HAPPY READING!
"how was japan seul?"
"terkutuk kau!" rutuk seulgi
"seharus nya kau berterimakasih padaku, karna jika bukan diriku kau tidak akan jalan ke negera orang dengan gratis"
seulgi menyandarkan punggung nya pada kursi kerjanya, memejamkan matanya lalu mengurut pelipis nya dengan pelan.
"ya baiklah, terimakasih taehyung"
"lalu dimana bagian ku?" celetuk jungkook yang entah datang dari mana.
"bagian apa maksud mu jungkook?"
"souvenir buat kami mana?" tanya jungkook dan taehyung bersamaan.
oh sungguh anak kembar beda ibu yang sangat kompak!
seulgi semakin memejam kan matanya dengan erat, sungguh pusing jika berurusan dengan dua manusia abstrak seperti mereka.
"kalian sudah gila?!" jawab seulgi sembari meninggikan suaranya.
"language baby" tegur momo santai
seulgi menolehkan wajahnya kesamping, mendapati momo yang asik berkutat dengan layar komputer yang ada di hadapan nya.
seulgi berdecak pelan lalu menatap kembali kedua pria yang mengusik pekerjaan nya dengan tatapan membunuh.
"tidak ada souvenir buat kalian," ucap seulgi setenang mungkin
"holly grace seulgi! bagaimana bisa dirimu tidak membawa kan kami souvenir?" ucap jungkook melebih lebihkan suaranya, oh rasanya seulgi ingin mencekik kedua oria dihadapannya.
"kalian sungguh membuat ku pusing"
seulgi tidak konsen dengan pekerjaan nya, dua pria dihadapan nya ini sangat mengganggunya, keduanya saling meracau berdebat karena seulgi yang tak membawakan mereka 'souvenir'
sungguh kekanakan bukan? bahkan mereka bisa bolak balik ke jepang tanpa harus memikir kan masalah biaya keberangkatan.
"kalian bahkan dibanjiri dengan uang yang penuh di dompet bahkan di mesin uang kalian, kalian seharus nya tak perlu bersusah payah meminta souvenir dariku, bahkan kalian bisa membeli toko souvenirnya langsunng di jepang, asal kalian tau saja, diriku ke jepang hanya bermodal kan pakaian yang melekat di badan dan ponsel yang tersimpan rapi di saku celana ku, uang pun tak ada sepeser pun padaku sewaktu pergi ke jepang," racau seulgi panjang lebar dan tanpa sedikit pun jeda.
"kau sungguh tega kang seulgi"
see? mereka memulai drama nya, taehyung yang berpura pura menangis, dan jungkook yang mencoba menenangkan nya.
seulgi sudah terbiasa dengan pemandangan seperti yang dilihat nya saat itu, mungkin saja seulgi sudah menghabisi kedua pria dihadapan nya jika saja seulgi tidak mengenal nya.
seulgi menghelakan napas nya pelan dan beranjak meninggalkan meja kerja nya dan dua bocah sialan yang sedang melakukan drama di depan mejanya.
seulgi jalan sembari menunduk mengambil kopi yang telah sedari tadi disiapkan untuk karyawan kantor.
melangkah kan kaki jenjang nya hingga sampai ke rooftop yang entah sejak kapan sudah menjadi tempat favorit nya.
menghelakan napas nya dengan berat, seakan ia menanggung segala beban dalam hidupnya.
"ini semua sungguh tidak adil"
seulgi meminum sedikit kopi yang berada di gelas kertas nya dan mulai menatap langit yang sial nya terlihat sedikit gelap.
"apa yang sungguh tidak adil?"
hampir saja seulgi kehilangan kopinya jika ia tidak berkonsentrasi, terlalu terkejut dengan suara yang tiba tiba mengusik nya.
"apa kau gila, aku hampir saja menumpahkan-"
"siapa yang kau sebut gila kang seulgi?" potong pria itu
seulgi segera menunduk kan kepala nya, dan menggelengkan kepalanya pelan.
