Takdir ku memilih mu 2

2.4K 108 4
                                        

~Aliandra Yusuf Ibrahim~

Tepat beberapa minggu yang lalu aku bertemu dengan sahabat lama ku, sahabat satu kampus yang dulu selalu kemana-mana bersama. Saat ini dirinya tengah mengurus tesis untuk S2 sedangkan aku sudah lulus setahun yang lalu.

Pagi ini tepatanya aku sudah mempunyai janji dengannya, pertemuan kami dua minggu yang lalu saat acara reuni angkatan di kampus membuat aku kembali bertemu dengan Bian. Kebetulan sekali kami banyak cerita dan ternyata Bian juga membuka sebuah sangar belajar anak-anak jalanan. Sama seperti diri ku, ini adalah suatu kebetulan karena memang di tempat ku sedang membutuhkan seorang pengajar yang bisa mengajarkan bahasa inggris. Dari cerita Bian seperti dia punya seseorang yang mau membantu ku.

Getaran dari ponsel ku membuat aku harus menepikan motor ku di pinggir jalan, ku lihat ada sebuah panggilan masuk dari Bian.

"Iya Hallo, assalamualaikum, Bi."

"Waalaikumsalam, Ndra ente di mana?"

"Ini lagi mau otw lokasi yang ente kirimin, mau ketemu dimana?"

"Ketemu di pom bensin sebelum tol aja, yah. Ane udah deket nih."

"Oh, yaudah. Ane menuju ke sana. 15 menit nyampe Bi."

"Oke deh, yaudah ente hati-hati, Ndra."

Bian menutup panggilan telponnya, sedangkan diri ku kembali menjalankan motor Vespa ku dan bergegas untuk ke tempat tujuan.

15 menit pas aku tiba, terlihat di sana Bian sudah menunggu ku. Ku hampiri dirinya yang masih berada di dalam mobil membuatnya terkejut dengan kehadiran ku.

"Ndra, udah sampai?"

"Udah Bi, tadikan Ane bilang 15 menit nyampe."

"Oh iya, yaudah langsung aja. Ente enggak bawa mobil?"

"Motoran ajalah? Mobil ada, cuma lagi mau naik motor aja."

"Yaudah dah, yuk lah." Ajak Bian lalu mulai menjalankan mobilnya.

Aku pun mengikutinya dari belakang hingga mobil Bian masuk ke sebuah perkampungan yang terdapat di belakang sebuah pabrik. Terlihat kawasannya pun sama seperti tempat aku mengajar, terlihat kumuh tetapi tidak separah tempat dimana aku mengajar.

Setelah memarkirkan mobil dan juga motor ku, kami pun segera menuju balai warga yang di jadikan tempat belajar. Mata ku menatap seorang gadis yang tengah mengajar anak-anak balita, hanya saja gadis itu duduk membelakangi ku.

"Ndra, ente tunggu di sini yah. Ane mau ke mereka dulu sekalian nanyain ke temen-temen ane. Kali aja mereka mau bantuin ente." Ucap Bian yang hanya ku anggukan saja.

Setelahnya Bian pergi meninggalkan ku, sementara aku duduk menunggu sampai Bian datang kembali.

Aku senang melihat anak-anak yang justru mempunyai semangat untuk belajar, mereka begitu antusias. Keterbatasan ekonomi membuat mereka harus mengesampingkan pendidikan, untuk itu sebenarnya di perlukan mengadakan kegiatan sosial yang bersifat untuk membantu mereka agar bisa meraih pendidikan walau hanya belajar dan bertemu satu kali. Setidaknya mereka bisa merasakan belajar dan menjadi pintar.

"Ndra, sorry lama !" Sapa Bian kini sudah kembali menghampiri ku.

"Iya enggak papa, Bi."

"Ndra, sorry nih. Yang lain pada nggak bisa, tapi tunggu satu orang lagi yah. Ane udah bicara sama dia untuk temuin ane dulu, kebetulan sebentar lagi dia selesai ngajarnya."

"Siapa sih?"

"Agatha, dia masih ngajar dan sebentar lagi selesai. Mudah-mudahan aja dia mau bantuin ente buat ngajar."

Takdir Ku Memilih MuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang