Takdir Ku Memilih Mu 20 (Last Part)

2.4K 113 11
                                        

Hanya tinggal menghitung jam saja Agatha dan Andra akan tinggal serumah, terlebih saat ini mereka sudah tidak bertemu lagi. Terakhir tiga hari yang lalu saat Andra mengantarkan sebuah baju kebaya putih untuk acara akad mereka besok. Undangan juga belum mereka sebarkan pada teman terdekat atau kerabat, karena besok hanya akad saja dan resepsi justru di adakan seminggu lagi di salah satu gedung kementerian yang ada di Jakarta. Semuanya Andra yang siapkan, bahkan Agatha tidak tau jika memang semua sudah Andra rencanakan.

Malam ini rasanya Agatha tidak bisa tidur padahal besok ia harus bangun awal, pikirannya kini membayangkan acaranya besok pagi. Bangun dari baringannya Agatha melangkahkan kakinya berjalan ke arah jendela, membuka jendela kamarnya dan matanya mengarah menatap langit malam yang cerah.

Pikirannya melayang mengingat pertama kalinya ia bertemu dan mengenal Andra hingga ia harus memiliki rasa yang seharusnya tidak pernah hadir, bahkan tidak Agatha sendiri tidak pernah berharap Andra akan menjadi suaminya. Tapi Allah justru menetapkan takdirnya pada Andra, mengingat semuanya membuat Agatha tersenyum sendiri.

Allah sungguh maha baik, di saat ia sedang berusaha untuk memperbaiki dirinya selama ini maka Allah kirimkan seseorang pendamping hidup yang juga begitu baik. Teringat seketika ucapannya dengan Andra waktu mereka sedang berada di sungai, saat itu Andra bertanya seperti apa pria yang Agatha inginkan. Semua yang di sebut Agatha saat itu justru jatuh pada Andra dan memang tidak pernah terpikir sebelumnya kalau Andra adalah jodoh yang dikirim Allah untuknya.

Di saat berusaha ikhlas dan merelakan sebuah rasa, saat itu juga harapannya hanya pada Allah sang maha pencipta. Hingga keikhlasannya terbayar sudah, bahwa apa yang di ikhlaskan justru datang untuknya.

Dari balik jendela Agatha bisa melihat begitu sibuknya orang-orang yang sedang menyiapkan untuk acara besok. Terlebih di sana terlihat ayahnya dan kakak iparnya yang membantu mengatur.

"Tha, ngapain di situ?" Tegur Rere yang masuk ke dalam kamar adiknya.

"Enggak ngapa-ngapain kok, kak."

"Udah malem, Tha. Kamu harus istirahat, besok harus bangun pagi."

"Aku belum ngantuk kak."

"Kenapa? Kepikiran untuk besok?" Ujar Rere yang menebak. "Kakak tau apa yang kamu rasa, rasanya gerogi bahkan susah untuk tidur. Tapi coba paksakan untuk istirahatkan tubuh kamu, dari pagikan kamu tidak istirahat, Tha. Di hena saja masih sempatnya kamu menemui teman ngajinya mama. Sudah tidur, besok udah tidur bedua kok." Ujar Rere yang akhirnya mengejek Agatha.

"Ishh kakak ini apaan sih, iya nanti aku tidur."

"Yaudah kakak ke sini cuma buat mastiin aja, tadi mas Hamas bilang kamu masih berdiri di depan jendela."

Rupanya kakak iparnya melihat dirinya yang berdiri memperhatikan, Agatha pikir Hamas kakak iparnya tidak melihat karena sibuk mengatur. Tapi rupanya ia melihat.

Setelahnya Rere pun pergi meninggalkan Agatha, begitu kepergian Rere, Agatha pun menutup jendelanya dan kembali untuk berbaring.

Saat ingin memejamkan matanya justru ponselnya berdering, terlihat di sana tertera nama Andra yang menelponnya.

"Halo assalamualaikum !"

"Waalaikumsalam."

"Kak Andra, kenapa kak?"

"Enggak papa, kamu belum tidur?"

"Ini udah mau tidur kok, kakak sendiri kenapa belum tidur?"

"Aku belum ngantuk, tapi mungkin sebentar lagi aku tidur."

"Yaudah, aku tidur duluan yah. Enggak enak kalau nanti ibu dan kak Rere tau aku belum tidur. Nanti mereka marahin aku lagi."

Takdir Ku Memilih MuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang