hanya sebuah kesalahan yang membuat seorang wanita cantik yang dengan tanpa sengaja maupun tanpa sepengetahuan nya jatuh kedalam kandang singa yang memang sedari dulu tengah mengincar wanita itu.
apa yang menjadi kesalahan wanita itu sehingga singa...
sudah hampir 4 bulan seulgi tinggal di kediaman jimin, bukan di kediaman kedua orang tua jimin lagi. Itu semua karena kehendak jimin yang seenak nya memaksa seulgi pindah dari kediaman orang tua jimin. Sungguh egois bukan?
menurut seulgi sendiri, ia lebih baik tinggal bersama kedua orang tua jimin, ya mungkin awalnya akan terasa canggung namun lebih baik begitu daripada harus berdiam diri di rumah luas jimin tanpa dapat melakukan apapun. Ia bisa mati karena bosan, bayangkan saja setiap ia akan melakukan sesuatu pasti akan segera diambil alih oleh pelayan rumah, sungguh menyebalkan! Bahkan seulgi sempat membujuk jimin agar ia dapat bekerja kembali namun yang ia dapatkan hanya tolakan dan tolakan. Dan satu lagi, seulgi dilarang keluar rumah tanpa jimin, oh sungguh mimpi buruk!
"oh sungguh menyebalkan! park jimin bodoh!" seulgi merutuki jimin di ayunan yang berada dihalaman belakang rumah luas jimin. Menatap hamparan kebun bunga lili yang begitu indah.
"jangan sering memaki, aku tak mau anak ku menuruni sifat kasar mu itu" entah sejak kapan jimin duduk disebelah seulgi, menatap wanita yang berhasil mencuri hati nya dengan tatapan seakan akan siap memakan nya.
"jangan menatap ku seperti itu, kau membuatku takut," ucap seulgi berdigik ngeri.
"seulgi?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
warning alert!
seulgi yang melihat perubahan raut wajah jimin hanya bisa memundurkan badan nya, mewaspadai apa yang akan terjadi, namun badan nya tertahan oleh sisi ayunan yang ia duduki, oh sungguh sebuah keberuntungan bagi jimin. ia memajukan wajahnya mendekati leher jenjang seulgi yang terekspos bebas, menghirup aroma yang selama ini menjadi candu bagi jimin. Nafas hangat jimin membuat seulgi meremang, ia menggigit bibir bawah nya menahan suara aneh yang akan ia ciptakan ketika jimin mulai menyesap leher nya dan membuat beberapa hickey di leher jenjang seulgi.
"usia kandungan 5 bulan sudah cukup kuat bukan? sungguh aku tak tahan, pesona mu ketika hamil sungguh membuat ku setiap malam harus melepaskan hasrat ku sendirian, ini sungguh menyiksa ku sayang" ucap jimin tanpa mau menjauh kan wajah nya dari leher seulgi. Ia kemudian menyesapnya kembali lalu berlirih pelan yang membuat seulgi meremang seketika.
"aku merindukan mu, i want you so bad princess"
'tamat riwayat mu kang seulgi!'
****
seulgi terbangun ketika deru angin dingin mulai menyapa permukaan wajah nya, ia sangat tau bahwa seseorang tengah membuka pintu kamar balkon milik jimin. Perlahan seulgi mengerjapkan matanya dan melihat jimin yang tengah berada di balkon dengan celana tidur pendek nya dan bertelanjang dada. Seulgi hanya menatap jimin diam, sungguh sulit untuk bangun dari tempat tidur dengan perut yang mulai membuncit ditambah lagi dengan keadaan nya yang polos tanpa sehelai benang yang melekat pada tubuh nya. Ya, mereka melakukan penyatuan setelah 5 bulan lamanya, menyalurkan rasa hangat serta rasa rindu yang mereka pendam.
dengan bersusah payah akhirnya seulgi berhasil berdiri dan memungut pakaian nya yang berserakan dan melesat pergi menuju kamar mandi. Ia mengunci pintu kamar mandi dan segera menduduki bath up yang sedang kosong, mengelus sayang perut nya dan mulai mengingat kegiatan panas nya dengan jimin, oh kejadian tadi sungguh membuat seulgi merona. Jimin memperlakukan nya dengan sangat lembut tak ada perlakuan kasar yang jimin ciptakan.
"mengapa hatiku berdegub dengan sangat cepat?" seulgi memegang dada nya.
"apa aku telah benar benar mencintai jimin?"
akhirnya seulgi terlarut dalam lamunan nya dengan keadaan yang masih saja 'polos'.
****
pagi itu seulgi kembalu dibuat pusing karena jimin yang mengabaikan nya. Oh sungguh, seulgi sama sekali tak berniat membuat dirinya sakit, bukan kah semalam ia berada di bath up dalam keadaan sedang tidak ada air.
"lagipula saat itu tak ada air yang merendam tubuh ku park jimin"
"sama saja, kamu mencari penyakit," jawab jimin acuh tanpa mengalihkan pandangan nya dari sarapan nya.
"baiklah, terserah dirimu saja" seulgi berlalu meninggalkan jimin seorang diri, sudah cukup muak untuk berdebat dengan jimin. Jimin sungguh terlalu berlebihan semenjak kehamilan seulgi, melarang ini dan itu.
"arrghhhh" seulgi mengerang frustasi ketika ia telah kaki nya telah berpijak pada hamparan rumput halus tepat berada di samping rumah luas jimin. Ia sengaja melepaskan alas kaki nya karena ia ingin rumput halus itu menggelitik telapak kaki nya.
Rasanya ia ingin sekali keluar dari rumah terkutuk yang sekarang ia tempati dan pergi menemui mino dan momo yang sudah sanagt lama tidak ia temui, namun kehamilan nya ini sungguh membuat nya cepat kelelahan ditambah lagi dengan pejagaan ketat di setiap sudut rumah jimin.
"aku pikir dirimu mencoba kabur dari ku," jimin berdiri tepat disamping seulgi dan memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celana nya.
seulgi hanya menatap jimin acuh dan langsung membuang pandangan nya kearah air mancur yang sejak dari tadi menjadi objek untuk dilihat bagi seulgi.
"tidak bisa kah sekali saja dirimu tak membuat ku khawatir park seulgi?" tanya jimin dengan nada yang terdengar memang khawatir.
"tidak bisa kah dirimu tidak mengganti nama orang dengan seenak nya?" kini jimin menatap seulgi begitu pula sebalik nya. "diriku lebih suka memanggilmu park seulgi," dan akhirmya seulgi mendengus kesal dan berniat meninggalkan jimin kembali.
baru beberapa seulgi melangkah namun suara jimin mampu merusakan sistem kerja otak nya bahkan kaki nya seakan membeku karna tak mampu berjalan.
"berapa lama lagi aku harus menunggu seul? apa tunggu dirimu kehilangan diriku baru kamu akan menerima lamaran ku dan terisak jangan pergi meninggalkan dirimu? aku tak mau anak kita lahir dengan status diriku yang belum menjadi suami mu"
kira kira seulgi mau nikah sama jimin gak? tbc + vomment♡ #MasihAmatir