Obrolan Untuk Masa Depan

152 12 0
                                        

Kemarin aku mengikuti kencan Ryugazaki dan mantan pacarnya, hal paling memalukan dalam hidupku.

Hari ini adalah hari minggu, dimana waktu bagi semua orang untuk beristirahat. Tapi tidak buatku, hari ini aku akan pergi ke rumah Ryugazaki untuk membantunya mengerjakan tugas.

Setelah mandi dan berpakaian rapih aku membawa sedikit buku-buku yang mungkin berguna nanti, lalu aku keluar dari kamarku. Beranjak keluar dari rumah dan menunggu bis.

Gak lama setelah itu bis datang, dan aku pun menaikinya.

***

Beberapa menit kemudian aku turun, dan berjalan sekitar 6 menit untuk sampai rumahnya. Pas sampai rumah Ryugazaki aku pun langsung memencet bel rumahnya.

Ting tong.. ting tong.. ting tong..

"Sebentar!!" Teriakan Ryugazaki dari dalam rumahnya.

"Anna!!" Teriaknya ketika pintu udah dibuka.

Aku hanya tersenyum, Ryugazaki mendekat dan membuka pintu pagarnya untukku.

"Yuk masuk," suruhnya.

"Iya,"

Aku masuk kedalam rumah Ryugazaki, keliatannya sepi sekali..

"Rei."

"Iya Anna?"

"Kok rumah kamu sepi? Pada kemana?" Tanyaku.

"Oh.. hm.. orang tuaku ada urusan diluar dan hari ini Rai pergi main kerumah temannya." Jelas Ryugazaki.

"B-begitu y-ya" ucapku gugup.

Jadi kami hanya berdua?! Astaga! Apa keadaan ini akan baik-baik saja antara aku dan Ryugazaki?? Eh mikir apa sih aku ini! Tenanglah Anna, tenang..

"Kamu gak masalah kan kalo kita hanya berdua?" Tanya Ryugazaki yang sedikit tersipu.

"G-gak ma-masalah kok." Ucapku gugup.

Ryugazaki menyuruhku duduk di ruang tamu, sedangkan dia mengambil buku catatandan alat tulisnya untuk belajar.

Aku pun menyiapkan buku-buku yang ku perlukan untuk membantunya, lalu Ryugazaki datang membawa semuanya dan duduk disampingku.

Aku mengajarinya dengan serius dan Ryugazaki mengikutinya dengan serius juga, ditengah-tengah ketika aku masih membantunya belajar Ryugazaki meletakan pulpennya.

"Kenapa Rei?"

"Aku memikirkan ini udah lama.." ucapnya.

"Memikirkan apa?" Tanyaku.

"Seandainya kamu lulus lebih dulu, dan saat itu kamu mengejar impianmu.. kamu pasti akan lebih banyak mengabiskan waktu untuk yang lain, dan aku khawatir kamu bisa ketemu sama yang lebih baik dari aku." Ujarnya dengan nada sedih.

Wajah Ryugazaki berubah jadi murung.

"Kok kamu jadi bilang gitu?" Tanyaku.

"Abisnya umur kita beda setahun, kamu itu cantik, pintar, baik. Dan tentu kamu lulus lebih dulu dibanding aku kan?" Tanyanya.

"Hei Rei, umur bukan jadi alasan untuk mencintai seseorang. Kadang ada yang seumuran tapi cintanya gak semanis itu, kamu pikir aku juga gak khawatir ketika aku lulus duluan nanti." Ujarku.

Love Or HateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang