El memandang gadis yang menabraknya itu dari bawah sampai atas , gadis itu mengenakan seragan Bakti Luhur lengkap dengan almamater biru tuanya plus dasi hitam biru yang artinya dia tingkat 11 .
" fifi " gumam El.
" itu namaku , hem kok kamu disini ? " kata fifi sambil cengar cengir.
" gue murid baru , gue sunbae lo jadi lo harus hormati gue !" tegas El , sedang yang diceramahi malah sibuk memerhatikan seragam kemeja putih El, fifi menyentuh kemeja el yang terkena bercak darah jan tadi " Ini darah , kamu berkelahi ya ?"
" gak ! " jawab El singkat.
" terus ini kenapa , huu murid baru satu hari dah belagu hu !" nada suara fifi seperti mengejek.
" sok tau lo !" " terus kenapa kalo gitu , ni . .ini. . Ini !' fifi menunjuk nunjuk kemeja el dengan jarinya , El menepis jari fifi dan melangkah pergi meninggalkan fifi .
" awas " kata el singkat. Fifi hanya terbengong melihat kepergian El.
Beberapa saat fifi masih terdiam di tempatnya , punggung El makin menjauh
" ah El tunggu aku , !" tanpa ba bi bu fifi mengejar El , saat fifi tepat dibelakang punggung El , El menghentikan langkahnya sehingga fifi menabrak punggung El.
" aduh , kalo mau berhenti bilang bilang dong " fifi terus nerocos.
" terus lo kenapa ngikutin gue ?" El membalikan badanya sehingga berhadapan dengan fifi .
" ya gak papa sih , El aku mau tanya ?" fifi menggaruk kepalanya kikuk.
" apa ?" el memalingkan wajahnya menghadap jendela yang ada dikoridor itu , tanpa sengaja Mata El bertemu pandang dengan mata seseorang yang tengah berdiri dilapangan upacara , mereka saling pandang beberapa detik ' kayaknya gue pernah liat' batin El.
" El . .El " fifi mengibaskan tanganya kedepan muka El, El agak kaget dan tersadar dari keterpakuanya
" ah ya !" el agak kikuk.
" Huh , aku tanya kamu kelas 3 apa ?" fifi terlihat kesal.
" 3 B" " wua satu kelas sama kak Revo dong !" fifi membulatkan matanya lalu tersenyum senang, El hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan fifi
" hih El , aku kok ditinggal ' fifi kembali mengejar El.
El kembali berhenti dan berkata agak dongkol pada fifi " lagian lo napa ngikutin gue !" fifi terdiam sejenak " ng anu . . Cuma mau ikut kamu aja !" jawab fifi gugup.
" gue mau ke toileh mau ikut he ?" el mendekatkan wajahnya ke wajah fifi dan berkata dengan nada menggoda , sontak wajah fifi memerah dan ia mundur satu langkah kebelakang.
" ng . .nggak kok, aku nggak jadi ngikut kamu , aku mau ke perpus bye bye !" fifi langsung ngacir pergi ninggalin El sendiri di koridor yang kebetulan sepi itu. El tersenyum sekilah melihat tingkah fifi , detik berikutnya El sudah beranjak dari tempat itu .
Tanpa El sadari orang yang bertemu pandang denganya tadi masih memperhatikan El dengan pandangan menilai.
------
Kini El tengah berada didalam kelas barunya , waktu 3 jam kosong tadi telah usai dan para siswa siswi telah rapi duduk di bangkunya masing masing .
Didepan El duduk Alvin dan Angget namun bangku revo masih tetap kosong, El memandang bangku Revo " sebenarnya apa yang terjadi disini ?" el bertanya pada dirinya sendiri.
Kedatangan guru kedalam kelas El membuyarkan semua pertanyaanya, menit berikutnya El sudah berkutat dengan mata pelajaran yang tengah dibahas, tapi tetap saja pikiran El tak bisa lepas dari cerita Revo tadi tentang 'ketua dan dewan murid' .
KAMU SEDANG MEMBACA
Friends , Enemies and Love
Teen FictionKehidupan El perlahan berubah , da ia mulai terjebak diantara masalah di sekolah barunya namun El juga menemukan cinta barunya disana ? Let's read
