"Jadi gimana, Ndra ?" Tanya Haikal temannya.
"Gimana apanya?" Ujar Andra kembali bertanya karena tidak mengerti.
Saat ini Andra sedang berada di kantin kantornya, setelah dua hari libur bekerja kini ia kembali menjalani aktivitas rutinnya untuk bekerja. Saat tiba di kantin tadi ia di hampiri oleh Haikal temannya sekaligus ketua sanggar belajar anak jalanan.
"Ente enggak lupakan? Soal orang yang mau bantu ngajar udah dapatkan?"
"Oh masalah itu, kebetulan ane mau ngomong masalah ini sama ente. Alhamdulilah ada yang mau bantu, kapan ente mau nyuruh dia mulai ngajar?"
"Secepatnya, kalau bisa mulai sabtu besok yah. Siapa? Ikhwan atau Akhwat?"
"Akhwat, Namanya Agatha. Dia juga ngajar di tempat teman ane, yang ane ceritain ke ente."
"Dia bisa bahasa inggris?"
"Yang ane liat kemarin sih bahasa inggrisnya lancar."
"Emangnya di tempat teman ente, dia ngajar apa?"
"Dia ngajar anak usia dini dan juga bahasa inggris."
"Kira-kira sama enggak cara mengajarnya dia sama Siska?"
"Kal, setiap orang itu punya cara yang berbeda-beda. Kita enggak bisa menyamakan cara orang itu mengajar sama dengan orang yang udah kita kenal."
"Bukan begitu, Ndra. Yang utama itu adalah kenyamanan adik-adik saat belajar sama dia nanti, ente bisa lihatkan cara Siska buat nyaman mereka."
"Iya ane paham, Kal. Enggak ada salahnya kan kita coba dulu, kalau emang ente nyuruh dia buat secepatnya biar nanti ane hubungi dia sekarang."
"Yaudah, ente hubungi dia aja." Ucap Haikal membuat Andra hanya mengangguk paham.
Usai makan siang Andra pun kembali ke ruangannya, di raih poselnya yang ia letakan di sampingnya kemudian mulai mencari nomor seseorang yang ingin ia hubungi.
0819 9878 1754
Assalamualaikum,
Agatha mengernyitkan keningnya binggung dengan sebuah pesan whatsaap masuk tetapi nomornya tidak tertera di kontaknya.
"Kenapa, Tha ?" Tanya Anisa teman sekantornya.
"Mmm, kamu kenal sama nomor ini?" Ujar Agatha kembali bertanya.
"Enggak, coba kamu lihat profile nya. Biasanya kan ada fotonya."
"Anisa, kalau ada fotonya aku enggak perlu tanya sama kamu. Tapi masalahnya ini enggak ada fotonya."
"Yaudah sih, kamu bales aja. Siapa tau teman atau keluarga kamu gitu."
Agatha menatap layar ponselnya, sebelum ia mulai mengetik pesan balasan.
Waalaikumsalam, afwan ini siapa ?
Aku Andra, Tha. Maaf apakah aku menganggu mu?
Oh kak Andra, iya ada apa kak?
Bolehkah aku bertemu dengan mu, ada yang ingin aku bicarakan.
Maaf kak, untuk sekarang aku enggak bisa. Karena memang masih di kantor.
Aku paham, kalau begitu apa aku boleh ke rumah mu?
Agatha terlonjak kaget membaca isi pesan Andra, ada apa Andra ingin ke rumahnya? apalagi ketika ia menulis ada yang ingin di bicarakan. Hal itu sontak membuat Agatha seketika merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Ku Memilih Mu
Fiksi Penggemartakdir ku memilih mu Mengenal dan bertemu dengannya membuat ku merasakan ada yang yang berbeda dari kebanyangkan gadis yang aku lihat selama ini. Dia berbeda, meskipun terlalu muda untuk ku. Tapi entah kenapa setiap melihatnya, aku merasa hal yang b...
