15 - Changed Up

6.1K 565 41
                                        

Happy Reading!

seulgi menganga tak percaya, pandangan langka di hadapan nya mampu membuat wanita itu menutup rapat rapat mulutnya dengan kedua tangan nya.

seulgi segera menghampiri jimin yang tengah bertekuk lutut memohon agar seulgi tidak meninggalkannya, persetan dengan harga diri, wanita pujaan nya sedang berada pada titik kebimbangan hati, ia tak akan melepaskan seulgi kembali, ia cukup frustasi untuk 3 hari kemarin yang tidak melihat seulgi, apalagi jika seulgi benar benar menghilang dari pandangan nya, oh! Jangan biarkan itu terjadi!

seulgi segera menggenggam kedua tangan jimin dan melihat jimin yang tengah menunduk kan kepalanya dan terus mengucapkan kata mohon kepada seulgi.

dengan derai air mata seulgi memberanikan untuk mendekap jimin kedalam pelukan nya.

"kumohon lepaskan aku dan anak ku, aku tau kau sangat membenci ku karena anak ini, tapi aku mohon bebaskan ku dari perjanjian itu dan biarkan aku membesarkan anak ku sendiri"

penuturan seulgi pun lantas membuat rahang jimin mengeras seketika, jimin sudah menduga pasti seulgi lari karena telah mengetahui hasil buah hati nya dengan jimin, entah mengapa jimin sama sekali tidak menyukai ketika seulgi berbicara seperti itu kepada nya.

segera saja jimin menangkup kedua pipi seulgi dan menatap seulgi dengan raut wajah yang sungguh sial nya sulit sekali diartikan.

"jangan pernah berpikiran bahwa aku membenci mu kang seulgi, dan anak yang ada di dalam sana itu juga anak ku, aku daddy nya, jangan pernah sekalipun kamu menjauhkan anak itu dariku, dan ya satu lagi, aku menuruti kemauan mu, aku batalkan perjanjian itu dan...."

seulgi tetap menatap jimin dengan tatapan sendunya dan mengkerutkan kening nya karena jimin menggantungkan perkataan nya.

"dan akan aku pastikan kita akan segera menikah," lanjut jimin.

"ji.. jimin kau hhmmpp"

baru saja seulgi ingin memperotes namun bibir tebal milik jimin telah duluan membungkam bibir manis seulgi, ia tak ingin menyiakan kesempatan nya, ia terus melumat, menyesap bibir seulgi hingga wanita itu lemas karena kurangnya pasokan udara.

jimin pun tersenyum bangga melihat bakatnya yang mampu membuat bibir seulgi membengkak karena ulah nya sendiri.

"kamu pasti lapar kan? tunggu disini aku akan membawa kan mu dan anak kita makanan"

seulgi masih bisa belum mencerna apa yang terjadi padanya saat itu, pikiran nya masih dikabuti dengan perkataan jimin tadi bahwa secara tak langsung mengatakan bahwa ia tak ingin berjauhan dengan anak nya?

"aku akan segera kembali," jimin mengecup bibir seulgi sekilas dan mulai beranjak dari kamar milik nya.

jimin menuruni anak tangga dengan senandung kecil yang tercipta sendiri dari mulit sexy nya, memasuki area dapur tanpa lepas dari senyuman gembira nya.

jimin semakin mengembangkan senyuman nya ketika melihat mama nya sedang memotong bahan makanan sambil memunggungi nya, segera saja jimin menghampiri mama nya dan segera memeluk nya dari belakang.

"hey! siapa kamu?!" tanya mama jimin kaget

"mama terimakasih ya," ucap jimin lembut

"jimin?" tanya wanita paruh baya itu dan segera membalik kan badan nya, memastikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa memang benar jimin yang memeluk nya.

"aku sangat menyukai kejutan nya ma"

"kejutan apa? mama sama sekali tidak menyiapkan kejutan untuk mu"

"wanita yang berada di kamar ku, aku sangat menyukai kejutan nya"

seketika mama jimin menepuk kening nya pulang, seharus nya jimin tidak boleh mengetahui keberadaan seulgi disini, ia pikir jimin tidak akan pulang setelah mendengar ajakan dari sang mama kemarin, oh ini sungguh salah nya yang mempersilahkan seulgi menganggap kamar jimin sebagai kamar sendiri.

"berterimakasih lah pada mino!" dengus sang mama

"apa hubungan nya dengan bedebah satu itu?" jimin menatap mama nya dengan tatapan kesal karena sang mama menyangkut pautkan permasalahan nya dengan mino.

"jaga ucapan mu itu park jimin!"

"tapi mengapa harus berterimakasih pada kunyuk satu itu? aku tidak menyukai nya!"

"song mino bukan kunyuk!" protes wanita paruh baya itu.

"see? bahkan mama tau nama lengkap nya, dari mana mama mengetahui dia?" tanya jimin tak kalah ketus dari sebelum nya.

"kau ini cerewet sekali! dia yang membawa seulgi kesini, ia sakit hati melihat mu yang menyakiti wanita itu! kau juga sebagai lelaki seharus nya bisa menghargai perasaan wanita jangan mempermainkan nya!" marah sang mama.

"sudah ku duga pasti dia yang selama ini menyembunyikan seulgi, dasar bedebah!" ucap jimin sepelan mungkin.

"apa katamu?" tanya mama jimin dan langsung membalik kan tubuh nya melanjutkan aktifitas memasak nya.

"bukan apa apa," ucap jimin santai dan berlalu mengambil roti gandum serta susu putih untuk seulgi.

"cepatlah berterimakasih padanya! dan cepat telpon dokter lee, aku ingin mengetahui kesehatan cucuku"

gerakan jimin pun terhenti mendengar perkataan mama nya yang mengetahui bahwa seulgi tengah mengandung anak nya.

"tentu saja mama mengetahui nya dari mino" sambung mama jimin kembali seakan menjawab pertanyaan di benak jimin.

'dasar kunyuk!' maki jimin dalam hati.

brakkk!

saat itu juga jimin dikejutkan dengan suara pekikan yang cukup kencang, lantas saja jimin berlari cukup cepat menuju ruang tengah yang sebelum nya ia lewati.

mata nya membulat sempurna ketika ia melihat seulgi yang tersungkur di tangga dengan koper yang sama nasib nya tergeletak di samping seulgi.

"sayang!"

jimin segera berlari menaiki tangga dan langsung membopong seulgi menuju kamar nya dan segera menaruh seulgi di ranjang milik nya.

jimin segera meraih telepon genggam nya dan men-dial  nomor telepon dokter pribadi keluarga park.

"cepat kemari!"

ok ini part ter-gaje menurut aing, otak lagi mampet gaesTT.TT

rencananya kalo cerita ini sudah selesai, aku pengen buat work baru, tapi alur cerita nya pengen dirancang dari sekarang, kira kira cast nya siapa ya? bisa bantu? jangan seulmin lagi ya H3H3H3

Vomment!^^
#MasihAmatir

One Night Stand✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang