El memandang iba kearah Revo yang kini tengah terbaring di ranjang uks , disamping El berdiri Alvin dan Angget , wajah mereka terlihat cemas melihat Revo sedang jan ia dibawa ke Rs oleh beberapa guru karena keadaanya yang sangat lemah .
" vo lo sebenernya kenapa sih, jangan bilang ni ulah si Ketua Murid lagi ?" Alvin membuka suara , Angget mengangguk sedang El hanya dapat menjadi pendengar saja karena memang dia tak tau apa apa .
Mendengar pertanyaan Alvin , Revo mengangguk membenarkan.
' argh. .sialan tu anak , semena mena , mentang mentang ketua murid ,aku akan memberi pelajaran ke dia !" angget melangkah pergi dari uks.
" vin lo kejar tu anak ceroboh, cepet !" titah revo ke alvin agar mengejar Angget .
Alvin mengangguk dan langsung menyusul Angget.
Kini hanya El dan Revo yang ada di ruangan itu. El memandang Revo tepat di manik manik matanya seolah berkata 'jelasin ke gue' . Revo yang mengerti arti pandangan El lalu berkata
" ok ok , gue jelasin ke lo !" revo membenarkan posisinya menjadi setengah duduk dan mulai bercerita.
" lo tau kan el , sekolah kita , sekolah Bakti Luhur ni yayasan ?" el hanya mengangguk . "sebenarnya tidak sekolah ini adalah sekolah percobaan !" Revo menghela nafas berat , el mengernyit tak mengerti "sekolah percobaan ?" tanya El.
" ya percobaan , sekolah ini bukan yayasan tapi sekolah percobaan . Disini guru cuma mengajar dan kepala sekolah cuma mengawasi ? Selain semua itu ditangani oleh Ketua dan Dewan Murid , tapi sayang ketua Murid tahun ini sungguh. . . Ah kapan kapan gue lanjutkan ceritanya , gue capek mau tidur , lo ke kelas aja sono ?" el hanya mengangguk, sebenarnya ia masih gak mengerti tentang cerita Revo .
--------
El memasukan kedua tanganya kedalam saku celananya , el masih menggunakan seragam sekolahnya yang dulu jadi ia tidak menggunakan almamater seperti yang lain.
El berjalan perlahan sembari memikirkan cerita Revo tadi, ia belum mengerti tentang Ketua dan Dewan Murid dan maksut dari sekolah percobaan.
Karena el berjalan menunduk tak sengaja ia menabrak seseorang yang tengah berjalan di koridor.
" maaf ?" kata El , el mendongakkan kepalanya memandang orang yang bertabrakan denganya.
" El ?" kata orang itu.
" elo !" el agak kaget dengan apa yang ada didepanya , seorang gadis berkucir dua dengan lesung pipit di pipi kirinya.
::: ya ya ya ada yang tau siapa yang di tabrak El ? Hayo hayo ?
KAMU SEDANG MEMBACA
Friends , Enemies and Love
Teen FictionKehidupan El perlahan berubah , da ia mulai terjebak diantara masalah di sekolah barunya namun El juga menemukan cinta barunya disana ? Let's read
