu berikutnya ibunya.

Seketika Sehun tersenyum misterius, Jiyeon yang melihatnya bergidik ngeri. Sehun yang ia tahu tidaklah seperti sekarang.
Sehun mencubit pipi Yien dengan gemas yang dibalas rintihan kecil dari anak itu.

"Uncchh... Appo, ahjussi jahat ini sakit" seraya memegangi pipinya dan menunjuk letak sakitnya kepada Sehun. Sementara Sehun malah mengacak rambut Yien dengan gemas.

Aigoo.. Bahkan ia tidak memperdulikan keberadaan Jiyeon yang justru menatapnya penuh malas, karena merasa diabaikan di sana. Ditambah kenapa dua orang berbeda usia ini terlihat seperti ayah dan anak?? Bikin iri saja pikir Jiyeon.

Sementara Sehun justru sudah melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua. Jiyeon hanya mendengus dan juga melangkah pergi menuju ke apartemennya.

Tunggu...

Astaga, bagaimana ini... Mereka tidak tau dimana letak apartemen Yoona..? Ia tidak sempat menanyakan tadi, dengan segera ia menyusul Sehun yang telah menghilang dari pandangannya.

Parkir, mungkin saja Sehun berada diparkiran mobil. Dengan segera ia melangkah pergi ke tempat area parkir yang dimana mobil Sehun terparkir disana.

ᴛʜᴇ ᴅᴀʀᴋ ʟᴏᴠᴇʀ || ʏᴏᴏɴʜᴜɴ ꜱᴛᴏʀʏ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang