HAPPY READING!
senyuman tak pernah pudar dari bibir seulgi, ia memutar kembali ingatan nya ketika ia bertemu dengan badut mickey mouse, donald duck, winnie the pooh dan beberapa karakter putri serta pangeran yang terkenal di disney.
hari sudah sangat gelap namun seulgi tetap duduk manis di balkon hotel dan mengingat setiap moment nya di disney tokyo.
"momo tak akan percaya ini," gumam seulgi pelan.
mengingat tentang momo teman kerjanya seulgi langsung menepuk kening nya cukup keras.
"sudah berapa hari diriku di negera ini?" ucap seulgi khawatir.
bahkan seulgi pergi ke negera ini tanpa sepengetahuan atasan yoon.
"gawat! bahkan diriku lupa untuk izin pada pria tua itu!"
seulgi segera menyambar telepon genggam nya yang berada tepat di samping nya, mencari kontak lalu menekan tombol hijau, dan mengarahkan ponsel nya di telinganya.
maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan...
"habislah dirimu kang seulgi"
seulgi menjatuhkan dirinya di kasur besar itu, dan menggulingkan badanya ke segala arah, mengacak rambutnya dengan frustasi.
"pria tua itu akan memarahi ku!" teriak nya gusar sembari tetap menggulingkan tubuhnya.
jimin pun yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan bermodal handuk yang terlilit di pinggang nya, terkejut melihat pemandangan yang tak biasa di lihatnya.
sambil mengeringkan rambutnya jimin mencoba mendekati seulgi dan menyentuh tubuhnya pelan.
"hey seulgi," tegur jimin pelan
"seulgi?" tegur nya kembali
jimin membalik kan tubuh seulgi, dan terkejut melihat penampilan seulgi yang terlihat kacau, air mata yang menghiasi wajah nya dan wajah nya yang terlihat sangat kusut.
"hey, ada apa dengan mu?"
"ini semua salah diri mu dan dua bocah sialan itu!" teriak seulgi dan langsung memukuli jimin dengan guling.
"hentikan seulgi, apa salah ku?" ucap jimin sembari mempertahankan dirinya dari serangan yang diberikan seulgi.
seulgi tak menjawab, dia terus melampiaskan amarahnya pada jimin.
sampai pada akhirnya seulgi terdiam dan membalik kan badannya dan keluar dari kamar hotel dengan tidak mengucap kan sepatah kata pun.
jimin pun hanya melongo melihat seulgi yang meninggalkannya tanpa sebab.
baru saja ia ingin menyusul seulgi namun ia menginjak handuk putih yang berada di lantai kamar hotel
jimin pun tersenyum melihat handuk yang ia injak.
"mengapa perlu malu, padahal dirimu sudah merasakan nya sayang" ucap jimin tersenyum pelan sembari menatap pintu hotel kamar mereka.
****
selama perjalanan pulang dari tokyo seulgi tak berani mengucap kan sepatah kata pun pada jimin, ia terus menatap jendela yang kebanyakan menampil kan awan awan putih.
itu salah nya, salahnya memukul jimin hingga 'aset berharga' jimin terlihat begitu saja di hadapannya.
seulgi terus memukul kepalanya, memaki dirnya sendiri, merutuki kebodohan yang ia lakukan lagi terhadap jimin.
"kau berencana merusak kepalamu hm?" tanya jimin yang tetap menatap majalah yang bertulis kan bahasa jepang.
"maaf jimin tentang sema-"
"mengapa minta maaf?" tanya jimin yang masih menatap majalah.
"ah itu, aku tidak sengaja"
"kau bahkan sudah pernah merasakan nya seul, mengapa harus pergi keluar?" kini jimin menutup majalah nya dan menatap kedua manik mata wanita yang duduk manis di samping nya.
seulgi membuang wajahnya, kembali menghadap jendela pesawat, rona merah mulai terlihat di sekitar wajahnya.
'terkutuk kau park jimin!' batin seulgi
jimin mendekatkan wajahnya kearah telinga seulgi, mendengus nya pelan, mengecupnya serta menggigit daun telinga seulgi penuh dengan sensasi.
"jimin hentikan, kita sedang berada di pesawat," ucap seulgi dengan susah payah sambil menggigit bibir bawahnya.
"tak masalah sayang, lagipula tak akan ada yang melihat kita di pesawat pribadi ku"
kini ciuman jimin turun ke leher seulgi, mencium nya dengan bertubi tubi, meninggalkan banyak tanda bekas kepemilikan.
"i want you so bad, baby," bisik jimin seduktif.
bulu kuduk seulgi pun langsung meremang, suara jimin mampu menghapus akal sehatnya, ia terus menggigit bibirnya, memejam kan kedua matanya dengan erat, berusaha menahan gejolak dari dalam dirinya.
"aku tau kau menginginkan ku sayang"
"tidak! ini tidak benar, kita sedang berada dalam pesawat!"
jimin menghentikan kegiatan nya lalu, mengarah kan wajah seulgi kearah nya, menatap nya dengan tatapan bertanya.
"jadi kau ingin kita melakukan nya di kamar ku hm?" tanya jimin sambil mengangkat satu alis nya.
seulgi menelan saliva nya dengan susah payah, pria yang sedang menatap nya ini selalu berhasil membuat seulgi kehabisan kata kata.
rasanya seulgi ingin terjun bebas dari pesawat pribadi milik jimin ini.
ah tidak, seulgi lebih suka memilih pemilik pesawat ini jatuh dengan bebas dari tinggi nya pesawat ini lepas landas.
Well... itu terdengar seperti psikopat.
"ah maksud ku bukan itu jimin"
"tak perlu malu seulgi," ucap jimin sambil terkekeh pelan
jimin lalu mengecup bibir seulgi dengan gemas, menyesap nya dengan sayang, ia tak akan rela membagikan apa yang sudah menjadi milik nya.
seulgi? oh tentu saja ia sudah menjadi milik jimin tanpa sepengetahuan seulgi.
"kita akan melanjutkan nya dirumah sayang," jimin mengusap bibir seulgi dengan ibu jarinya entah membuat seulgi merasakan sensasi geli yang menjalar di dadanya.
mengecup nya sekali lagi lalu melanjut kan aktifitasnya membaca majalah.
'kau membuat ku gila jimin!' batin seulgi
maaf ya gaje
jangan lupa vomment!♡
#MasihAmatir
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand✅
Genel Kurguhanya sebuah kesalahan yang membuat seorang wanita cantik yang dengan tanpa sengaja maupun tanpa sepengetahuan nya jatuh kedalam kandang singa yang memang sedari dulu tengah mengincar wanita itu. apa yang menjadi kesalahan wanita itu sehingga singa...
