15.Hidup baru?mungkin.

3.9K 107 1
                                        

****
"biarkan aku melihatmu dari sini.
biarkan aku menjagamu dari sini.
biarkan aku mencintaimu dari sini.
walaupun ku tahu itu melukai diriku."-Nera Spark.

****

1 years ago.

New york
6 am.

Gadis itu terbangun karena pancaran matahari pagi yang cerah itu.

Ya, itu Nera.

Sejak memutuskan akan pergi dari kehidupan Kelvin ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di luat negeri.

Dan ini hari pertamanya masuk, dan ya kalian tau,kalo di Indonesia namanya MOS.

Aku langsung terbangun dan bersiap-siap diri.Aku menatap penampilanku didepan cermin.

Rambut dikuncir 2 sudah. Membawa perlatan MOS sudah.Dan hari ini Jera tidak memakan make up, karena dia tidak ingin dicap sebagai seorang yang ganjen oleh seniornya.

Nera turun kebawah lalu melihat abangnya sedang membuat membaca dokumen dan memakan rotinya.

Menyadari adik kesayangannya turun pun,Albert menutup dokumen dan menyuruh Nera duduk disampingnya.

"Nda sini,sarapan dulu ya. Dan nanti kamu abang yang nganter oke."

Nera yang masih sibuk dengan roti dan selainya itu hanya menggumam tidak jelas.

"mandaa, denger abang kann"tegur Albert.

"Yes my luvy brother,i hear you.Don't worry about me, just focus in your project."ucap Nera.

"and let's go brother, i can't wait to see my new university,new friend or new boyfriend?maybe hahaha. "ucap Nera sambil pura-pura tertawa.

"Tidak usah berpura-pura tertawa kalau hatimu menangis meraung-raung. "ucap Albert lembut sambil mengacak-acak rambut adiknya.

"Come on sistah, aku tau kamu gak maukan hari pertamamu di isi dengan hukuman karena terlambat, dan abang gamau dengerin ocehan kamu yang panjang kali lebar itu"kata Albert sambil tertawa puas kareba menjahili adiknya.

Sedangkan Nera, sudah memajukan bibirnya beberapa senti kedepan.

Lamborghini Huracan itu tepat berhenti diparkiran dengan mulus dan menjadi pusat perhatian.

Bagaimana bisa mobil seharga 8,9 Miliyar itu tidak menarik perhatian murid-murid disana, apalagi mereka bertanya-tanya siapa yang mengendarai mobil yang termasuk mobil termahal didunia tersebut.

"bang manda turun ya."Nera bersiap-siap terlebih dahulu sambil merapihkan dandanannya lagi.

"Kamu udah cakep kok dek, udah ngacanya.Nanti terlambat lho. "tegur Albert.

"yes my luvy brother, see you at 3 pm."ucap Nera sambil hampir ingin membuka mobil tersebut.

Tetapi tangannya ditahan oleh Albert, dan Albert menunjukan pipinya. Ya kebiasaan dikeluarga Spark memang seperti itu, dan itulah yang membuat mereka sangat,sangat dekat.

Nera hanya meringis dan tertawa kecil karena lupa, ia langsung mengecup pipi abangnya sekilas.

"Bye my little princess, remember i'm watching you.So be good"ucap Albert sambil mengacak pelan rambut adiknya.

"ih abang orang udah dirapihin juga tadi, bikin berantakan lagi aja"ucap Nera sambil cemberut.

"Udah ah sama abang gak bakal ada abisnya, udah ya Manda pergi, dadah abang"Nera turun dari mobil dan langsung merubah ekspresinya menjadi dingin dan datar,ia langsung jalan kearah podium dan tetap sama tidak memperdulikan orang lain yang menatapnya.

"dek, dek kapan kamu berubah lagi jadi seperti dulu,menjadi Nera yang kuat,Nera yang selalu bahagia, tertawa lepas seakan tiada beban. Bukan Nera yang sekarang, berpura-pura bahagia agar orang yang dicintainya bahagia, dasar adikku memang bodoh kalau soal cinta"lirih Albert lalu saat ingin memacu kembali mobilnya, ia melihat ada barang jatuh.

