Dan Terjadi Lagi

850 63 8
                                    

"Maark, jalan yang bener" keluh Haechan merangkul Mark yang berjalan lunglai dengan mata terpejam.

"lepas!" Mark melepas rangkulan Haechan dan Jisung kemudian berjalan mundur "hehe- gua, gak butuh bantuan!" tangan nya berkeliaran bebas memukul angin malam "gua butuh nya HANY!!" berbalik kebelakang dan kemudian menabrak bahu besar milik pejalan kaki yang mau masuk ke bar.

BRUK!

Mereka berdua terjatuh

"EH GOBLOK! Pake mata lu dong!" kesal Jeno yang tertabrak oleh Mark

Mark tersenyum tanpa perasaan bersalah dan kemudian berdiri menyeimbangi Jeno yang tersadar 100 persen melebihi Mark.

"hahh.." Mark menggaruk rambutnya "bajingan ngebar juga?" ledek nya dengan mata sayu.

"maksud lo apa bangsat?" kerah seragam Mark diraih oleh Jeno, dengan lemas namun kuat, Mark menepis tangan Jeno dengan memukul wajah Jeno.

"diem lo anjing!" mundur "jangan pegang gua," tunjuk Mark ke Jeno yang terjatuh di tanah "alergi"

"akh," Jeno memegang ujung bibirnya yang terluka "brengsek!" Jeno berdiri dan kemudian menjatuhkan tubuh Mark, kemudian ia menindih Mark dan memukul wajah Mark berulang kali.

"Mark!" Haechan, Jisung dan Jaemin langsung mengahmpiri dan menendang Jeno agar berhenti memukul Mark.

Wajah Mark dipenuhi warna merah lebam, tapi ia masih tettap tersenyum "anjrit, sakit" keluhnya memegang bibir nya yang sobek karna berulang kali menerima pukulan keras dari Jeno.

"gila lu! Kenapa ngeladenin orang mabok?!" Haechan merenggut kerah Jeno

Mark berjalan kearah Jeno dan meredam mereka

"aduh, si hyung Mark setres nih" Jisung

"slo Chan,im okey. Emang si bangsat ini mah hobby nya ngerebut cewek orang. Slo slo, biarin aja, yang penting Hany punya gua" ucapan nya di selingi engan cegukan

"DIEM ANJING!" Jeno hampir memukul Mark yang sudah habis bonyok di pukul oleh Jeno.

"hyung.. udah hyung," Jisung menarik tangan Mark agar segera masuk ke mobil Haechan.

Jaemin mengusap wajahnya dan kemudian menghampiri Jeno dan Haechan

--oo

Dikamarnya Stephany menggeledah isi lemari, dilihatnya kasur yang berantakan dengan tissue yang berserakan di sekitar maupun diatas kasur.

"kok banyak tissue sih? Abis ngapain nih anak" mengangkat satu tissue di depannya, kemudian mengangkat kedua bahu dan berjalan lagi ke depan pintu.

Di dengarnya teriakan mengerang dari depan pintu masuk.

"pelan Mark," Haechan membopong Mark agar masuk ke rumahnya.

Stephany berjalan pelan, dan kemudian sedikit berteriak melihat Mark yang habis babak belur dipukuli Jeno "Aaaaaa! Mark kenapa?" tanya Stephany mengambil alih Mark dari Haechan

"elu sih," Haechan menyerahkan Mark pada Stephany "galau banget diah, sampe ngebar kaga jelas pukul-pukulan ama Jeno di jalan"

"JENO? Serius mereka berantem?"

"I love you" ujar Mark yang mabuk dirangkul oleh Stephany

"ishh.. bau alcohol" Stephany mengerutkan hidung nya "btw, kok lo bisa bareng dia? Lo kenal Mark?"

Haechan mengangguk "Jisung sama Jaemin juga gua kenal kok. Kita satu geng"

Mulut Stephany membulat "Lami—"

"em, gua pulang ya. Yang penting suami lo udah balik"

"ko lo tau?!"

"apa yang ga gua tau?"