"maafkan saya kepala direktur"
"jadi disini tempat jika karyawan karyawan saya pergi meninggal kan pekerjaannya?" tanya jimin santai sembari berkacak pinggang dan menatap langit yang mulai menggelap.
seulgi pun lantas menghadapkan wajahnyaa kearah kepala perusahaan nya lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"tidak pak, saya kesini karna sesuatu, saya tidak bermaksud untuk meninggal kan pekerjaan saya" ucap seulgi membela dirinya.
ya walaupun sebenarnya ia meninggalkan pekerjaan nya yang menumpuk, jika saja bukan karna dua bocah sialan itu mungkin seulgi tidak menapakkan kaki jenjang nya diatas gedung itu.
"lalu apa kau sudah menyelesaikan target pemasaran di hongkong seulgi?"
seulgi meneguk saliva nya dengan susah payah, jujur saja ia tidak sempat menyelesaikan pekerjaannya yang satu itu.
'sial! apa yang harus ku katakan padanya?' seulgi membatin dan mulai menggigit bibir bawah nya gugup.
"belum menyelesaikan nya?"
"maaf pak, saya akan menyelesaikan nya," ucap seulgi sembari menunduk kan badan nya dan hendak pergi meninggalkan jimin sendirian di tempat itu.
namun cekalan tangan menghentikan langkah besar seulgi, jimin menarik kopi yang di pegang seulgi lalu membuang nya dengan sembarangan.
jimin pun menarik tangan seulgi hingga tak ada jarak di antara mereka, tangan jimin yang satunya merangkul pinggang seulgi dengan posesif sedangkan yang satu nya membelai pipi mulus seulgi dengan sayang.
"ma.. maaf pak, saya harus kembali bekerja" ucap seulgi sembari sedikit memeronta.
"jangan lupakan perjanjian nomor 7 sayang" jimin langsung menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher seulgi dan mulai melukiskan karyanya di leher jenjang seulgi.
setengah mati seulgi menahan desahan nya, permainan bibir jimin di lehernya sungguh membuat seulgi kehabisan akal sehatnya.
'jangan terlihat murahan kang seulgi' batin seulgi.
namun sekuat apa pun seulgi menahan nya, tetap saja suara sialan itu lolos begitu saja ketika jimin mulai memasuki tangan nya kedalam kemeja peach seulgi.
"tidak! kita tidak bisa melakukan nya disini sayang," ucap jimin lalu membopong seulg layaknya karung beras hingga tiba di dalam ruang besar nya.
rasanya seulgi ingin meronta, namun ia memikirkan bagaimana nasib nya jika ia tidak bisa membiayai hidup nya, dengan siapa ia akan bergantung.
jimin segera memojok kan seulgi di pojok ruang kerja nya, dan mulai melumat habis bibir ranum seulgi dan meremas gundukan kembar seulgi dari luar kemeja.
"hmm jiminnh"
"yes darling say my name"
jimin membuka dengan paksa kemeja peach seulgi dan menampak kan dua gundukan kembar yang sialnya terlapisi bra hitam yang memuncahkan birahi jimin.
jimin segera meninggalkan banyak jejak kepemilik kan di sekitar leher dan dada seulgi.
'kau membuat ku gila park jimin!" batin seulgi sembari menutup matanya menikmati sensasi yang diberikan jimin.
"damn! you're so damn sexy darling" bisik jimin seduktif sembari membuka pengait bra seulgi.
"oh holly god! apa yang kalian lakukan?!"
jimin segera mendongak kan kepala nya lalu menghadapkan wajahnya menuju asal suara yang berani mengganggu aktifitas nya.
"sialan kau kim taehyung!"
iya ane tau ceritanya gaje banget, maaf ya: (((
keep vomment!♡
#MasihAmatir
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand✅
General Fictionhanya sebuah kesalahan yang membuat seorang wanita cantik yang dengan tanpa sengaja maupun tanpa sepengetahuan nya jatuh kedalam kandang singa yang memang sedari dulu tengah mengincar wanita itu. apa yang menjadi kesalahan wanita itu sehingga singa...
