.
"Luhan kau jadi ikut kan?" Tanya Baekhyun tanpa menoleh ke arah Luhan sambil merapikan beberapa buku di meja kelasnya. Pandangannya Baekhyun terhenti saat Luhan mulai mengeluarkan syal berwarna pink dari dalam balik tas punggungnya.
"Kurasa hari ini tidak begitu dingin. Mengapa kau menggunakan syal itu?" Baekhyun mulai memegang syal yang di pegang Luhan.
"Daebak, sangat tebal dan halus."
"Ah.. i.. ini" jawab Luhan gugup ketika Kyungsoo datang menghapirinya dan mulai ikut memegang syal milik Luhan. "Ini milik eonniku. Terbawa di dalam tas ku."
Kyungsoo dan Baekhyun hanya ber-oh ria dengan jawaban Luhan. Lalu mereka bertiga berjalan bersama-sama keluar dari ruangan kelas sambil sesekali bergurau satu sama lain.
.
.
Suasana dance tournament semakin panas. Urutan Kai, Chanyeol dan Sehum ada pada nomor 30. Kini pertandingan sudah mencapai urutan nomor 14. Walaupun giliran mereka masih lama, namun melihat kemampuan dance dari berbagai lawan mereka terkadang membuat semangat dan nyali Chanyeol surut. Berulang kali Kasper menyemangati mereka ber-tiga namun tetap saja mereka di buat gugup.
"Aku tinggal dulu. Aku harus mengisi beberapa formulir di ujung sana." Ucap Kasper sebelum meninggalkan tempat tunggu para peserta tournament.
Chanyeol menghela nafas lagi. Di liriknya Kai di sampingnya terlihat santai sambil sesekali merapikan baju yang Kai kenakan, dan Sehun yang sedang fokus melihat video latihan dance mereka di dalam ponsel miliknya. Chanyeol melihat ke arah depan, ruang tunggu para peserta hanya di batasi kaca yang langsung memperlihatkan panggung dance dari arah belakang. Pandangan Chanyeol berhenti melihat sosok yeoja di depan pintu masuk ruang tunggu dengan menggunakan seragam yang sama dengan yang Chanyeol miliki. Tanpa bertanya Chanyeol tau harus memberitahu terlebih dahulu kepada siapa tentang keberadaan yeoja itu.
"Kai." Ucap Chanyeol singkat sambil menyenggol pelan Kai yang ada di sampingnya. Sontak Kai mendongak dan melihat yeoja itu tersenyum padanya. Kai langsung bangkit dan mendatangi yeoja yang sedang menunggu kehadiran Kai di balik pintu.
"Ada apa?" Tanya Kai datar melihat yeoja itu. Yeoja itu tersenyum dan langsung memberikan Kai sekotak bungkusan yang bertuliskan Bok Chicken.
"Saat kau gugup. Kau selalu saja memakan sepotong ayam ini untuk mengusir rasa gugupmu, Jongin-ah."
Kai hafal betul senyuman yeoja di depannya inu. Jung Soo Jung. Seseorang yang menyimpan kenangan dengan Kai di masa SMPnya. Kai hanya terdiam dan menerima pemberian Krystal di depannya.
"Gomawo." Ucap Kai singkat dan langsung berbalik badan membelakangi Krystal di belakangnya.
"Jongin-ah. Ada yang ingin aku sampaikan padamu." Ucap Krystal memegangi baju yang Kai kenakan. Kai menghela nafasnya dan berbalik ke hadapan Krystal.
"Kenapa kau tidak pernah bicara kepadaku, huh? Padahal kelas kita sama. Kau seperti tidak mengenalku saat di dalam kelas. Dan itu sangat menyebalkan, Jongin-ah." Terang Krystal. Raut wajah dan ucapan Krystal sepertinya menerangkan semua yang ia fikirkan sekarang. Krystal merupakan tipe orang yang susah ber adaptasi dengan lingkungan baru, di kelas ia hanya duduk diam dan saat istirahat pun ia memilih tetap diam di kelas walaupun beberapa siswi di kelasnya mengajaknya pergi bersama. Ia hanya mau dekat dengan Kai di kelas.
Sebenarnya Kai ingin mengajak Krystal berbicara ataupun sekedar menemaninya. Namun keberadaan Chanyeol dan Sehun membuatnya lebih memilih bersama mereka berdua. Saat istirahat pun Kai langsung pergi keluar kelas mengabaikan tatapan Krystal yang di tujukan padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Song For You
Fanfiction"Jadi dengarlah, aku akan menyanyikannya untukmu -" "Yeoja yang menawan itu bukan dari pakaian yang ia kenakan, barang yang ia punya ataupun bagaimana ia merias wajahnya. Yeoja yang menawan itu terlihat dari kedua matanya, sebagai kejujuran awal men...