Stephany sedikit tersenyum "tiati ya. Jangan lupa banyakin ngobrol sama Lami," kemudian melambaikan tangan kepada Haechan yang sebentar lagi menghilang kedalam mobil.

--oo

"lo apaapaan sih, pake mabok segaalaa.." Stephany membopong Mark masuk ke kamar.

Mark hanya mengerang tidak karuan

"gue- sebenernya juga sayang sama lo. gue cemburu," jujur Stephany dihadapan Mark yang tertidur.

"hh bego banget sih gue, pake acara ngambek segala. padahal gue tau kalo lo udah gak suka sama Lisa." Tangan Stephany mengelus rambut Mark "maaf ya," kemudian mengecup jidat Mark pelan "I love you"

Stephany berdiri untuk mengambil kompresan, namun secara tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Mark yang segera duduk dikasur. Bukan seperti orang mabuk, melainkan seorang laki-laki yang benar-benar menatap perempuan dengan tatapan dalam.

Mata Stephany membengkak "elo?"

"jangan pergi," tangan Mark menarik bahu Stephany dan memeluk nya. Dagunya ia topangkan dibahu Stephany "gua gila tanpa lo Han, seharipun gua gak bisa tanpa lo" satu air mata menetes di pipi Mark "gua emang tolol, masih aja ngebiarin Lisa masuk ke rumah, maaaf" ujar Mark memeluk Stephany lebih erat.

Tangan Stephany menepuk pundak Mark

"gua gak pernah ngejadiin lo nafsu belakang gua. Gua ngelakuin itu karna gua cinta sama lu, gua gak mau ada orang lain yang lebih dulu milikin tubuh lo selain gua"

Stehany berkaca-kaca

"gua gak bakal biarin satu orangpun, nyentuh lo! termasuk Jeno" nafas Mark terasa berat "plis, jangan tinggalin gua lagi Han," pinggang Stephany dipeluk erat oleh Mark yang mabuk.

Stephany membuang nafas beratnya dan kemudian membalas pelukan Mark "aku bakal terus disini, Mark.."

Tiba-tiba Mark melepas pelukan nya dan menarik dagu Stephany lebih dekat dengan wajahnya. Stephany yang pasrah hanya memejamkan mata dan mengikuti alur yang Mark buat.

Berulangkali mark menyedot bibir bawah Stephany dengan nafsu yang ia ciptakan. Tangan Stephany dibiarkan bebas meraba pundak Mark yang luas. Leher Mark disentuh lebut oleh Stephany yang ikut kedalam alur yang Mark buat.

Mark melepas ciuman nya dan mengelap ujung bibir Stephany, kemudian menelan ludah yang ada di tenggorokan nya "jangan pergi Han," Stephany hanya tersenyum sambil anggukan kecil mengikuti setelahnya.

Merekapun melanjutkan ciuman yang tertunda tersebut. Mark menindih tubuh Stephany dan kemudian melepas baju Stephany dengan tangkas, padahal dirinya sedang mabuk. Dengan penuh gairah, Stephany juga ikut melepas baju seragam Mark dari tubuhnya dan di lempar entah kemana.

"pelan-pelan ya Mark," pinta Stephany mengiba

Mark tersenyum dan mengangguk pelan. Ia mengarahkan wajahnya ke leher jenjang Stephany yang sejak tadi dielus lembut oleh Mark. Satu KissMark terbentuk di leher Stephany.

Setelah asik membuat KissMark, ciuman nya turun ke gundukan yang berada di depan nya. Tali bra Stephany dilepas bebas oleh Mark tanpa penolakan apapun dari Stepahany.

"ahh.. Mark..ter-us" erang Stephany

Mark tersenyum sambil melihat Stephany yang menahan gairah di depan nya, kemudian Mark memberikan ciuman lebut di bibir Stephany. Namun lama kelamaan kekuatan nya melemah. Dan Mark tertidur tepat diatas dada Stephany.

"Mark?" Stephany menepuk kepala Mark "are you okey?"

"Ngrookk.." dengkuran Mark terdengar jelas di telinga Stephany. Stephany hanya tersenyum lega sambil memeluk suami nya tersebut.


VOMENT JUCEYO^^

Perjodohan -MarkLeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang