'AUTHOR POV'
Jun dan mamahnya tengah duduk diruang keluarga, namun mereka tidak hanya berdua ada satu orang lagi , lelaki paru baya yang lumayan tingi memakai kemeja putih dengan corak garis garis hitam sangat serasi dengan celana yang ia kenakan.
"em. .jun , kakak kamu kok belum datang ?" tanya mamah jun membuka pembicaraan.
"ah . .iya bentar mah jun panggil lagi ?" sahut jun sambil hendak beranjak dari tempatnya.
"gak usah, gue dah disini !" sahut cowok yang tengah berdiri ditengah pintu yang hanya menggunakan boxer warna hitam tanpa baju sehingga memperlihatkan otot perutnya dan dadanya yang bidang.
"kak . .papah dah nunggu lama tuh ?" kata jun sambil berjalan mendekati el.
"apa perduli lo ?" jawab jun dingin.
"ah . .gue kan adik lo. .jadi pasti gue peduli lah. !" jun sudah berdiri didepan el. Tangan kananya memegang pundak el.
"hah. .minggir lo kunyuk !" el menepis tangan jun dan berjalan mendekati papahnya yang tengah duduk disofa. .
el lalu duduk tepat di hadapan papa dan mamahnya.
"el. .kita berangkat besok ?" kata lelaki yg ternyata papa el itu.
"terserah, tapi apa papah gak mikir . El udah kelas 3 pah dan malah harus pindah sekolah ?" sahut el tenang.
"tak apa toh ini baru semester awal kan el ?" suara papa el agak melembut.
"hem. .baiklah . .besok kita berangkat jam berapa?" tanya el, suaranya juga agak melembut, el sangat sayang pada papahnya.
"besok jam 7 pagi, papah mengambil penerbangan pukul 08.00 ke semarang !"
"oh. .yasudah. .aku mau mengemas barang dulu !" el beranjak pergi dari ruangan itu.
Setelah punggung el sudah tak terlihat lagi mamah jun mendekat kesamping papah el.
"pah. .sepertinya el belum bisa menerima mamah di keluarga ini, ?"
"sabar mah, el bukanya tidak menerima mama tapi memang sifatnya saja seperti itu, tapi jun kan sudah dapat menerima kehadiran mama, iya kan ?" papah jun menggenggam tangan istrinya.
"iya pah ?" wanita itu menyunggingkan senyum di bibirnya.
"yasudah ayo tidur papah sudah capek ?"
________
#pagi harinya. .
"ayo el cepat. ?" teriak papah dari lantai bawah.
"yea. .sebentar ?" el tetap saja santai.
El berjalan menuruni setiap anak tangga dirumahnya, terlihat papa ,mama, dan jun sudah di depan rumah hendak masuk ke dalam mobil.
"shit. .gue lupa pamitan sama adin !" umpat el sambil mengeluarkan hp.a dari saku celana jeans yang ia pakai , ia lalu mengetik pesan. .
'din gue berangkat sekarang. .
_el_' saat el sudah didalam mobil hp.a bergetar . .di lcd hp.a tertulis 1 new message from adindin.
'ati ati ya sob, sori w ga isa anter lo, tante gue dirumah sakit , gue haru nungguin dia. .ni aja w bolos sekolah'
'ye. . .gak papa, kita ketemu .1th lg sob. .bye !'
setelah membalas pesan dari adin. El mematikan hpnya dia lagi tidak ingin diganggu.
'kak . .gue bawa motor loe ya selama loe gak disini !' kata jun yang duduk dikursi penumpang tepat disamping el.
"hem. .terserah ?" sahut el dingin.
____JUN POV____
"hem terserah !" jawab kak el dingin, ah kak sampai kapan lo kayak gini terus ini bukan diri lo kak. Lo jutek ma gue tapi gue tau lo sayang ma gue.
"thanks kak. ?" kataku sambil menyunggingkan senyuman.
Kak el hanya menganguk. Em kak el dia terlihat begitu dingin sejak mamah meninggal 4tahun lalu karna kanker darah, 1tahun setelah itu papah menikah sama mamah eva dia juga baik dan sayang sama aku dan kak el, tapi kenapa kak , elo kaga bisa terima mama eva sepenuh hati lo. Emang mamah gak bisa digantiin tapi kan. . .ah udahlah.
________
setelah kira kira 45 menit perjalanan dari rumah ahkirnya kita semua sampai di bandara Soekarno-Hatta , untung tadi gak kejebak macet.
Mamah dan gue nganterin kak el dan papah cuma sampe depan bandara .
"ati ati kak, gue pasti kangen sama loe ?" kataku.
Kak el hanya melirikku sebentar dan malah terus berjalan.
"ah dasar anak itu, yaudah mah. .papa berangkat dulu. .jun jaga mamah ya ?" sahut papa sambil memegang pundakku.
"ok pah. !" kataku , mamah hanya tersenyum melihat adegan ini, ah mamah eva begitu baik sayang dia tak dapat mempunyai anak. .mandul bro..
"pah . .cepet ayo ?" teriak kak el yang sudah agak menjauh .
"iya . .iya. .yasudah papa berangkat dulu !" kata papah sambil menarik kopernya menuju kearah kak el.
"yasudah mah , ayo pulang !" kataku pada mamah.
"iya. .ayo sayang !" kata mamah lembut, ini yang aku suka dari mamah eva, kelembutanya. Apa kak el tidak menyadari semua ini. .ah sudahlah.
TBC
:
: anyeonghaseyo aku tunggu comenya ya ?
KAMU SEDANG MEMBACA
Friends , Enemies and Love
Ficção AdolescenteKehidupan El perlahan berubah , da ia mulai terjebak diantara masalah di sekolah barunya namun El juga menemukan cinta barunya disana ? Let's read