Dan itu nametag Nera"dasar adik kecil yang ceroboh"

Albert turun dari mobil lalu berjalan kearah podium. Dengan tatapan datar ia berjalan dengan tidak peduli sekitar yang tengah menatapnya kagum.

"wah itu bukannya anaknya mr.Spark ya"

"ganteng banget boleh juga nih"

"duh seger mata gue pagi-pagi kea begini"

"mayanlah buat cuci mata sebelum kena omelan senior"

Itulah kira-kira ocehan yang menurut Albert tidak penting, dia terus mencari adiknya sampai akhirnya dia menemukan adiknya sedang dimarahi oleh salah satu senior perempuannya,dan yang Albert lihat senior itu berpakaian menor dan membentak-bentak Nera.

Sudah cukup ia harus melindungi Neranya.Saat ia akan berjalan kearah mereka, seorang laki-laki datang dan terlihat membela Nera, dan Albert melihat perempuan kurang ajar itu pergi dan terlihat adiknya yang sedang menjelaskan sesuatu kepada laki-laki tersebut.

Akhirnya Albert berjalan mendekati adiknya dan laki-laki itu.

"princess.."ucap Alber sambil langsung merangkul bahu Nera.

Nera yang kaget langsung memukuli Albert.

"hey manda, ini abang, berhentilah"ucap Albert sambil menahan tangan Nera.

Nera yang melihat itu kakaknya langsung menghampiri lalu memeluknya"i'm sorry brother, i don't know it's you, i think a stranger."

"yeah, i'm okey.Don't worry"ucap Albert.

Nera melepaskan pelukannya dan bertanya"btw abang ngapain disini? Bukannya abang meski kerja? "

Albert langsung mengeluarkan nametag Nera dan memberikannya pada gadis itu"dasar ceroboh"ucap Albert sambil menyentil pelan kening Nera.

"ihhhh ini yang aku cari dari tadiii, makasih my luvy"ucap Nera lalu mengecup pipi Albert.

Dehaman laki-laki itu memutus kontak percakapan Albert dan Nera.

"Jadi kalian adek, kakak? "tanya laki-laki itu.

"shit, gue lupa masih ada orang asing disini"batin Nera.

"Iya, dan makasih kak udah selametin gw tadi."ucap Nera datar.

"Ur welcome,yaudah gue kesana dulu ya, nanti kalo lo udah langsung ke podium aja. "ucap laki-laki itu sambil berjalan kearay podium.

"yups"jawab Nera sekenanya.

Nera langsung memandang abangnya yang tengah menatap laki-laki tadi dengan tatapan elangnya.

"bang, kenapa dilihatin kayak begitu?"tanya Nera.

"ah gak papa,abang kayak pernah liat orang itu tapi kayaknya abang salah orang deh"ucap Albert.

"yaudah abang pergi kekantor dulu ya, see you my little princess. Just call me if you want something"ucap Albert sambil mengacak rambut adiknya lalu berjalan kearah parkiran.

Nera tersenyum melihat abangnya, ia merasa abangnya sangat-sangat melindunginnya dan sayang kepadanya ia bisa merasakan itu, dan sudah terlihat jelas bukan?hehe.

Nera menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya sebentar.

"welcome to the new life Nera. Dan kuharap aku bisa melupakan Kelvin.
Vin i miss you so bad, and i love you."batin Nera.

Setelah itu Nera membuka matanya lalu berjalan kearah podium, dan itu menarik perhatian orang-orang sekitar.

Bagaimana bisa?Ya karena Nera sudah tidak menyembunyikan identitas aslinya. Lagi pula Nera sedang belajar didunia berbisnis dengan abangnya.

Nera berjalan dan langsung duduk ditempat yang sudah disediakan.Dan disitu Nera tidak memperhatikan ada seseorang yang menatapnya tajam lalu tersenyum licik.

"just wait for me baby,i will get you again"ucap laki-laki itu sambil menyeringai.

****
Fsdini
Senin,25 Desember 2017
Jakarta,Indonesia.
Jangab lupa vote, comment, and share ❤

Remember MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang