gara-gara LAMI!

1K 58 4
                                    

Stephany berjalan kearah sekolah dengan pikiran kosong, tangannya terisi penuh dengan makanan yang baru saja dibeli olehnya.

Hh gak seharusnya gue ketemu Jeno –Stephany

Dilihatnya sang suami berjalan cepat dengan wajah kesal, Stephany tiba-tiba tersenyum melihat kejadian itu.

"kenapaa?" pipi Mark di elus oleh Stephany
Mark terdiam
"hm?"

"lo gak sakit kan Han?"
"engga, kenapa sih?"

Mark langsung memeluk Stephany erat "enggak, kayak gini aja terus, jangan jutek-jutek. Serem!"
"nih" dibalik pelukan Mark Stephany mengacungkan plastic bawaannya "burger chese double meat kesukaan lo,"

Mark melepas pelukan dan merebut kantung tersebut "ASIK, sambil makan sambil dapet jatah kan?
"mau gua gampar ya lu?"
"yaela baru juga sweet"

"kalo mau sweet terus, bawa aja gula!"
"jayus nyet, untung gua lagi gak sange"

Stephany berjalan meninggalkan Mark seorang diri.

--oo

Sesampainya di rumah mereka berdua langsung menuju kamar dan duduk bersampingan. Stephany benar-benar merasa canggung dengan keadaan tersebut, ia baru sadar bahwa baru saja ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah menjebak dirinya sendiri.

Mark sudah bersiap-siap dengan menunjukkan wajah bejatnya.

"makan? udah. Kenyang? udah. Ngantuk? Enggak laah, masih kuat"

Glek, mati guaa. Cari cara plis.. Han mikir Haaaan ­­– Stephany

Mark berjalan sambil merenges kearah Stephany yang memejamkan matanya berfikir keras. Baru saja lutut Mark mengunci kedua kaki Stephany.

"m-mark, gue mandi dulu, oke?"

Dia senyum sampe matanya ilang sambil udah nindihin Stephany "gak! lo pasti mau kibulin gue" ngegeleng imut.

"e-engga kok engga, kan udah j-janji" gugup

Mark rolling eyes "bukti?"

Bukti? Aduh paan ya? Masa gua kasih bh gue buat dia? – Stephany

Banyak alesan dah –Mark

"diem kan? Tandanya no comment"

Chu..

Mark langsung mencium bibir Stephany lembut sambil memajukan kepala Stephany dengan tangan kanan nya. Stephany memaksa agar Mark melepaskan ciuman nya tersebut, namun usahanya benar-benar gagal!

Mark mulai meraba punggung Stephany, dan dalam hitungan detik, kaitan branya terlepas.

Anjrittttt di lepas;( -Stephany

Dapet! Pasti kena – Mark

Tanpa di sadari tangan Stephany ikut memajukan kepala Mark sambil ikut mengelus punggung Mark lembut. Entah apa dan bagaimana bisa Mark membuat Stephany pasrah dengan keadaan tersebut. Namun Stephany memang suka saat Mark meciumnya.

Tok..tok..tok..

Suara pintu depan terdengar diketuk sangat kencang oleh seseorang, bahkan bel rumah juga berkali-kali terdengar. Mark yang cemas dengan rencana nya yang sebentar lagi akan gagal, memejamkan matanya kesal sambil sedikit bangkit dari tubuh Stephany.

"hh siapa sih," kesal Mark

Hooh.. selamat –Stephany

Stephany mendorong Mark menjauh, "gue buka pintunya dulu," ia lari sambil membenarkan baju dan rambutnya yang ia yakini sangat berantakan, saat ingin memasangkan kaitann branya, Mark menghampiri Stephany dan membantunya yang sedang kesusahan.

"t-thankyou!"

Tapi Mark menahan tangan Stephany dengan wajah aegyo

Stephany mengangkat kedua alisnya kemudian tersenyum dan mencium pipi Mark dengan cepat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Stephany mengangkat kedua alisnya kemudian tersenyum dan mencium pipi Mark dengan cepat. "bentar ya,"

Mark kemudian mengepalkan kedua tangan nya dan kemudian loncat sambil tersenyum di atas kasur dengan keadaan naked.

"di cium duluan!!"

Saat Stephany membuka pintu, di lihatnya Lami yang sudah banjir dengan air mata. "Py.. Stephaaanyyyyy" Lami merangkul leher Stephany sambil menangis di pundaknya. "patah hatiiii"

"kenapa dih? bukanya lo tadi makan berdua sama dia?" Stephany menepuk pundak Lami berulangkali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"kenapa dih? bukanya lo tadi makan berdua sama dia?" Stephany menepuk pundak Lami berulangkali.

"ngobrol nya gak bisa di kamar lu aja? gue gak mau Mark sampe denger," Lami mengelap ingus dan air matanya sambil menarik Stephany menjauh dari pintu masuk. yu Py?"

Stephany mengangkat alis nya sambil mengangguk pelan. sesampainya mereka disana, Lami berhenti di depan pintu "aus," keluh nya sambil mengelus tenggorokan.

"rese ya lu, gak dimana gak dimana minta minum mulu"

wajah Lami memelas sambil menarik tangan Stephany "hh iyaiya, lo masuk aja. ntar gue bawain"

"yey!" Lami mendorong Stephany menjauh.

baru saja Lami ingin membuka pintu, tiba-tiba Mark keluar dengan tidak memakai baju alias naked.

"AAAAAAAAKKKK MARK LO NGAPAIN TELANKAAANG!!!!!" Lami menutup kedua matanya walaupun sedikit memberi celah.

"ya emang kenapa? ini kan kam--" ucapan Mark tertahan seketika Stephany datang dan langsung menutup mulutnya. "lo ngapain disini?" tanya Stephany pura-pura

awas aja ni cewek, abis beneran sama gue - Mark

mata Stephany memberi kode agar Mark tidak berani membocorkan rahasia mereka, sedangkan Lami sibuk berteriak-teriak. "AMBIL HANDBODY!" ujar nya sambil pergi.

h semoga aja dia gak coli anjing -Stephany

"yu yu Lam, masuk." Stephany membawa Lami masuk ke kamarnya.

Perjodohan -MarkLeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang