.
.
.
.
.
"Lu!" teriak Kyungsoo di balik jendela saat melihat Luhan sudah berdiri di luar.
"Kyungiee" Luhan melambaikan tangan
"Masuklah. Akan ku ambilkan" Kyungsoo masuk ke rumah dan di ikuti oleh Luhan.
.
.
"Ah kyungie, bibi dan Sehun akan pulang sekarang" ucap eomma Sehun saat melihat Kyungsoo masuk ruang tv.
"Secepat itu eommoni?" tanya Kyungsoo. Luhan berdiri di belakang Kyungsoo.
"Ah.. Siapa gadis di belakangmu itu? Apakah temanmu, Kyungie?" tanya eomma Sehun melihat kehadiran Luhan.
"Ah.. Annyeong haseyo" salam Luhan ramah.
"Ah iya.. Ayo Sehunie" ucap eomma Sehun. Sontak mata Luhan membulat saat melihat kehadiran Sehun.
Sehun dan Luhan saling bertatapan. Sehun lalu tersenyum kepada Luhan.
'Ah tidak dia tersenyum padaku' batin Luhan.
"Lu masuklah ke kamarku dulu. Aku mau mengantar Sehun ke depan" ucap Kyungsoo
.
.
Luhan lalu masuk ke kamar Kyungsoo. Kamar Kyungsoo ada di dekat balkon taman. Luhan berhenti sejenak di dekat balkon menikmati suasana sore di rumah Kyungsoo.
.
.
"Oh tidak. eomma, ada sesuatu tertinggal." ucap Sehun sambi merogoh saku celananya.
Eommanya hanya mengangguk.
"Apa yang tertinggal? Akan aku ambilkan." ucap Kyungsoo.
"Ah tidak usah" jawab Sehun berlari ke dalam rumah Kyungsoo.
"Aigoo.. Anak itu selalu saja ceroboh" omel eomma Sehun dan eomma Kyungsoo pun tertawa.
.
.
Sehun menyadari bahwa kunci motornya tertinggal di kursi balkon, aia berlari ke arah balkon dan mendapati Luhan sedang berdiri di situ.
*grekkkk*
Luhan terkejut mendengar pintu ruang tv terbuka. Tatapan mereka berdua bertemu.
"Ah Sehun. Kau disini?" ucap Luhan. Sebenarnya Luhan tidak dapat mengendalikan degup jantungnya yang cepat.
"Ah iya.. Bisa kau ambilkan kunci motor di dekatmu itu?" jawab Sehun mendekat.
"Ah ini? Oh ini" ucap Luhan sedikit terbata-bata.
Luhan memberi Sehun kunci, dan tangan mereka kini bersentuhan.
*deg*
*deg*
Mereka berdua saling terdiam beberapa saat.
"Ah.. Gomawo" ucap Sehun memecah keheningan.
"Aku pulang dulu" senyum Sehun lalu langsung berbalik badan.
Luhan yang ingin menjawab perkataan Sehun, hanya terdiam. karna Sehun sudah meninggalkan Luhan.
'Hati - hati Sehun' batin Luhan
.
.
.
*kringgg*
"Oh... Baekkie.. ada apa sepagi ini kau menelfonku, huh?" ucap Luhan setengah sadar bangun tidur.
"Kau akan menggunakan dress apa Lu?" tanya Baekhyun di ujung telfon
"Hya.. Acaranya nanti sore. Kau ribut sekali" omel Luhan
"Temani aku mencari dress Lu.. aku tak punya dress. Kyungie pagi ini pergi menemani eommanya berbelanja. Hanya kau Lu" pinta Baekhyun bersuara lirih di ujung telfon.
'Ah iya , dipikir pikir tadi malam aku mencari dress di lemari. Dan hanya menemukan dress coklat tua milik eonni. Ahh.. Tidak mungkin aku memakainya. Apalagi ada Sehun disana..' batin Luhan
"Yeoboseyo? Lulu?" tanya Baekhyun membuyarkan lamunan Luhan.
"Ah.. Mian. Arasseo baekkie . Nanti akan ku temani" jawab Luhan.
"Oke Lu, nanti akan kuhampiri. See you soon" ucap Baekhyun mengakhiri percakapan.
.
.
"Ah tidak sudah jam segini. Aku harus bergegas. Baekkie pasti akan tiba sebentar lagi disini" ucap Luhan bergegas masuk ke kamar mandi.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 dan Luhan belum bersiap-siap.
.
"Lu-ge! ada temanmu datang !" jawab Xiumin, eonni Luhan.
"Suruh di keatas!" teriak Luhan dari dalam kamar.
"Naiklah keatas. Dia baru saja mandi" ucap Xiumin menyuruh Baekhyun pergi ke kamar Luhan.
"Ne, kansahamnida" jawab Baekhyun menaiki tangga.
.
.
"Hya, cepatlah!" bentak Baekhyun mendapati Luhan sedang berganti baju.
"Kau datang terlalu cepat!" ucap Luhan tak terima. Baekhyun hanya melihatnya sinis.
.
"Kajja, aku sudah siap" senyum Luhan.
"20 menit aku menunggmu. Selama itu pastinya kita sudah sampai di toko" omel Baekhyun.
Luhan tak menghiraukan perkataan Baekhyun dan langsung turun ke bawah.
.
.
*ping!!!*
KAMU SEDANG MEMBACA
A Song For You
Fanfiction"Jadi dengarlah, aku akan menyanyikannya untukmu -" "Yeoja yang menawan itu bukan dari pakaian yang ia kenakan, barang yang ia punya ataupun bagaimana ia merias wajahnya. Yeoja yang menawan itu terlihat dari kedua matanya, sebagai kejujuran awal men...
