Hallo, ada yang kangen sama Mark-Hany gak sih? maapkeun yak Eonni dari kemaren kaga post-post. soalnya gimana yak, dah bukan nak cekula lagi yang tugasnya bisa di entar-entar. perkuliahan keras bruh! jadi ya maapkeun Eonni aja ya^^
dagh dari pada banyak bacyot. Lets Read!!
JANGAN LUPA VOMENT!!!!!!!!
Haechan pergi melajukan mobilnya, saat sedang bersendu dengan lagu yang beralun di mobilnya, Haechan terkaget melihat sosok perempuan yang tepat berdiri menghalangi jalan nya mobil.
Haechan segera keluar dari mobil dan menghampiri perempuan tersebut "Woy! Lo kalo cari mati jangan pas gua yang nyetir dong!" omel Haechan.
Lami memutarkan tubuhnya dan sesegera mungkin memeluk Haechan dengan air mata yang sudah terbendung sejak tadi "jangan bikin aku kayak Mark, plis." Ujar Lami melemah
"Lam?" Haechan melepaskan pelukan nya "elo Lami?"
Lami mengangguk dan segera berjinjit untuk mengecup bibir Haechan
Chu..
Satu kecupan lama mendarat tepat di bibir Haechan. Haechan masih ternganga menerima kecupan tiba-tiba dari Lami.
Lami memundurkan langkah nya "maaf," ujar nya lembut sambil menunduk
"lo- beneran milih gue?"
"dari awal, gue emang suka nya sama lo. elo yang bikin gue lupa dari Xiumin oppa. Lo udah banyak berjuang buat gue. Gue gak mau ada yang gue lewatin dari kebaikan lo. gue sayang sama lo"
Haechan yang tersenyum gembira kemudian menarik pinggang Lami dan mencium nya dengan kuat.
--oo
Paginya Stephany menyerahkan tugas lewat surat sambil menyerahkan surat sakit kepada sekolah. Alih-alih sakit hanya untuk menemani Mark yang babak belur wajahnya semenjak tadi malam.
"uughh!!" Mark meregangkan tangan nya sambil tersenyum "gua mimpi indah banget," tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
Stephany masuk ke kamar dengan nampan di tangan nya
"AAK!" Mark menutup badan yang telanjang dengan bantal di depan nya.
"apaan sih?" tanya Stephany bingung sambil membawa nampan dan mendekat kearah mark
Mark berulangkali mengucek matanya "bi Wen? Beli topeng mirip Hany dimana?" pertanyaan Mark membuatnya mendapat dorongan.
"ck. Makan, jangan banyak bacot" Stephany tersenyum manis
"AAHH" Mark memegang dadanya
"k-kenapa?" Stephany menahan pundak Mark yang meringkuk
"gua diabetesss" keluhnya
"rese" Stephany menahan senyumnya.
Mark duduk dengan benar "kamu- udah maafin aku?"
Stephany mengangguk pasrah. Mark memperhatikan leher Stephany "kita tadi malem gitu-gituan yang?" tanya Mark menunjuk leher Stephany
Stephay mengangguk sambil mengigit bibir bawahnya. Kemudian menarik kepala Mark agar mendekat
"m-mau lagi Han? Yang malem kurang hot ya?"
Stephany rolling eyes "dasar cabul! Nih, kamu bonyok jelek banget, aku mau ngobatin" menepelkan kapas yang sudah tercampur air dingin.
"ahh- sakit Han," memegan tangan Stephany "pelan dong,"
Stephany menelan ludahnya karna grogi "iyaiya" menaruh kapas disamping nya
Mark masih terus mengelus lukanya "sakit nih" menunjuk jidatnya
"mana?" tanya Stephany
"ini"
Muach.. Stephany mencium jidat Mark
"ini yang" Mark menunjuk pipi sambil tersenyum cabul
Muach.. mencium pipi Mark "mana lagi? Ini?" menunjuk hidung "aku cium ya" muaach.. cium hidung Mark "terus mana lagi? Ini iya? Iya gak?" kali ini tangan Stephany menunjuk bibir Mark
Mark mengangguk lucu
"gak ah. Yang itu pasti kamu modus doang"
"yang paling sakit itu justru disini"
Stephany tersenyum dan menarik ujung dagu Mark kemudian mencium nya sambil tersenyum.
Chu...
--oo
Di kantin Lami tersenyum sambil dagunya di topangkan dengan kedua tangan nya. ia masih membayangkan kebahagiaan tadi malam yang menyebabkan dirinya susah tidur.
"Teh!" teriak Jisung sambil menggebrak meja Lami. Lami sedikit tersontak dan kemudian menatap Jisung sambil menaikan alisnya.
"tumben sendiri, teh stephany kemana?" Jisung duduk di sebelah Lami.
Lami menggorok lehernya dengan tangannya sendiri "chugosso (mati)" kemudian tersenyum kembali dan menopangkan dagunya.
"jelema teh gelo sugan," Jisung menggidik dan mengeluarkan ponselnya. "IH kebiasaan da si Jaemin seblak mah! BIKES!" menaruh ponsel dengan keras.
"apasih kamu tuh, ganggu aku yang sedang melamun aja deh" keluh Lami diselingi tatapan yang sinis. "nih mantan gebetan teteh. Udah janji ketemuan disini, malah ngelayab dulu sama tehh Koeon teuing kamana" Jisung melampiaskan amarahnya kepada Lami.
"hah? Mereka lagi deket?"
"em.. kayaknya si teeh, tapi isung mah gak tau" mengangkat bahunya.
Ko Jaemin cepet banget lupain gue;( -Lami
"ah bodo ah, aing laper mau makan. Serah si Jemin gak makan juga ai don ker!" jisung berdiri dan berjalan kearah kasir kantin.
Lami melihat ponsel Jisung yang tertinggal kemudian kepo melihat isi chattingan bersama Jaemin.
LINE
Jaemin : Sung sorry, gua harus beli peralatan kelompok dulu nih
Jisung : sama siapa ontohod?! Terus aing gimanaaa? Dah nyampe kantin nih ih BIKES sateh goblog.
Jaemin : ya sorry, maapkeun gua ambassador. Gua juga kepepet, sumpah guru gua killer kaya voldemort!
gua sama Koeeon kok, don't be worry beyb.
Jisung : kumsi lah, cuktau aing mah!
"Koeon itu? Cewek yang kemarin kan?" ingat Lami.
Karna kalian sudah tersiksa dengan ini semua, mari kita lanjut karna aku akan post 2 chapter!
VOMENT DAKS AMEH BAROKAH HIRUP ANJEUN.
