21 - Park Jira

6.9K 611 38
                                        

Happy Reading!

Entah lah sudah terhitung hampir 3 minggu Jimin tertidur lelap di rumah sakit tanpa sedikit pun ingin membuka mata nya. Iya, Jimin sedang coma. Banyak sekali darah yang keluar dari tubuh nya tempo hari lalu, jika terlambat sedikit saja, mungkin Jimin sekarang telah berada disisi Tuhan.

Namun Tuhan seakan memberi kesempatan terhadap Jimin. Ia masih diberikan satu kesempatan -mungkin- untuk menebus segala kesalahan nya terhadap orang orang yang menyayangi nya.

Termasuk Seulgi, yang setiap hari tak henti henti nya selalu berada di sisi Jimin. Terkadang ia pulang sebentar hanya untuk sekedar memberi ASI untuk sang buah hati lalu kembali lagi ke rumah sakit hanya untuk menemani Jimin yang masih terbaring dengan masker oksigen yang menempel manis di area sekitar hidung.

Seperti saat ini, Seulgi terlelap dengan kedua tangan nya yang menggenggam erat satu tangan milik Jimin. Entah apa yang di mimpi kan wanita itu hingga dalam tidur nya ia meneteskan air mata. Wanita yang telah melahirkan anak satu itu tiap hari nya selalu mengharapkan kehadiran Jimin, tak hanya Seulgi saja melainkan kerabat serta keluarga Jimin mengharapkan Jimin segera membuka kedua mata nya dan melihat betapa memilukan keadaan Seulgi. Jika tidak dipaksa, mungkin wanita yang sedang terlelap itu akan terpasang infus sama seperti Jimin.

"Kau terlihat begitu kurus," Tangan itu mulai mengelap pipi yang mulai basah dan mengelus puncak kepala Seulgi begitu lembut.

Merasa terganggu, Seulgi mulai mengerjapkan mata nya berulang kali bahkan mengucek kedua mata nya dengan sedikit kasar. Ia mulai menatap orang yang berani mengganggu tidurnya.

Alangkah terkejut nya Seulgi melihat Jimin yang sekarang duduk bersandar sambil menatap Seulgi dengan senyum menawan nya.

Alangkah terkejut nya Seulgi melihat Jimin yang sekarang duduk bersandar sambil menatap Seulgi dengan senyum menawan nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hey sweety..."

"Katakan bahwa ini mimpi," Seulgi dengan gerakan cepat mulai menampar sedikit keras kedua pipi nya.

"Hentikan sayang! Kau menyakiti dirimu," Segera saja Jimin menarik kedua tangan Seulgi dan membawa nya kedalam pelukan nya. Oh sungguh sebuah Anugerah bagi Jimin karena bisa merasakan kembali kehangatan Seulgi. Jimin mendekap nya cukup erat, ia tak ingin kehilangan wanita yang ia cintai untuk ke-3 kali nya.

"Bodoh!" Dengan semua kesadaran nya, Seulgi mulai membanjiri bahu Jimin dan memukul tubuh bagian belakang Jimin dengan keras. Isakan nya tidak berhenti, bahkan ketika Jimin melepaskan pelukan nya dan mulai menatap Seulgi, tangisan Seulgi semakin menjadi.

"Ya aku memang sangat bodoh! Aku sangat terpuruk kehilangan mu Seul!" Langsung saja Jimin mempertemukan bibir nya dengan bibir Cherry yang selama ini ia rindukan. Menyesap nya cukup lama, merasakan betapa hangat nya bibir Seulgi.

"Jangan menangisi pria bodoh sepertiku Seul..."

"Aku mencintaimu Jimin bodoh!" Dan segera saja Seulgi menutup mulut nya. Dan berlari meninggalkan Jimin sendirian dengan rona pipi yang menghiasi pipi nya.

xxxx

"Where's my child?" tanya Jimin langsung ketika dirinya baru saja memasuki ruang tamu rumah nya. Jimin baru saja kembali dari rumah sakit setelah 2 hari perawatan lebih lanjut, mengingat luka dalam Jimin yang cukup parah diakibatkan kaca yang menusuk perut nya cukup dalam.

"Why so suddenly? Istirahatlah terlebih dahulu," Ya, Seulgi ikut pulang bersama Jimin karena paksaan Jimin. Ia tak ingin berjauhan dengan Seulgi.

"I said, where is my child Park Seulgi?" Seulgi menelan air ludah nya dengan cepat, Jika Jimin mulai meninggikan nada suara nya, itu artinya apa yang dia mau harus segera terlaksana.

"Mengapa keras kepala sekali kau Park Jimin? Sudahlah masuk saja, apa susah nya? dan namaku bukan Park Seulgi."

Entah ilmu dalam apa yang dipakai Seulgi hingga Jimin hanya bisa terdiam menuruti perintah nya dan mulai menaiki tangga menuju kamar nya yang dulu ia pakai untuk menyakiti diri nya. Ketika Jimin membuka pintu kamar nya, ia merasa bahwa kamar nya terlihat sedikit berbeda. Selain terlihat bersih dan rapi, ia melihat ada tempat tidur bayi dengan cat kayu berwarna putih bersih.

"Oh Seul... jangan bilang...."

"Hampirilah" Air mata Seulgi jatuh begitu saja melihat Jimin yang menangis ketika dirinya benar benar melihat apa yang ada di dalam box bayi itu. Jimin mendekap mulut nya tak percaya dan menangis haru melihat sang buah hati terlelap damai di kamar nya.

"Hey my daughter..." Jimin terisak, dengan sangat berhati hati ia mengangkat anak nya dan membawa nya kedalam gendongan nya. Jemari nya yang mungil hanya bisa menggenggam telunjuk Jimin.

"Forgive your daddy, my princess..." Air mata Jimin menetes di permukaan wajah sang buah hati nya. Entah ia merasa seperti Pria brengsek yang melepas tanggung jawab nya. Ini semua kesalahan nya.

"You look so beautiful, Just like your mommy" Tak henti nya Jimin berbicara pada putri nya, walaupun semua yang ia bicara kan tak akan dibalas oleh sang buah hati.

"What's her name?" Tanya Jimin ketika Seulgi mulai mendekatkan diri nya.

"Namanya Jira, Kang Jira"

"Pardon? What did you say?"

"Kang Jira"

"I hate that!"

"Hey! what's the matter? Dia anak ku, aku berhak memberi nya nama" Itu hanya akal akalan seulgi, sebenar nya ia ingin menggoda Jimin, dengan menyebut nama anak nya menggunakan marga Kang, atau marga milik Seulgi.

"She's also my daughter Park Seulgi!"

"She's Park Jira! Don't you dare to change her name!" ucap final Jimin dan melangkah kan kakinya keluar dari kamar dengan keadaan masih menggendong Jira.

----

Update lagi!1!1

Readers nya 400+
Vote sampe 200 bisa? H3H3H3

Banyak yang komen #TeamSeulMinBalikan , satupun gada yang mau seulmin pisah, mending author aja yang jadi #TeamSeulMinPisah .g

Juga aku mau bilang tentang cerita aku yang belum ku publish, kalo misalnya cast nya V dan Irene, kalian tetap mau baca gak?._.

Jangan lupa komentar nya dan Vote nya....

Calangeee
#MasihAmatir

One Night Stand✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang