Anna POV
Dari sekian banyak halangan dan rintangan, yah pada akhirnya Aku bisa berpacaran dengan Ryugazaki.
Namun..
Walaupun Aku dan Dia berpacaran kurasa tidak ada yang berubah diantara Kami berdua, saat sampai di rak sepatu ketika hendak menyapanya pun.. segerombolan cewek udah ngerumunin Ryugazaki.
Menyebalkan!!
***
Dengan malas Aku berjalan menuju ke kelasku
Seketikanya Aku menaiki tangga, seseorang menarik tanganku dengan paksa
"Hei lepaskan! Ini sakit Kau ta-" Aku sudah terkejut duluan sebelum melanjutkan perkataanku
"Ryugazaki?! Ta-tapi kenapa bisa? Tadi kan Kamu digerumuni para fansmu" ucapku
"Kau tau? Aku berusaha melepaskan diri dari mereka supaya bisa melihatmu pagi ini, sekaligus Aku ingin mengatakan ini dari dulu.." Ryugazaki mendekatkan wajahnya ke arah wajahku"selamat pagi kekasihku.." sambungnya sambil menyeringai
Aku menutup wajahku yang merah karenanya.
"Kau ini bodoh sekali ya" ucapku malu
Setelah itu Ryugazaki mengacak pelan rambutku, sungguh.. Aku sangat bahagia sampai ingin pingsan rasanya
"Ka-Kamu jangan sampai terlambat masuk kelas" ujarku gugup dan langsung membalikan badan
"Kau juga, Anna.." Aku sempat terkejut, Dia memanggil nama depanku. I-Ini benar-benar seperti mimpi
Karena Aku tak mau Ryugazaki melihatku tersipu, Aku pun langsung berlari meninggalkannya
Seharusnya Aku memanggil nama depannya juga, ta-tapi Aku gak berani karena malu
...
Ketika bel istirahat berbunyi, Ryugazaki langsung memanggilku.
"Anna Senpai~"
Mata para fansnya dari kelasku pun langsung menatapku dengan tajam
"Kita makan siang bareng yuk" ujar Ryugazaki
Dia tau-tau sudah ada didepan mejaku, bagaimana ini.. bagaimanaa?? Kalo Aku mengiyakan ajakannya pasti semua akan membenciku.
Aku pun menghela napas panjang "Hei dengarkan Aku ya, jangan mengajak makan siang seniormu dengan seenaknya. Dan jangan panggil nama depanku!"
Aku membentaknya, seharusnya semua berubah tapi kenapa sifatku tidak bisa berubah.
"Baiklah! Sesuka hatimu aja senpai!" Bentaknya seraya pergi meninggalkanku
Para fansnya Ryugazaki dari kelasku pun langsung mengejar Ryugazaki.
Aku berjalan dikoridor sambil melihat kelantai "apa Aku sudah keterlaluan ya sampai berkata seperti itu?" Ujarku dalam hati
Ketika akan menuju kantin..
Kulihat Rei sedang duduk dibangku dekat kantin dengan beberapa cewek.
"Rei-kun~ ini aaaaaa" seseorang cewek mencoba menyuapi Ryugazaki namun Ryugazaki menolaknya
Ryugazaki tersadar kalau Aku sedang melihatnya, dengan kecepatan kilat Aku pun berlari.
"Ck kenapa lari sih!" Geramnya
Ryugazaki pun beranjak dari tempat duduknya, dan seorang cewek menarik tangannya "Kamu mau kemana Rei-kun?"
"Bukan urusanmu!" Bentaknya
Ryugazki mulai mengikutiku, sepertinya Aku harus menambah kecepatan lariku
...
Karena kekuatanku sudah mencapai batasnya, Aku pun berhenti berlari dan duduk dibangku dekat pepohonan.
Ku buka bekal makanan yang Aku buat dirumah, seharusnya ini Ku makan dengan Ryugazaki ah tapi kayanya dia tidak akan mungkin suka dengan telur gulung dan sosis gosong begini huftt
Tiba-tiba di belakangku ada seseorang..
"Kenapa Kau lari?" Ujar seseorang itu
Ini suara Ryugazaki, Aku menundukan kepalaku dan Ryugazaki langsung duduk tepat disampingku
"A-Aku sebenarnya.. itu.. bagaimana ya.." ucapku dengan gugup
"Itu bekal untukku?" Tanyanya
"Ja-Jangan! itu bekal gagal, Aku gak mau Kamu makan buatanku.. kan tadi ada seorang cewek yang memberimu bekal juga, kenapa gak Kau makan saja bekal itu" jelasku
Ryugazaki merebut bekal makanku
Dia membukanya lalu memakannya dengan semangat, ah memalukan! Aku pun menutup mataku
Tapi dia gak bicara lagi setelah makan bekal buatanku, apa jangan-jangan dia keracunan? Ahhh!!!
Karena penasaran..
Perlahan kubuka mataku dan Aku pun terkejut.
"Ka-Kau memakannya?"
"Tentu saja, meskipun gosong.. Kau membuat ini dengan sepenuh hati kan? Ini jauh lebih enak daripada dari cewek tadi" wajahnya pun tersipu
Aku langsung membalikan badanku, karena melihat wajahnya yang tersipu pasti sudah membuat wajahku merah sekali.
Ryugazaki meletakan bekal makannya.
"Sepertinya, Kau masih belum bisa menyukaiku ya.. sampai Kamu menghindar terus dariku? Apa dua tahun terlalu cepat bagiku untuk menyatakan cinta padamu senpai?" Ryugazaki mengatakan itu sambil menundukan kepalanya
"Tidak.. bukan seperti itu, sebenarnya Aku hanya memikirkan perasaan para fansmu. Ku rasa belum tepat waktunya kalo mereka tau kita berpacaran" jelasku
Ryugazaki pun memegang tanganku
"Lalu apa bedanya sebelum dan sesudah Aku menyatakan cinta padamu?"
Aku pun hanya diam terpaku
"Aku menyatakan cinta, agar hubunganku denganmu bisa berubah. Tapi ternyata gak semudah itu rupanya"
Wajah Ryugazaki berubah menjadi sedih, benar. Aku sudah keterlaluan padanya sampai dia berfikir seperti itu.
Kembali Aku membalas genggaman tangannya, dan perlahan mendekatkan wajahku ke wajahnya
"Ada yang berubah kok"
"Apa?"
"Ini"
Chuuu
Aku mencium pipi Ryugazaki, wajahnya terkejut
"Se-Senpai.."
Ryugazaki memegang pipinya yang sehabis Aku cium
"Sebelum kita berpacaran, Aku kan gak pernah melakukan itu wlee" ledekku
Wajah Ryugazaki berubah menjadi merah, merah sekali seperti tomat. Dan Aku suka wajahnya itu💞
Maaf ya kalo ga jelas :'V Next chapter? Vote dan coment dulu yaa^^ terima kasih~☆
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Or Hate
Short StoryBiasanya semua kisah disini tentang percintaan yang indah, namun bagaimana jika Matsuri Anna mengungkapkan perasaannya dengan perasaan bencinya selama ini dengan Ryugazaki Rei yang paling populer dikalangan kelas 2?
