9 - Pregnant?

7.9K 604 43
                                        

HAPPY READING!

"oh sialan! tubuh ku terasa sangat sakit, bagaimana ia bisa bertahan melakukan nya hingga siang hari? apa sungguh dirinya manusia? atau bahkan dirinya makhluk astral?"

seulgi terus saja meracau tak jelas di dalam dapur luas milik jimin, satu lagi kesialan nya, ia dilarang keluar dari rumah boss sialan nya itu.

sungguh menyebalkan bukan?

jika bukan karena panggilan kantor yang mengharuskan jimin menghadiri rapat para direktur mungkin saja seulgi sudah terkapar  tak berdaya di dalam kamar jimin tanpa bisa melakukan aktifitas apapun.

seulgi merasakan lelah yang teramat sangat di sekujur tubuhnya, jujur saja sungguh sakit jika harus berjalan, jimin sungguh membuat daerah kewanitaan seulgi terasa sangat nyeri.

seulgi lantas mengaduk makan siang nya dengan gaya yang tak berselera, apa yang akan ia lakukan di hari libur para pekerja kantor?

"oh ayolah! it's weekend dude, aku ingin keluar bersama momo" ucap seulgi berbicara sendiri dengan suara pelan.

ia hanya menundukkan kepalanya lesu, dan mengaduk makan siang nya dengan gaya yang tak berselera, menatap makanan yang ia aduk dengan perasaan mual.

seulgi terus mengaduk kan makanan nya tanpa sadar bahwa pria yang tengah mencoba 'menewaskan' nya pagi tadi telah duduk manis dihadapan seulgi sambil tersenyum dengan sangat manis.

"banyak diluar sana yang belum bisa menikmati makanan seperti kita kang seulgi"

suara rendah jimin seketika membuat seulgi menghentikan aktifitas nya dan langsung menatap jimin dengan tatapan ingin membunuh.

"kau pikir diri ku ini boneka?! kau yang membuat diriku tak berselera makan! kau membuat tubuh ku remuk! kau membu--"

seulgi menghentikan ocehannya secara tiba tiba dan segera membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya dan langsung berlari cepat menuju toilet tanpa memperdulikan rasa sakit pada daerah kewanitaan nya.

jimin menatap kepergian seulgi dan mengerutkan dahinya tak mengerti, ia pun melonggarkan dasi nya lalu menghampiri seulgi yang tengah menghadapkan wajahnya di hadapan wastafel kamar mandi menumpah kan cairan bening dari dalam tubuhnya, bayangkan saja semalam hingga saat ini seulgi sama sekali belum memasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuhnya.

"apa kau baik baik saja?" tanya jimin pelan seraya mengikat seluruh rambut seulgi dan memijit pelan belakang batang leher seulgi.

seulgi hanya menghembuskan napas beratnya dan memejamkan kedua matanya dengan rapat, memegang erat kedua ujung wastafel, terbukti dengan buku buku kuku lentiknya yang terlihat mulai memutih. rasa sakit yang menyerang kepala wanita itu secara tiba tiba sontak membuat tubuh wanita itu tumbang kebelakang menghantam dada bidang jimin.

"oh damn! sayang bertahanlah!" 

jimin segera membopong tubuh seulgi dan membawa nya hingga di kamar yang menjadi saksi bisu kegiatan panas mereka semalam. setelah membaringkan seulgi, jimin segera mengambil ponsel genggam nya dan men-dial salah satu kerabatnya

"cepat kemari!" 

"apa kau sudah gila?" sahut pria tersebut ketika jimin segera melontarkan pernyataan yang agak keras jika didengar

"dimana kau? bawahan ku akan menjemputmu sekarang"

"dirimu sungguh sudah sangat tidak waras! 2 hari lalu aku baru saja memberi mu surat cuti park jimin!" sahut pria itu lagi

"kutanya dimana dirimu sekarang?!" emosi jimin

"baiklah! jemput aku las vegas sekarang!"

"bawahan ku akan menjemputmu"

"bedebah!" maki pria diseberang sana sebelum jimin menutup sambungan telepon nya.

jimin mengusap wajahnya kasar, menutup penuh kekhawatiran melihat wanita nya terlihat lemas dan bibir pink itu tertutupi warna putih pucat, apalagi keringat yang mulai keluar di sekitaran dahi seulgi.

"cepat jemput taehyung di las vegas!" jimin langsung mematikan sambungan teleponnya ketika ia telah memberikan perintah kepada bawahannya.

****

"apa katamu? hamil?"

"tidak memakai pengaman?"

"sama sekali tidak terpikirkan oleh ku" 

"sungguh ceroboh!"

jimin dan taehyung sedang membicarakan tentang kesehatan seulgi di ruang kerja jimin, satu hal lagi yang membuat jimin terkejut bahwa kenyataan nya adalah seulgi hamil!

"dirimu tidak sedang bercanda bukan kim taehyung?"

"apa dirimu secara tidak langsung meremehkan gelar dokter ku park jimin?"

"jujur, aku sungguh belum siap," ucap jimin lemah

"apa kau mencintainya?" tanya taehyung, jimin pun hanya menganggukan kepalanya lemah

"kau tidak mencintainya," simpul taehyung santai.

"apa yang kau maksud?!"

"listen to me jimin, jika dirimu benar benar mencintainya, dirimu seharusnya menerima buah hati yang ada di tengah tengah seulgi serta dirimu"

jimin pun terlihat termenung mendengar penuturan yang keluar dari mulut sahabatnya itu, ia sungguh mencintai seulgi namun saja ia belum siap menerima kehadiran 'bayi' di tengah tengah mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

jimin pun terlihat termenung mendengar penuturan yang keluar dari mulut sahabatnya itu, ia sungguh mencintai seulgi namun saja ia belum siap menerima kehadiran 'bayi' di tengah tengah mereka.

"sudahlah, antar kan aku kembali ke las vegas! kau telah mengganggu kesenangan ku, naikkan gajiku park jimin!" ucap taehyung dan segera merapihkan kemejanya dan berdiri dari duduknya

"kumohon tetaplah disini taehyung, jelaskan padanya, aku tak sanggup"

taehyun pun lantas kembali menempelkan bokongnya pada sofa dan menghembuskan nafasnya sangat pelan.

"dirimu memang harus menaikkan gajiku jimin"

"berapa pun asalkan bantu aku menjelaskan padanya"

keheningan pun terjadi, pikiran jimin terpenuhi dengan kata hamil dan seulgi, apa ia harus menerima kehadiran 'bayi' itu? oh sungguh jimin tak sanggup, mendengarnya saja jimin tak sanggup.

tok... tok... tok...

jimin segera bangkit dari duduknya dan beranjak meraih gagang pintu ruang kerja nya, membukanya dengan santai dan mendapatkan kepala pelayan nya yang sedang menatap jimin dengan raut kegelisahan

"tu.. tuan.. nona seulgi tak berada dikamarnya"

tbc
#MasihAmatir

One Night Stand✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang