The Truth

2.4K 281 22
                                        

"Aku Harry,"

"karena aku pahlawanmu,"

"aku membencimu,"

"I'm your Peter Pan,"

Sekelebat mimpi itu kembali datang membuatku terbangun dengan nafas terengah-engah,peluh membasahi seluruh badanku,apalagi pelipis dan bagian leher.Aku mengendarkan pandanganku,aku masih di sini,di rumah Harry yang dulu,posisiku masih tertidur di sofa.

"are you okay?" aku menoleh ke sumber suara di belakangku,terlihat Niall menatapku dengan cemas lalu ia tersenyum lebar."aku mencarimu kemana-mana,kau baik-baik saja kan?"

Aku mengangguk,fikiranku kembali melayang tentang apa saja yang kulakukan tadi sehingga bisa tertidur dengan lelapnya,televisi serta dvd player yang masih menyala membuat mengangguk,aku tahu apa yang baru saja kulakukan.

"kau mau kuantarkan ke pemakaman Harry?" Niall bertanya padaku."sudah satu tahun sejak kepergiannya,kenapa kau tidak mau mengunjunginya Jocelyn?"

Yep,sudah satu tahun sejak kepergiaan Harry aku belum pernah ke pemakamannya,entah apa yang membuatku tidak berani ke sana,terlalu banyak yang harus kulepas jika ke sana,terlalu banyak kenangan yang akan kembali keingatanku jika aku harus kesana,aku takut.

"aku takut," aku menatap fokus pada satu objek,kotak musik yang masih menyala."aku takut tidak bisa merelakannya,lebih baik begini"

"apa kau tidak kasihan dengan Harry?" tanya Niall lagi sambil menatapku lembut."pasti Harry ingin melihatmu datang ke pemakamannya Jocelyn"

"aku tidak bisa," aku berdiri dan memeluk tubuhku sendiri yang terbalut sweater abu-abu Harry,wangi lelaki itu masih melekat erat di sweater ini,hanya kehangatannya yang tidak bisa kurasakan lagi."aku tidak berani,aku jahat aku tahu itu"

"hey-hey," Niall menarikku,lalu menangkup kedua pipiku matanya yang biru menatapku dalam,tidak seperti Harry,Niall menatapku dengan pandangan kasihan,tidak tahukah dia aku benci dikasihani."ada aku di sampingmu,selalu menemanimu,percayalah padaku"

Aku melepaskan kedua tangannya yang sedang menangkup pipiku secara perlahan,lalu menggeleng kedua air mataku kembali mengalir,dengan cepat aku mengelapnya dengan punggung,hanya satu teman yang boleh melihatku menangis,dan itu Harry hanya Harry tidak ada yang lain.

"Aku tahu," Aku memejamkan mataku ketika Niall berjalan pelan ke arah pintu yang terbuka,langit sore yang indah menerpa masuk melewati celah-celah jendala,aku ingat sekali hal apa yang sering kulakukan bersama Harry ketika kami kecil dulu."no one can replace him.Dia sempurna,sangat sempurna cocok untukmu yang sempurna"

Lalu Niall berbalik menghadapku,"tapi tolong sekali ini saja,izinkan aku masuk ke dalam hatimu,beri aku jalan,aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku dengan caraku sendiri,dengan diriku sendiri,bukan dengan cara Harry"

Aku tidak membalas ucapannya,aku hanya memandangnya dengan pandangan datar,seakan ada yang mengunci mulutku untuk tidak mengatakan hal-hal pedas kepada Niall,dari pandangannya aku tahu dia tulus kepadaku,dia tidak main-main,dia cowok baik,tapi hanya saja aku belum siap.

"aku tidak aku menyuruhmu untuk melupakan Harry," dia tertawa sedikit."jangan pernah berfikir seperti itu ya?aku juga tidak pernah mempunyai niat untuk menggantikan Harry di hatimu,aku hanya ingin menggantikan pekerjaan Harry untuk menjagamu,hanya itu saja"

Aku mengerti maksudmu Ni,sangat mengerti aku hanya belum siap membuka hati untuk siapapun saat ini,hatiku masih untuk Harry.Rasa bersalah pada cowok pirang ini membuatku meneteskan air mata,entah kenapa aku sangat cengeng dan lemah.

Say 'Goodbye' ; completedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang