Song Joong Ki's POV
"Kenapa kau berdiri disini?" kutanya ia yang tengah berdiri di balkon apartemen kami sembari menyampirkan jaket tebal ke pundaknya.
Ia hanya menjawabnya dengan gelengan dan senyuman tipis dan itu membuatku menghembuskan nafas resah. Setelah ia tersadar, ia memintaku untuk membawanya pulang. Menurut dokter, ia pingsan karena mengalami shock. Mungkin ia mengingat suatu hal sehingga membuatnya pingsan. Namun ia tak mengatakan apapun setelah siuman kecuali permintaannya untuk membawanya pulang.
Entah apa yang ia sembunyikan dariku. Tapi aku sangat yakin ia mengingat sesuatu. Tatapan kosongnya telah terganti dengan raut bingung dan resah. Ia kelihatan tak tenang. Kupandangi wajahnya yang masih asyik menatap langit malam. Lama kami terdiam tanpa kata hingga aku meraih tubuhnya ke dalam pelukanku.
"Apa yang sedang kau pikirkan? Katakan padaku," pintaku lembut.
Ia kembali menggelengkan kepalanya. Kurenggangkan pelukanku lalu kuputar tubuhnya sehingga ia menghadapku. "Tapi kau terlihat gelisah. Ada apa?"
Ia menunduk. Menyembunyikan wajahnya dariku begitu aku menyelesaikan ucapanku.
"Aku merindukannya," ucapnya pelan. Nyaris tak terdengar.
Aku mengernyit heran. "Hmm?"
Ia menatapku lurus. "Abeoji... Aku merindukan abeoji,"
"Jadi itu yang membuatmu resah sedari tadi?" tanyaku yang ia jawab dengan anggukan. Aku menghela nafas lega. Setidaknya ia mau menceritakan masalahnya padaku, ia lebih terbuka kepadaku.
"Jangan khawatir, besok kita akan menemui kolonel Moon," ucapku menenangkannya.
"Tapi besok Myeong Joo ingin mengajakmu ke suatu tempat terlebih dahulu. Tidak apa-apa kan?" tanyaku saat kuingat Myeong Joo telah meminta ijinku untuk membawa Chae Won pergi.
Ia menatapku heran. "Kemana?"
"Entahlah. Dia tak memberitahuku."
~oOo~
Myeong Joo mengajak kami mengunjungi arena menembak. Ia ingin memicu ingatan Chae Won dengan mengajaknya ke tempat-tempat yang ia sukai. "Mungkin ini akan berhasil," ucapnya saat kami sampai di pelataran arena tembak tak jauh dari pangkalan militer.
Aku tersenyum tatkala kulihat Chae Won dengan ragu memegang pistol yang diberikan salah satu petugas. Kulihat ia melihat Myeong Joo yang asyik dengan pistolnya sendiri sebelum ia mengalihkan tatapannya ke sasaran tembak dihadapannya. Tangannya agak bergetar saat menarik pelatuknya. Ia benar-benar berbeda dengan dokter Moon yang kukenal. Wanita dingin dengan tatapan tajam itu telah sepenuhnya kehilangan jati dirinya.
Kudekati ia yang sesaat terdiam setelah dua peluru yang ditembakkannya meleset dari sasaran. Kuposisikan tubuhku di belakang tubuhnya dan kuletakkan tanganku di atas tangannya yang tengah memegang pistol. Hal itu membuatnya terkesiap.
"Kau harus memegangnya dengan kuat. Fokuskan pandanganmu ke sasaran dan tarik pelatuknya tanpa ragu," ucapku dengan lembut. Kualihkan fokusku ke sasaran tembak di hadapan kami sebelum kubantu ia melepaskan tembakannya menuju sasaran. Kali ini tidak buruk, ia hanya meleset satu angka dari nilai sempurna.
"Lihat kan? Kau hanya perlu fokus pada sasaranmu," ucapku sebelum kembali membantunya melepas tembakan.
"Kau tahu. Dulu aku sempat iri karena pria lain yang mengajarimu menembak. Saat itu aku berfikir alangkah baiknya jika akulah yang mengajarimu. Dan sekarang keinginanku itu terwujud," bisikku di telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The X Files
FanfictionMoon Chae Won seorang dokter muda berbakat yang telah kehilangan ayahnya tercinta pada suatu kejadian yang tak diketahuinya. Bersama Song Joong Ki, seorang tentara berpangkat Kapten, yang tiba-tiba saja masuk ke dalam hidupnya, ia mencoba mencar...
