Maaf ya yorobun, aku baru ngeh kalo ternyata chapter "zebol" sama kaya "danger" sumpaah ga konek wkwkwk maapkeun yorobun.
Jdug!
Saat Mark keluar dari kamar nya, kepalanya beneran kepentuk pintu lemari yang terbuka.
"Mark?" panggil tante Kang
'Asshh' menggosok kepalanya yang terjedot.
Mark berjalan menemui sumber suara. Dilihat nya kedua orangtua Mark ditambah ibu dan bapa mertuanya.
"Ko pulang cepet? Katanya dua minggu lagi?" tanya Mark sambil salim
"Tadinya sih mau gitu, cuman mama sama Kim kan mau tau keadaan anak kita.. Beluum- jauh-jauh kan ya? So far tinggal berdua?"
Pertanyaan tante Kang membuat anak nya melotot kaget.
"E-e, engga lah mahh" kelak Mark
Stephany dari kamar menguping percakapan mereka.
"Tapii kalo mau juga gpp kok. Kan udah halaal" cubit tante Kim
"Coba cun dulu anak mama" tante Kang mencium pipi Mark, namun ia mencium bau lain di pipi anak nya.
"Snif..sniff.."
Mark yang menyadari kelakuan ibunya kemudian sedikit menjauh "ngapain si ma?"
"Kamu kokk, bau- liptint?" tante Kang
Mark terdiam
Eh iya, tadi kan Hany nyipok gua napsu banget -Mark
"Di cium istri lah" ujar Mark pasti antara keceplosan dan setengah sadar.
Tante Kang dan Tante Kim selaku orangtua merek hanya menutup mulut kaget dan kemudian tertawa.
"GUOOOOBLOOOOOK" Kesal Stephany dari kamar tanpa besuara keras.
"Ciee.. Udh cocit cocitaan" toel tante Kim
Mark mengangguk manis "Hany cantik banget tante kalo senyum, bikin Mark lemes"
Lagi-lagi kedua orangtuanya tertawa
Hany menahan kesalnya.
"Loh? Kok kamu lebam? Ini di cium apa di tonjok nak?" tante Kang baru menyadari anaknya lebam
Mark menepis tangan mamanya "its okey, tadi kebentur di sono. Udah di obatin Hany kok"
"Pake apa nak? Ada salep nya?" kali ini tante Kim yang bertanya
"Pake ciuman Hany" ujar Mark polos
"ANJIIIIIIRRR MARK TOLEE" Lagi-lagi Hany terbelalak dengan jawaban Mark yang melewati batas perjanjian.
Tante Kim tersenyum "Hany nya dimana?"
"Tidur mah" jawab Mark tegas
"Mah?" gumam Hany.
"Ko udah sore tidur?" tante Kim
"Tadi dia ga enak badan, makanya Mark suruh tidur"
"Ooh yaudah kalo gtu. Kamu bangunin Hany kita ketemu di ruang tamu. Oke?" pinta tante Kim.
"Siap mami cans"
Mark berjalan ke kamar.
Stephany dengan sigap bersiap untuk memukul Mark dengan guling.
Ckrek.
"ASYUUUUU!!!"
BUG!
Wajah Mark tertimpuk guling yang biasa ia pakai untuk tidur "ah! Apaan sih Han?"
"Ngapain lo so manis kek gtuu?"
"Ya biar mereka percaya lah, buktinya skrg mereka percaya ama gua"Stephany manyun
"Ngapain manyun-manyun? Minta di cipok lagi?"
"Mark!"
Mark meringis "ayo keluar, tadi emak lo minta gua bawa lo"
"Kemana?"
"Bidan kehamilan"
"...."
"Ke ruang tamuu shayaangg" Mark membopong Hany yang manja.
***
Di ruang tamuHany di rangkul oleh Mark
"Aduuu pengantin baruu romatis bangeet" tante Kang
Mark dan Stephany tersenyum malu kemudian duduk
"Pusing?" tanya Maminya
Stephany memggeleng "udh mendingan Mam"
"Ini ada hadiah dari kita berduaa" tante kang dan kim memberikan sebungkus kado
"Apaan ni?" bingung Mark dan Stphany yang masing-masing dari mereka menerima hadiah.
"Bukanya nanti aja, oh iya mama gabisa lama-lama juga disini. Maaf ya sayang" tante Kim
Stephany mengulum senyumnya.
"Jagain Hany ya" tante Kang mengelus puncak kepala Mark
"Mama titip Mark"
Keduanya mengangguk.
***
Setelah kejadian tadi Mark dan Hany memberikan salam perpisahan kepada kedua orangtuanya yang sudah harus berangkat lagi.
"Lo kangen mami lo ga sih?" tanya Mark
Hany mengangguk
"Biasanya dia bisa 24 jam di rumah. Sekarang kenapa gini ya" bingung Stephany.
"Buat kita-kita juga kok"
Stephany melirik Mark "eh!"
"Buka kado yuk!"
Mark mengangguk dan tersenyum.
Ckrek!
Seseorang secara paparazi mengambil foto mereka berdua.
