13 - New Home?

5.3K 581 29
                                        

Happy Reading!

"sial! ini bahkan sudah 3 hari aku tidak melihatnya! dimana kemampuan mu itu jimin?!"

jimin mengacak rambutnya gusar, 3 hari ini batinnya dibuat sakit karena hilang nya seulgi secara tiba tiba, ia sudah memeriksa segala cctv di perusahaan nya, namun ia tak bisa melihat siluet tubuh seulgi ketika wanita itu melangkah kan kakinya keluar dari besarnya pagar perusahaannya itu dan satu lagi kesialannya, ia memeriksa cctv depan perusahaan nya namun yang ia dapat kan hanyalah gambaran kasar karena cctv tersebut sedang dalam perbaikan.

jimin menghempaskan semua barang nya yang tertata sangat rapih dari meja kerjanya menuju lantai keramik ruangan besarnya itu. Oh sungguh malang melihat penampilan jimin sekarang, rambut yang berantakan, kemeja yang sudah terlihat kusut, sungguh sangat terlihat kesungguhannya untuk mencari wanitanya, seulgi.

"kamu tidak akan lolos dariku seulgi sayang"

aura jimin berubah 180 derajat 3 hari ini, mata nya yang membara, perilaku nya yang semakin dingin 3 hari ini, bahkan kerabat nya saja (r : taehyung dan jungkook ) yang sangat sangat dekat dengan jimin tak berani menyapa nya, mereka pikir jika menyapa jimin dalam keadaan yang tidak baik ini sama saja mereka sukarela jatuh ke dalam jurang yang tak berujung.

"diri mu sudah gila park jimin?!" teriak seseorang dari muka pintu kantor ruangan jimin.

jimin segera menolehkan wajah nya kearah pintu dengan tangan yang tetap bertengger di kedua pinggang nya. Mata sipit itu segera melebar melihat wanita paruh baya yang tak lain mama kandung jimin sedang menatap jimin dengan tatapan tak percaya, sungguh baru kali ini jimin mengacak acak ruang kerja nya.

"mama? apa yang membawa mama kemari?" tanya jimin basa basi.

"jimin? apa yang jimin lakukan dengan ruang kerja mu?" tanya sang mama balik dan mengikuti nada bicara jimin.

Jimin menghela napasnya cukup keras, lalu mengajak mama nya untuk duduk di sofa yang biasa jimin gunakan ketika kedatangan tamu penting.

"apa yang terjadi padamu sayang?" tanya wanita paruh baya itu dengan lembut, ia tau bahwa jimin sedang dalam kondisi yang tidak baik, untuk itu ia tak mau memperkeruh suasana.

"bisakah kita tidak membahasnya ma?"

"apa kamu tidak ingin pulang kerumah? papa mu merindukan mu, jimin"

"nanti aku akan pulang ma jika pekerjaan ku sudah selesai"

"pekerjaan mencari wanita itu maksudmu?" tanya sang mama sambil memicingkan matanya kearah jimin.

jimin pun gelagapan mendengar pernyataan yang sungguh tiba tiba ditanyakan oleh wanita paruh baya itu, wajah yang mulai berkerut itu terus menerus memperhatikan gerak gerik jimin, seakan memaksanya menjawab pertanyaan sang mama sekarang itu juga, jimin pun hanya bungkam, dikepalanya ingin memprotes pertanyaan ibunya namun bibirnya tak ingin menurut dengan kepalanya.

"tak ingin menjawab? baiklah," wanita itu pun menghela napasnya pelan lalu mulai bangkit dari duduk nya dan melangkahkan kakinya menuju pintu yang sebelumnya ia buka.

"kuharap dirimu tidak menyesal karena tidak pulang park jimin," ucap terakhir wanita paruh baya itu sebelum benar benar menghilang dari ruangan kerja jimin.

**

"song mino! dimana batang hidung  mu itu?!"

"sapalah sedikit ramah ketika bertelepon dengan ku sayang"

seulgi pun memutar bola matanya seakan tidak perduli dengan perkataan yang mino lontarkan di telepon.

"mino! apa kedua orang tua mu melakukan operasi plastik? kupikir wajah mereka sungguh berbeda dari yang kulihat terakhir kali, apa benar mereka kedua orang tua mu?"

seulgi menantikan jawaban mino dikamar yang asing yang seulgi tempati saat itu, menggigit ujung ujung kukunya dengan gugup.

bukan jawaban yang di dengar seulgi melainkan tawa yang membahana di seberang sana, lantas seulgi mengerutkan keningnya sambil menatap dinding dengan heran.

"hey! ada apa dengan mu song mino? jawab pertanyaan ku cepat!"

"oh seulgi sayang, kau ingin tau sesuatu?"

"cepat katakan, jangan membuat ku semakin penasaran song mino!"

"baiklah sayang, mereka itu bukan orang tua ku dan juga itu bukan rumah ku"

'brengsek! apa mino sedang berusaha untuk menjual ku dan anakku?' batin seulgi.

"hey sayang, hilang kan semua pikiran buruk mu itu tentang ku, kupikir mereka orang yang tepat untuk menjaga mu," lanjut mino sembari menangkan seulgi yang telah berpikiran buruk tentang nya.

"siapa mereka?"

"ah iya! mereka adalah orang tua park jimin"

"apa kau sudah gi--"

"sudahlah seulgi sayang, pekerjaan ku sangat menumpuk, nanti kita lanjutkan, hati hati disana"

seulgi membulatkan mata sipitnya ke arah telepon yang baru saja terputus sambungan telepon nya dengan mino "mino! kau sungguh bedebah," maki seulgi pelan.

baru saja ingin menelepon kembali pria yang membuat nya naik pitam namun suara wanita paruh baya yang tengah berdiri di depan pintu membatalkan aksi seulgi untuk menelepon pria sialan itu.

"kamu berbicara kepada siapa sayang?"

"ah.. tadi habis bertelepon dengan mino tan.. tante"

"oh ayolah sayang, panggil saja mama" ucap wanita paruh baya itu sambil menatap seulgi dengan senyuman, oh sungguh betapa cantik nya nyonya park.

seulgi pun hanya mengusap usap tengkuk nya, ciri khasnya jika sedang bingung atau pun gugup.

"kau akan terbiasa sayang," ucap wanita itu dan langsung menggenggam tangan seulgi.

"ayo kita makan dulu, di dalam sana pasti sedang kelaparan" lanjut nyonya park dan langsung menuntun seulgi menuju ruang makan yang tak kalah besarnya dengan ruang makan milik jimin.

mama jimin menuntun seulgi kearah meja makan yang terbentang memanjang, berbagai menu makanan telah tersedia di meja makan yang panjang itu, dan tak lupa tuan park yang telah duduk dengan santai di ruangan itu.

seulgi hanya menunduk kan kepalanya tak berani menatap kedua orang tua jimin, seulgi saling menautkan kedua jemari nya, memainkan nya diatas pahanya dengan gugup.

"jadi ini calon menantu ku?" ucap pria paruh baya itu secara tiba tiba, sontak saja seulgi menghadapkan kepalanya kearah papa jimin dan langsung menggeleng cepat.

"ah... saya bukan pacar atau pun--"

"iya, dia wanita pilihan jimin dan akan segera menjadi menantu kita,"
potong wanita paruh baya itu, nyonya park.

'terkutuk kau song mino!' batin seulgi.

#TeamSeulgiJimin mana suaranyaaa?? H3H3H3
keep vomment!♡
#MasihAmatir

One Night Stand✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang